Mengenal Gagal Ginjal, Penyakit yang Menghantui Remaja Kini

Belakangan ini, terjadi peningkatan kasus gagal ginjal di kalangan remaja. Penyakit ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir.

Belakangan ini, terjadi peningkatan kasus gagal ginjal di kalangan remaja. Penyakit ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir.

Kasus gagal ginjal kronik di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data dari BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa pembiayaan untuk penyakit ini melonjak dari Rp 6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp 11 triliun pada 2024. Lonjakan biaya ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penderita gagal ginjal, termasuk di kalangan usia muda.

Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan kondisi di mana satu atau dua ginjal tidak berfungsi dengan baik. Gagal ginjal yang biasa terjadi adalah berkembang secara perlahan dalam jangka waktu yang lama. Namun, ada juga gagal ginjal yang berlangsung sementara dan bisa muncul dengan cepat.

Gagal ginjal ada dua, yaitu gagal ginjal kronis dan akut. Organ ini memiliki peran penting bagi tubuh, yaitu membuang limbah beracun dalam tubuh.

Penyebab Gagal Ginjal

Gagal ginjal akut diakibatkan berkurangnya aliran darah ke ginjal. Berikut beberapa hal yang bisa menurunkan aliran darah ke ginjal:

1. Volume darah yang rendah.

2. Jumlah darah yang dipompa jantung dibawah normal.

3. Gangguan pada pembuluh darah.

4. Pengaruh obat-obatan tertentu, seperti obat antihipertensi dan antibiotik tertentu.

5. Cairan pewarna yang diujicobakan pada tubuh dan sinar X.

Selain itu, gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:

1. Tersumbatnya saluran urine.

2. Terjadi kerusakan di ginjal.

Faktor Risiko Gagal Ginjal

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal akut, di antaranya:

1. Memiliki risiko tinggi menderita sumbatan saluran urine.

2. Mengidap diabetes.

3. Mengidap penyakit hati.

4. Pembuluh darah pada lengan dan kaki tersumbat.

5. Terkena infeksi parah.

6. Mengalami dehidrasi.

7. Berusia 65 tahun atau lebih.

8. Sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Gejala Gagal Ginjal

Pada fase awal seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa. Fase ini hanya dapat dideteksi melalui uji laboratorium.

Namun, penyakit ini bisa berkembang dengan cepat dan menimbulkan gejala berupa:

1. Berkurangnya produksi urine.

2. Linglung atau kebingungan.

3. Mual dan muntah.

4. Sesak napas.

5. Penumpukan cairan dalam tubuh atau edema.

6. Kelelahan.

7. Dehidrasi.

8. Sakit di bagian dada.

9. Nyeri punggung.

10. Sakit perut.

11. Hipertensi.

12. Gangguan tidur.

Gejala yang dirasakan pada setiap orang berbeda-beda. Semua itu tergantung pada tingkat keparahan pengidapnya.

Tahapan Gagal Ginjal

Gagal ginjal tidak terjadi dalam jangka waktu singkat, melainkan melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan itu sebagai berikut.

1. Tahap 1: Pada tahap ini tidak terasa ada gejala apapun. Namun, dapat dideteksi melalui uji laboratorium yang menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal.

2. Tahap 2: Pada tahap ini terjadi penurunan fungsi lebih lanjut. Di tahap ini juga mungkin sudah dapat merasakan gejala ringan, seperti perubahan frekuensi buang air kecil dan kelelahan.

3. Tahap 3: Pada tahap ini sudah mengalami penurunan fungsi secara signifikan. Grjala yang dirasakan terasa sangat jelas, seperti pembengkakan di kaki dan menurunnya nafsu makan.

4. Tahap 4: Pada tahap ini, fungsi ginjal sudah sangat terganggu dan memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal. Mungkin sudah akan terasa gejala seperti mual, muntah, sesak napas, dan penumpukan cairan dalam tubuh.

5. Tahap 5: Ini merupakan tahap gagal ginjal stadium akhir. Pada tahap ini, ginjal hampir kehilangan atau sepenuhnya kehilangan fungsi secara efektif. Jika sudah mencapai tahap ini, maka sudah harus dialisis atau transplantasi ginjal.

Pencegahan Gagal Ginjal

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gagal ginjal:

1. Ikuti instruksi pada label ketika mengonsumsi obat bebas. Contohnya, ibuprofen dan aspirin.

2. Minum obat sesuai dosis yang dianjurkan tanpa mengurangi atau melebihkan.

3. Berkonsultasi dengan dokter untuk menangani gangguan ginjal.

4. Menjaga dan mengelola kondisi kesehatan, seperti penderita diabetes yang mengontrol kadar gula darahnya agar tetap stabil.

5. Menjalani gaya hidup sehat, seperti olahraga, pola makan sehat, dan menghindari alkohol membantu menurunkan risiko mengalami gagal ginjal.

Kini gagal ginjal tidak mengenal umur, sekarang banyak anak muda terkena gagal ginjal. Oleh karena itu, pentingnya mengetahui informasi umum agar bisa mendeteksi secara dini dan mencegahnya sebelum menderita gagal ginjal.

Sumber:

Oktaviani Alam, Sarah. 2024. Trend Anak Muda Kena Penyakit Ginjal hingga Cuci Darah Meningkat. https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/jabar/berita/d-7675612/tren-anak-muda-kena-penyakit-ginjal-dan-cuci-darah-meningkat/amp

Azhari, Fauzan. 2025. Gagal Ginjal. https://www.halodoc.com/kesehatan/gagal-ginjal?srsltid=AfmBOorZBuUiWLOo0sg_4GMcClPsro5Pd9x8OzuW96V7zCrXYW07SyNh

Detik Jabar. 2025. Gaya Hidup Tak Sehat Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal di Indonesia. https://www.detik.com/jabar/berita/d-7821164/gaya-hidup-tak-sehat-picu-lonjakan-kasus-gagal-ginjal-di-indonesia

Artikel ini sudah diriview oleh:

Bani Srinurbani, S.K.M.

Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang

Puskesmas Cigalontang

Jayapura, Kec. Cigalontang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46463

Yuk Share Postingan Ini:
Indah Permatasari
Indah Permatasari
Articles: 24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *