
Setiap ibu hamil berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kehamilan. Yang dimaksud dengan sehat, tidak hanya berupa fisik saja, melainkan juga sehat jiwa dan mental. Dalam dunia kesehatan, pemeriksaan kehamilan adalah bagian dari pelayanan kesehatan kehamilan yang disediakan oleh tenaga medis yang disebut Antenatal Care (ANC). Lantas apa saja manfaat ANC dan apa saja kegiatan yang dilakukan saat ANC? Mari kita simak ulasan berikut!
Tujuan Dilaksanakannya ANC
Secara umum, ANC bertujuan untuk menyediakan pelayanan kehamilan yang komprehensif dan berkualitas sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan pengalaman yang bersifat positif dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
Selain itu, ANC rutin juga dapat mendeteksi faktor risiko kehamilan serta gangguan kesehatan pada ibu dan bayi sehingga dapat dilakukan manajemen kehamilan yang lebih tepat serta intervensi dini jika diperlukan.
Kapan Harus Melakukan ANC?
Menurut WHO, ibu hamil harus mendapatkan pelayanan kesehatan minimal 8 kali selama masa kehamilan yaitu:
- 1x pada trimester 1 (minggu ke 1-12)
- 2x pada trimester 2 (minggu ke 13-27), idealnya pada minggu ke 20 dan 26
- 4x pada trimester ke 3 (minggu ke 28-40), idealnya minggu ke 30, 34, 36, 38 dan 40)
Apa saja yang dilakukan pada pemeriksaan kehamilan?
Pemeriksaan diawali dengan anamnesis yaitu tanya jawab antara lain:
- Seputar gejala yang dialami.
- Riwayat penyakit yang sedang dialami yang berpotensi mengganggu kehamilan seperti asma, diabetes melitus, tensi darah tinggi.
- Riwayat penyakit yang pernah dialami.
- Skrining status imunisasi tetanus.
- Perilaku-perilaku berisiko sebelum hamil (merokok, konsumsi minuman beralkohol, pemakaian obat terlarang).

Selain pemeriksaan fisik secara umum, nantinya akan dilakukan pemeriksaan terkait kehamilan lainnya seperti :
- Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, LILA (Lingkar Lengan atas) serta Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk memantau status nutrisi pasien.
- Skrining risiko dan komplikasi kehamilan, salah satunya screening preeklampsia dengan pengukuran tekanan darah secara berkala.
- Pemeriksaan laboratorium seperti kadar hemoglobin darah, golongan darah, tes triple elimination (HIV, Sifilis dan Hepatitis B). Pemeriksaan laboratorium lainnya bisa dilakukan jika diindikasikan pada pasien tertentu.
- Pemeriksaan USG untuk mendeteksi kelainan pada bayi dan kesejahteraan bayi secara umum.
- Pemeriksaan EKG (sesuai indikasi).
Pentingnya Konseling Pada Antenatal Care
Pada sesi konseling, tenaga kesehatan mengedukasi ibu beberapa hal penting, seperti:
- Perilaku hidup bersih dan sehat
- Tanda bahaya pada kehamilan, persalinan dan nifas
- Asupan gizi seimbang.
Idealnya, ANC dihadiri oleh suami untuk mengetahui perkembangan kehamilan serta mendapatkan manfaat edukasi seputar kehamilan pasangannya.
Risiko Tidak Melakukan Antenatal Care
Jika tidak melakukan ANC, ibu hamil berisiko mengalami hal-hal seperti berikut:
- Terlambatnya penanganan yang tepat terhadap gangguan atau komplikasi kehamilan akibat tidak adanya deteksi dini.
- Tidak terdeteksinya kondisi berbahaya ibu dan bayi yang dapat dicegah lebih awal.
- Meningkatkan risiko kematian ibu hamil dan bayi.
Itulah pentingnya pemeriksaan kesehatan kehamilan. Tidak hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, pemeriksaan kehamilan dapat mengantisipasi kemungkinan penyakit berbahaya pada ibu hamil dan bayi agar dapat menjalani masa kehamilan dengan positif dan mempersiapkan diri untuk proses persalinan yang akan datang.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu Edisi Ketiga. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- World Health Organization. (2016). WHO Recommendations On Antenatal Care For A Positive Pregnancy Experience. Swiss: World Health Organization.
- Setyahadi, Muhamad Ilhamy. Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan untuk Ibu dan Janin. Rsabhk.co.id. Februari 2025. https://rsabhk.co.id/artikel-kesehatan/pentingnya-antenatal-care-pada-ibu-hamil/
Artikel ini telah direview oleh:
Aid Fitriyana Hidayat, S.KM., M.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Tinewati
Puskesmas Tinewati
Jalan Garut – Tasikmalaya No.82, Singasari, Kec. Singaparna, Kab.Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat 46412
