Tuberkulosis atau TB masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian masyarakat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.
Salah satu pemeriksaan yang berkaitan dengan TB adalah Tuberculin Skin Test (TST). Masyarakat juga mengenal pemeriksaan ini dengan istilah tes Mantoux atau uji tuberkulin.
Apa Itu Pemeriksaan TST?
TST merupakan pemeriksaan untuk mengetahui respons sistem kekebalan tubuh terhadap tuberkulin. Tuberkulin merupakan bahan yang berasal dari protein bakteri penyebab tuberkulosis.
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dengan menyuntikkan sejumlah kecil tuberkulin ke lapisan kulit. Petugas kemudian melihat reaksi kulit setelah waktu tertentu sesuai prosedur pemeriksaan.
Hasil TST membantu petugas menilai kemungkinan seseorang pernah terinfeksi bakteri penyebab TB. Namun, hasil positif tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami TB aktif.
Karena itu, petugas tidak menggunakan hasil TST sebagai satu-satunya dasar diagnosis TB. Petugas akan mempertimbangkan gejala, riwayat kontak, faktor risiko, dan hasil pemeriksaan lainnya.
Bagaimana Proses Pemeriksaan TST?
Petugas biasanya menyuntikkan tuberkulin pada bagian bawah kulit lengan. Penyuntikan dapat menimbulkan benjolan kecil pada area tersebut. Setelah penyuntikan, peserta perlu kembali sesuai jadwal yang diberikan petugas kesehatan.
Petugas menilai bagian yang mengalami pengerasan atau indurasi, bukan sekadar kemerahan pada kulit. Petugas kemudian mengukur ukuran indurasi menggunakan teknik pemeriksaan yang sesuai. Hasil pemeriksaan dapat membantu petugas menentukan langkah berikutnya. Petugas mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan jika terdapat tanda atau faktor risiko yang membutuhkan perhatian.
Masyarakat sebaiknya mengikuti jadwal pembacaan hasil yang diberikan petugas. Jangan menilai hasil sendiri berdasarkan besar kecilnya kemerahan pada kulit.
Apakah Pemeriksaan TST Sakit?
Penyuntikan TST biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan. Sebagian orang mungkin merasakan sedikit perih ketika petugas memasukkan tuberkulin. Setelah pemeriksaan, area suntikan dapat menunjukkan reaksi tertentu. Reaksi tersebut dapat berupa benjolan kecil, kemerahan, atau rasa gatal ringan.
Masyarakat sebaiknya tidak menggaruk atau menggosok area suntikan. Hindari pula memberikan obat atau bahan tertentu pada area tersebut tanpa arahan petugas kesehatan. Jika muncul keluhan yang mengganggu, segera sampaikan kepada petugas kesehatan. Petugas dapat memberikan penjelasan sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan.
Apa Arti Hasil TST?

Hasil TST dapat menunjukkan reaksi positif atau negatif berdasarkan ukuran indurasi dan kondisi seseorang. Petugas menentukan batas interpretasi berdasarkan faktor risiko dan pedoman yang berlaku.
Hasil positif menunjukkan adanya respons imun terhadap tuberkulin. Kondisi tersebut dapat mengarah pada infeksi TB dan membutuhkan penilaian lebih lanjut. Hasil positif tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami TB aktif. Seseorang dapat memiliki infeksi TB tanpa mengalami gejala penyakit TB aktif.
Sebaliknya, hasil negatif juga tidak selalu menyingkirkan kemungkinan infeksi TB. Kondisi tertentu dapat memengaruhi respons tubuh terhadap pemeriksaan TST. Karena itu, masyarakat perlu menyerahkan interpretasi hasil kepada tenaga kesehatan. Petugas akan menghubungkan hasil TST dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko seseorang.
Siapa yang Membutuhkan Pemeriksaan TST?
Petugas dapat mempertimbangkan TST pada orang tertentu berdasarkan kondisi dan faktor risikonya. Pemeriksaan ini terutama berguna dalam penilaian infeksi TB pada kelompok tertentu.
Kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TB dapat menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Petugas akan melakukan penilaian berdasarkan riwayat paparan dan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan TST juga dapat mendukung penilaian pada anak yang memiliki risiko infeksi TB. Petugas menentukan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan hasil skrining dan kondisi masing-masing anak. Selain TST, petugas dapat menggunakan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan. Pemeriksaan tersebut membantu membedakan kemungkinan infeksi TB dengan penyakit TB aktif.
TST Berbeda dengan Pemeriksaan Dahak
Masyarakat perlu memahami bahwa TST dan pemeriksaan dahak memiliki tujuan yang berbeda. TST membantu menilai respons tubuh terhadap tuberkulin setelah paparan bakteri TB. Sementara itu, pemeriksaan dahak dapat membantu menemukan kuman TB pada spesimen saluran pernapasan. Petugas menggunakan pemeriksaan tersebut sesuai indikasi untuk membantu diagnosis TB.
Seseorang dengan hasil TST positif belum tentu membutuhkan pengobatan TB aktif. Petugas perlu melakukan penilaian lebih lanjut sebelum menentukan jenis penanganan. Perbedaan tersebut penting agar masyarakat tidak salah memahami hasil pemeriksaan. Konsultasikan hasil kepada tenaga kesehatan untuk memperoleh penjelasan yang sesuai.
Mengapa TST Penting dalam Pencegahan TB?
TST dapat membantu petugas menemukan orang yang kemungkinan mengalami infeksi TB. Penemuan tersebut memungkinkan petugas melakukan penilaian dan pencegahan lebih lanjut. Pada orang tertentu, petugas dapat mempertimbangkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) setelah melakukan penilaian. TPT bertujuan menurunkan risiko infeksi berkembang menjadi penyakit TB.
Pencegahan menjadi semakin penting bagi orang yang memiliki risiko lebih tinggi. Contohnya termasuk kontak dengan pasien TB dan kelompok tertentu sesuai penilaian petugas. Masyarakat juga perlu mengenali gejala TB seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, dan penurunan berat badan. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Jangan Takut Melakukan Pemeriksaan
Pemeriksaan TST merupakan salah satu bagian dari upaya menemukan infeksi TB secara lebih dini. Masyarakat tidak perlu takut mengikuti pemeriksaan ketika petugas kesehatan merekomendasikannya.
Ikuti seluruh petunjuk petugas sebelum, selama, dan setelah pemeriksaan. Pastikan juga kembali pada waktu yang ditentukan untuk mendapatkan pembacaan hasil TST. Jangan menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan hasil TST. Petugas membutuhkan informasi dan pemeriksaan lain untuk menilai kondisi secara menyeluruh.
Semakin cepat masyarakat mengikuti pemeriksaan, semakin cepat petugas dapat menentukan langkah yang diperlukan. Mari tingkatkan kepedulian terhadap TB dengan mengenali risiko dan melakukan pemeriksaan sesuai anjuran. Pemeriksaan TST bukan sekadar pemeriksaan kulit, tetapi bagian dari upaya menemukan infeksi TB. Dengan pemeriksaan yang tepat, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Artikel ini telah direview oleh:
Nita Nur Arifin,S.KM
Tenaga Promkes dan Ilmu Perilaku Puskesmas Gunungtanjung
Puskesmas Gunungtanjung:
JL Raya Gunungtanjung Nomor 17, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kode pos 46197
Author Profile

- Terry Triyana, A.Md., S.ST adalah seorang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. Memiliki minat dalam bidang rekam medis elektronik (RME), sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), mutu pelayanan kesehatan, dan literasi kesehatan masyarakat.
Latest entries
Berita KesehatanAgustus 30, 2026Skrining TB Terintegrasi CKG, Puskesmas Gunungtanjung Jemput Bola ke Masyarakat
Berita KesehatanAgustus 30, 2026Pemeriksaan TST: Kenali Infeksi TB Sejak Dini
Berita KesehatanAgustus 30, 2026Pneumonia: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Berita KesehatanAgustus 24, 2026Anak Susah Makan, Apakah Bisa Menyebabkan Stunting?



