Atasi Gizi Buruk, Alumni Nusantara Sehat Siap Tugas ke Asmat!

“Di Asmat akan kita tingkatkan Nusantara Sehat. Kami punya terobosan untuk mengirim dokter spesialis,’ kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu Nila Farid Moelok.

Beberapa hari lalu kita mendengar bersama tentang aksi yang dilakukan oleh Ketua BEM UI yang sangat viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan saat Bapak Presiden Jokowi menghadiri acara Dies Natalis Ke-68 di Balaiarung Depok, Jum’at (2/2/2018).

Zaadit Taqwa menyampaikan, kartu kuning yang diberikan ke Jokowi adalah  peringatan yang diberikan untuk melakukan evaluasi di tahun keempat. Karena ada sejumlah permasalahan di pemerintah terutama yang paling disoroti adalah kasus gizi buruk di Asmat, Papua.

Isu gizi buruk di Asmat berdasarkan data Kemenkes menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat. Selain itu, ditemukan juga 25 anak suspect campak serta 4 anak yang terkena campak dan gizi buruk.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Ibu Nila Farid Moelok berencana akan mengirimkan tenaga kesehatan ke Asmat Papua yang akan bertugas 2 tahun mengabdi dengan basis tim dan individual.

“Di Asmat akan kita tingkatkan Nusantara Sehat. Kami punya terobosan untuk mengirim dokter spesialis,’ kata beliau.

Program Nusantara Sehat sudah berjalan sejak tahun 2015 dan terus berlangsung sampai saat ini dengan mengirimkan tenaga kesehatan ke DTPK dan DBK berbentuk tim dan individual ke seluruh Indonesia.

Ada yang menarik ketika kami menerima informasi pembukaan pendaftaran tenaga nusantara sehat yang ke Asmat, Papua. Melalui grub whatts app, muncul percakapan yang memuat ajakan daftar nama yang bersedia tugas ke sana.

Hutomo :“Ayo bikin daftar nama sebagai berikut, ‘Saya siap tugas ke Asmat Papua’ . Tolong lanjut (tulis nama) bagi yang bersedia.”

BDP : ”Butuh berapa (tenaga kesehatan)?.”

Hutomo,”Ini untuk alumni ns(nusantara sehat).”

Tidak lama setelah pesan ini disampaikan, bermunculan para tenaga nusantara sehat batch 2 yang menulis nama bersedia untuk ditempatkan di Asmat Papua. Ada profesi perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, gizi dan tenaga lainnya.

Ardiyansah : ,”Memang persoalan gizi buruk di Asmat ataupun permasalahan kesehatan di lainnya di Papua secara umum mungkin tidak sederhana yang kita fikirkan…”

Sebelum ditugaskan ke penempatan, tenaga kesehatan yang sudah lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan khusus di Pusdikkes TNI AD Jakarta. Penguatan mental sebelum bertugas sangat penting karena permasalahan yang dihadapi di lapangan tidak cukup hanya berbekal dari teori dari bangku kampus.

Tenaga nusantara sehat khususnya batch 1 dan 2 telah menyelesaikan tugas pengabdian selama 2 tahun yang tidak diragukan lagi pengalamannya. Sebagian besar mereka melanjutkan dengan ikut serta penugasan khusus nusantara sehat individu, dan sebagian lainnya masih menunggu pemberangkatan tahap selanjutnya.

Maka ketika ada pertanyaan adakah yang bersedia tugas ke Asmat Papua?,  Kami beri jawaban tidak sedikit tenaga Nusantara Sehat yang sedia untuk mengabdi ke masyarakat dimanapun berada.

Untuk Nusantara Sehat Batch 2 Sungai Guntung yang Hebat dan Menebar Manfaat

Terimakasih Nusantara Sehat Dua Sungai Guntung, atas apa yang telah kalian berikan untuk Puskesmas dan kampung halamanku yang paling kucintai ini.

Awal Desember 2015 lalu adalah awal kali mereka menginjakkan kaki di bumi Kateman, sebuah kota kecil daerah pinggiran yang maju pesat perkembangannya namun cukup memprihatinkan pula permasalahannya.

Hendri, Bagus, Dedeh, Diyan, Faridah dan Sabrina. Ya, mereka adalah anggota Tim Nusantara Sehat yang di tempat tugaskan di Kateman. Mereka adalah 6 Anak Bangsa pilihan rekrutan Kementerian Kesehatan yang dipilih Kemekes untuk mensukseskan program pemerintah membangun Kesehatan Indonesia dari Pinggiran.

Aku masih ingat, di pelabuhan HK Sungai Guntung-lah kami (Aku, Atasanku juga salah satu temanku bernama ‘Heri’) menjemput awal kali mereka datang ke Kateman. Berjumlah Enam orang; Dua Lelaki Sejati, Empat Wanita Bermutu Tinggi.

Mereka memang berbeda profesi tapi selalu bersinergi, memang berbeda satu dan lainnya dalam berbagai hal tapi selalu saling melengkapi. Ah, mereka hebat dan menebar banyak manfaat. Wajar bila kepergian mereka kemarin membuat sedih dan meneteskan air mata Petugas Puskesmas Sungai Guntung dan masyarakat yang pernah berbaur dengan mereka.

Aku pun masih ingat, awal kali mereka bekerja di UPT Puskesmas Sungai Guntung gedungnya kurang indah hingga ia ikut andil bersama saat kami berpindah ke gedung yang lebih kokoh, indah dan megah. Aku yakin mereka pasti masih ingat bagaimana kami melansir barang-barang yang banyak itu. Ada kebahagiaan yang luar biasa waktu ini karena hijrah dari gedung lama ke gedung baru yang megah dan indah.

