Menjadi sehat bukan hanya soal mengobati ketika sakit. Pengetahuan tentang kesehatan juga penting dikenalkan sejak usia sekolah agar anak muda punya bekal untuk menjaga diri dan lingkungan sekitarnya.
Hal itulah yang menjadi bagian dari kegiatan “Mengenal SBH (Saka Bakti Husada) Sukaraja dan Bahaya NAPZA” yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, di SMA Plus Al Hikmah, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Agneta Juwanita, S. KM.
Mengenal Saka Bakti Husada
Bagi sebagian orang, istilah Saka Bakti Husada atau SBH mungkin masih terdengar asing. Sederhananya, SBH merupakan wadah kegiatan Pramuka yang bergerak di bidang kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, SBH menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kesehatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungan. SBH juga memiliki sejumlah bidang pembinaan atau krida, termasuk bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.
Artinya, kegiatan SBH tidak sekadar berkaitan dengan aktivitas kepramukaan. Ada pengetahuan kesehatan yang bisa dipelajari dan kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Salah satu hal yang dekat dengan kehidupan pelajar adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.

PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Di sekolah, penerapannya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memilih jajanan sehat, menggunakan jamban yang bersih, berolahraga secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, serta tidak merokok di lingkungan sekolah.
Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kebiasaan sehari-hari itulah perilaku hidup sehat bisa terbentuk.
Bagi pelajar, lingkungan sekolah menjadi tempat yang penting untuk membangun kebiasaan tersebut. Ketika pengetahuan kesehatan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dipraktikkan dalam keseharian, manfaatnya tentu bisa dirasakan lebih luas.
Mengenal Bahaya NAPZA Sejak Dini
Selain mengenal SBH, kegiatan ini juga mengangkat bahaya NAPZA.
NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Zat-zat tersebut dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan, apabila disalahgunakan, dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kondisi fisik, mental, perilaku maupun kehidupan sosial seseorang. Penggunaan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan ketergantungan.
Karena itu, mengenalkan informasi mengenai NAPZA kepada remaja menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Pengetahuan dapat membantu anak muda mengenali risikonya dan memahami bahwa penyalahgunaan NAPZA bukan persoalan sepele.
BNN juga menjelaskan bahwa keterlibatan keluarga penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak dan remaja. Komunikasi yang baik antara anak, orang tua dan lingkungan pendidikan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan.
SBH dan Peran Generasi Muda

Kehadiran SBH memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal kesehatan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Melalui kegiatan dan pembinaan di bidang kesehatan, anggota SBH diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya mengajak lingkungan sekitar menerapkan kebiasaan hidup sehat. Kementerian Kesehatan menyebut SBH sebagai wadah pembinaan dan pengembangan anggota Pramuka dalam bidang kesehatan.
Kegiatan di SMA Plus Al Hikmah, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengenalkan peran tersebut sekaligus membuka wawasan mengenai bahaya NAPZA.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan memang tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, memilih kebiasaan yang sehat, serta berani menjauhi penyalahgunaan NAPZA merupakan bagian dari langkah sederhana untuk menjaga masa depan.
Dari sekolah, pengetahuan kesehatan bisa dibawa pulang ke rumah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari generasi muda yang peduli kesehatan, kebiasaan baik pun diharapkan bisa terus tumbuh di lingkungan masyarakat.
Author Profile
Latest entries
Berita KesehatanSeptember 28, 2026Saka Bakti Husada Kenalkan Kesehatan dan Bahaya NAPZA
Edukasi KesehatanSeptember 25, 2026Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sejak Usia Dini
Berita KesehatanSeptember 25, 2026Puskesmas Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Sekolah
Edukasi KesehatanSeptember 15, 2026Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah: Kenali Kesehatan Sejak Dini



