
Pada hari Jum’at, 13 Juni 2025 yang lalu, telah diadakan acara sosialisasi “Tim Dakwah Cegah Stunting” yang berkolaborasi dengan program “Penguatan Strategi Cegah Stunting Perspektif Agama (CSPA)” Lakpesdam PCNU, Kab. Tasikmalaya. Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Kab. Tasikmalaya di Aula PCNU, Desa Cipakat, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang. Peserta terdiri dari berbagai latar belakang seperti tokoh agama dari NU, kepala dan perangkat desa, PKK Desa, bidan desa, kader kesehatan, kepala sekolah serta ketua OSIS.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya, dr. H. Heru Suharto, MM.Kes sebagai narasumber menekankan pencegahan stunting adalah tugas kita semua serta pencegahan stunting harus dilakukan sejak 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Tidak hanya dampak fisik, stunting juga mempengaruhi kecerdasan anak dimana IQ anak dengan stunting berisiko lebih rendah daripada anak yang tidak mengalami stunting. Beliau menambahkan, pemberian ASI dapat mencegah stunting bahkan Islam menganjurkan pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
Kolaborasi GKMNU dengan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Tasikmalaya, dalam kegiatan sosialisasi stunting ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting. Dengan demikian, target Zero Stunting dapat segera dicapai.
Artikel ini telah direview oleh:
Aid Fitriyana Hidayat, S.KM., M.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Tinewati
Puskesmas Tinewati Jalan Garut – Tasikmalaya No.82, Singasari, Kec. Singaparna, Kab.Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat 46412
Author Profile
Latest entries
PuskesmasJuli 17, 2025Cek Kesehatan Rutin Solusi Untuk Deteksi Dini Penyakit
PuskesmasJuli 17, 2025MAN 2 Tasikmalaya Edukasi NAPZA dan Kesehatan Reproduksi Remaja
PuskesmasJuli 14, 2025Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan untuk Deteksi Kesehatan Ibu dan Bayi
PuskesmasJuli 9, 2025Serunya Hari Buka Layanan Posyandu, Sosialisasikan Cuci Tangan Pakai Sabun


