Perkuat Peran Orang Tua, Puskesmas Sukarame Gelar Kelas Ibu Bayi Balita

Tahukah Anda? Menimbang dan mengukur anak secara rutin di Posyandu bukan hanya mencatat berat badan, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Melalui kegiatan ini, orang tua memperoleh pengetahuan tentang tumbuh kembang anak sekaligus memahami pentingnya pemeriksaan rutin di Posyandu sebagai langkah awal mencegah stunting dan berbagai masalah gizi pada anak. Simak selengkapnya dan temukan mengapa kehadiran Ibu dan Ayah di Kelas Ibu Bayi Balita dapat menjadi investasi terbaik bagi masa depan si kecil.

Kelas Ibu Bayi Balita menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, keluarga tidak hanya memperoleh informasi tentang tumbuh kembang anak, tetapi juga diajak memahami pentingnya pemeriksaan rutin di Posyandu sebagai langkah awal mencegah stunting dan masalah gizi lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pemantauan pertumbuhan secara berkala merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan dasar anak untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sedini mungkin (WHO, 2023).

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Kelas Ibu Bayi Balita yang diselenggarakan oleh Tim UPTD Puskesmas Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Posyandu Sukahideng, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame. Selama kurang lebih tiga jam, para ibu bayi dan balita mengikuti edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

Edukasi Praktis tentang ASI, MPASI, dan Imunisasi

Materi disampaikan oleh Ai Irna Carliana, AM.Keb., selaku Bidan Koordinator UPTD Puskesmas Sukarame. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya menimbang berat badan dan mengukur panjang atau tinggi badan anak secara rutin di Posyandu. Pemeriksaan sederhana tersebut membantu tenaga kesehatan mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai usianya atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang setelah usia enam bulan, serta manfaat imunisasi dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular (Kementerian Kesehatan RI, 2023).

Sumber Foto: Dokumentasi kegiatan Kelas Ibu Bayi Balita di Posyandu Sukahideng, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Seorang Ayah Mendampingi Buah Hati di Kelas Ibu Bayi Balita

Salah satu hal yang paling menarik selama kegiatan berlangsung adalah kehadiran sejumlah ayah yang turut mengantar dan mendampingi istri serta anak mereka mengikuti kelas. Kehadiran ayah menjadi nilai tambah yang menunjukkan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama sebagai orang tua, bukan hanya tugas seorang ibu.

Hal ini sesuai dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berkontribusi terhadap keberhasilan pemberian ASI, meningkatkan kepatuhan keluarga terhadap jadwal imunisasi, serta mendukung perkembangan emosional dan kognitif (kecerdasan) anak. UNICEF juga menekankan bahwa dukungan keluarga, terutama ayah, berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak (UNICEF, 2023).

Sumber Foto: Dokumentasi kegiatan Kelas Ibu Bayi Balita di Posyandu Sukahideng, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Rabu (5/8/2026).

Mengapa Posyandu Penting untuk Mencegah Stunting?

Kegiatan ini juga mengingatkan masyarakat agar rutin membawa anak ke Posyandu sehingga tenaga kesehatan dapat mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.

Berdasarkan rekomendasi WHO, pemantauan pertumbuhan secara berkala memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi masalah gizi sejak dini sehingga intervensi dapat segera dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih serius (WHO, 2023).

Di Indonesia, Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pemantauan pertumbuhan, konseling gizi, imunisasi, serta promosi ASI Eksklusif sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting (Kementerian Kesehatan RI, 2023).

Diskusi Interaktif Meningkatkan Kepercayaan Diri Orang Tua

Selain menyampaikan materi, narasumber mengajak peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam merawat bayi dan balita, termasuk cara menyiapkan MPASI yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif karena peserta dapat menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Melalui pendekatan ini, orang tua semakin memahami pentingnya pola asuh yang sehat dan semakin percaya diri dalam menerapkannya di rumah.

Sumber Foto: Dokumentasi kegiatan Kelas Ibu Bayi Balita di Posyandu Sukahideng, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Rabu (5/8/2026).

Harapan Besar Kegiatan Kelas Ibu Bayi Balita untuk Tumbuh Kembang Anak

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap bayi dan balita di wilayah kerja Posyandu Sukahideng dapat hadir secara rutin setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, ibu diharapkan semakin kreatif dalam menyiapkan MPASI bergizi, tetap termotivasi memberikan ASI Eksklusif, dan memperoleh dukungan penuh dari ayah maupun anggota keluarga lainnya dalam mengasuh anak.

Keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh pelayanan tenaga kesehatan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, masyarakat indonesia perlu manfaatkan layanan Posyandu secara rutin setiap bulan sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan generasi masa depan. Dengan pemantauan pertumbuhan yang teratur, pemberian ASI Eksklusif, MPASI yang tepat, imunisasi lengkap, serta dukungan ayah dalam pengasuhan, anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan terhindar dari stunting (WHO, 2023; UNICEF, 2023).

FAQ 

Apa tujuan Kelas Ibu Bayi Balita ini?

Memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemantauan tumbuh kembang, ASI Eksklusif, MPASI, dan imunisasi.

Mengapa bayi harus rutin datang ke Posyandu?

Agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau sejak dini sehingga masalah gizi dapat segera diketahui.

Mengapa ayah perlu ikut mendampingi?

Karena dukungan ayah terbukti meningkatkan keberhasilan pemberian ASI, kepatuhan imunisasi, dan perkembangan anak.

Apa manfaat menimbang bayi setiap bulan?

Untuk mengetahui apakah berat badan anak bertambah sesuai usianya dan mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan lebih awal.

Referensi
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  • UNICEF Indonesia. (2023). Early Childhood Development and Nutrition. Jakarta: UNICEF Indonesia.
  • World Health Organization. (2023). Child Growth Standards and Growth Monitoring. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. (2023). Infant and Young Child Feeding. Geneva: World Health Organization.

Artikel ini sudah direview oleh:
Citra Pertiwi Putri, S.KM.
Tenaga Promkes Puskesmas Sukarame


Puskesmas Sukarame:
Jl. Ds. Sukarame, Kec. Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
No. Telp: 0895635979706

Author Profile

Ayu Siti Munigar
Ayu Siti Munigar
Ayu Siti Munigar, S.Kep., adalah seorang praktisi kesehatan masyarakat, penulis konten kesehatan, dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan berbasis data, edukasi, serta transformasi digital.
Yuk Share Postingan Ini:
Ayu Siti Munigar
Ayu Siti Munigar

Ayu Siti Munigar, S.Kep., adalah seorang praktisi kesehatan masyarakat, penulis konten kesehatan, dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan berbasis data, edukasi, serta transformasi digital.

Articles: 2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *