Seperti diketahui bersama, pada tanggal 28 September 2018, saudara-saudara kita yang berada di Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu dan Donggala mengalami bencana alam yakni gempa bumi dan tsunami. Lalu disusul dengan fenomena likuifaksi di Kabupaten Sigi yang berhasil meluluh-lantakkan rumah-rumah warga disana.
Begitu banyak luka dan air mata, membuat masyarakat Indonesia bahu membahu menyalurkan bantuannya untuk warga Sulteng yang menajadi korban, tidak terkecuali Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dari Universitas Al Asyariah Mandar yang langsung menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan penggalangan dana.

BEM FKM Unasman bersama dengan Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Unasman membentuk Tim “Bersama Bantu Palu dan Donggala” pada hari Sabtu tepatnya tanggal 29 September setelah kabar duka tersebut beredar. Tanpa kenal lelah serta panasnya terik matahari pun, para Mahasiswa dengan semangatnya turun kejalanan, membagi kelompok ke tiap-tiap lampu merah untuk mengumpulkan donasi dari para pengendara di Kota Polewali Mandar.
Bagi Mahasiswa yang tergabung dalam Kopling Unasman (Komunitas Peduli Lingkungan), doa saja tidak cukup untuk menolong para korban, perlu adanya aksi nyata untuk membantu meringankan beban dari para korban bencana, seperti dengan melakukan penggalangan dana serta mengumpulkan berbagai sumbangan dari warga yang juga peduli terhadap korban bencana Sulteng.
Hingga selang lima hari kemudian, seluruh donasi yang terkumpul pun disalurkan ke Sulawesi Tengah dengan bantuan Pemda Polewali Mandar. Namun Para Mahasiswa tidak berhenti sampai disitu. Pasca tersiar kabar dan menyaksikan secara langsung bahwa ada banyak korban Sulteng yang mengungsi ke luar kota, Para Mahasiswapun berinisiatif untuk membagikan snack kepada para korban yang melalui Kota Polewali Mandar.

“Kami tidak tahu cara menghibur seseorang yang sedang berduka. Tetapi setidaknya kami sedang berusaha membuat mereka merasa diperhatikan walau hanya dengan biskuit dan air mineral” ujar salah satu Mahasiswi yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lingkungan.
Selama dua hari berturut-turut Mahasiswa dari BEM FKM dan Kopling Unasman terus membagikan bungkusan snack kepada para korban yang sedang dalam perjalanan ke kota tujuan masing-masing.
Derai air matapun berjatuhan ketika salah satu korban yang mampir untuk beristirahat sempat menceritakan tentang pengalaman pahitnya ketika tsunami terjadi di Kota Palu, hingga membuatnya kehilangan semua apa yang dia miliki.
“Terima Kasih Banyak dek”, tidak henti-hentinya mereka mengucapkan kalimat itu seraya tersenyum kepada setiap mahasiswa sekalipun luka pasca bencana itu masih sangat berasa.
Author Profile
- Mahasiswa Kesmas Universitas Al Asyariah Mandar
Latest entries
Edukasi KesehatanOktober 10, 2018Bem FKM Universitas Al Asyariah Mandar Tunjukkan Aksi Peduli Sulteng
Kampus KesmasSeptember 13, 2018Mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar Mengabdi Untuk Masyarakat
Kampus KesmasFebruari 26, 2018Peringati HPSN, Ini yang Dilakukan Masyarakat Polewali Mandar
Kampus KesmasFebruari 8, 2018Mahasiswa Kesmas Univ Al Asyariah Mandar Gelar Penyuluhan, Ini Respon Kepala Desa Duampanua