Sebenarnya, hanya kurang beberapa minggu lagi, maka genap dua tahun mereka mengabdikan diri di Sungai Guntung. Hampir dua tahun itu bukan waktu yang singkat. Tentu banyak hal yang mereka rasakan dan mereka sumbangsihkan untuk Sungai Guntung khususnya di bidang kesehatan. Banyak pula kenangan yang tersimpan melekat, tentancap kuat dihatinya khususnya di Puskesmas Sungai Guntung.

Maka wajar jika perpisahan yang mereka lakoni ini agak berat. Maka kami semua pun maklum jika saat mengantar mereka pulang di Pelabuhan HK tempat awal mereka menginjakkan kaki di Sungai Guntung banyak air mata yang merembes darinya dan juga dari rekan kerjanya. Itu bukan karena mereka cengeng tapi karena berpisah memanglah hal yang berat.

Terimakasih NS Dua Sungai Guntung, atas segala yang telah kalian beri dan kalian bagi khususnya untukku, Puskesmas dan Sungai Guntung kampung halamanku yang paling kucintai ini.

Jangan pernah lupakan kenangan manis yang pernah kalian ciptakan dan ingat-ingatlah kenangan yang kalian dapatkan, tapi kuburlah dalam-dalam kenangan buruk yang ada dikampung ini. Terlebih jika Ada hal yang tak menyedapkan dari pribadi kawanmu yang nakal dan jahil ini, yang terkadang bicaranya tak terkontrol, candaan yang terlalu berlebihan.

Beberapa hari, minggu, bulan bahkan tahun ke depan pasti ada yang kalian rindui di Kateman ini. Maka, bila rindu dan berkesempatan kunjungilah kami yang ada di Sungai Guntung ini. Bukankah kalian ingin melihat kebun toga dibelakang Puskesmas yang telah kalian garap? Bukankah kalian juga ingin melihat bagaimana perkembangan Anak-Anak Laskar Nusantara Sehat? Bukankah kalian juga sangat ingin melihat bagaimana gedung di sebelah kiri Puskesmas beranggaran 5 milyaran lebih yang baru di kerjakan kemarin berdiri megah, gagah dan indah? Pasti mau-lah ya.

Satu lagi, dengan kepergian kalian maka kuranglah langgananku. Hehehe. Tak kudengar lagilah bagaimana kalian meneriakiku saat aku sedang berjualan.

Terakhir Untuk kalian Tim Nusantara Sehat Bacth 2, rekan kerjaku sekaligus teman. Aku ucapkan terima kasih berjuta kali. Maafkan kawanmu yang tak bisa memberi lebih ini. Kapan-kapan datanglah kembali, kota yang aku cintai ini. Semoga di mana pun kalian berada Allah selalu memberikan Kesehatan, kebaikan, keberkahan juga kesuksesan selalu dalam genggaman kalian. Aamiin.

Sungai Guntung, 01 November 2017

Penulis:
Agusman 17an
Pemuda yang Bermimpi Berjaya, Bangsanya Berdaya dan Dirinya Dirindukan Syurga.

Refleksi Pelantikan Laskar Nusantara Sehat

Belum genap satu tahun peluncuran Laskar Nusantara Sehat  di Kecamatan Kateman sudah kembali melantik kadernya lagi.

Pelantikan Laskar Nusantara Sehat di Kuala Selat dilakukan 30 Juli lalu, dan dilantik 12 Agustus 2017 kemarin di Aula Puskesmas Sungai Guntung. Pelantikan ini dilakukan untuk melanjutkan program Team Based  Nusantara Sehat penempatan UPT Puskesmas Sungai Guntung yang sudah digalakkan setahun lebih.

Lantas, setelah dilantik, apa saja tugas laskar nusantara sehat?

Program khusus untuk anak remaja atau lebih tepatnya Siswa/Siswi SMA/SMK/MA serta SMP/MTs  merupakan jawaban atas kebutuhan kesehatan di lingkungan sekolahnya. Mereka dipilih untuk mewakili setiap sekolah untuk menjadi contoh kader kesehatan. Atau seperti perpanjangan tangan nakes  puskesmas untuk memberikan pendampingan kesehatan.

”28 Oktober 2016 yang lalu, kami UPT Puskesmas Sungai Guntung telah melakukan launching (peluncuran) Laskar Nusantara Sehat yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Bertempat di Lapangan Balai Rakyat Kecamatan Kateman yang disaksikan oleh Fokipimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), Guru, serta masyarakat umum.” Kata Kapus Zainuddin, SKM

Tujuan pelantikannya kepada siswa/siswi yang terpilih bisa menjadi pendamping atau konselor bagi rekan-rekannya di sekolah dan di lingkungan tempat tinggalnya terkait dengan masalah-masalah  kesehatan atau bisa juga menjadi teman curhat konseling kesehatan.

Pelatihan Laskar Nusantara Sehat Sungai Guntung

“Kami sangat mendukung langkah Nusantara Sehat untuk mengadakan kegiatan positif seperti ini di Kecamatan Kateman. Hal ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan kepada siswa-siswi sekolah.“ Kata Kamren, S.Sos, Msi Camat Kecamatan Kateman

Besar harapan Team  Based Nusantara Sehat yang 2 bulan efektif waktu selesai penugasan, laskar nusantara sehat ini dapat memberikan perubahan sebagai kader yang melanjutkan inovasi kesehatan di sekolahnya. Tentunya mereka sudah dilatih dari kegiatan rutin yang telah dilakukan semasa bertugas di UPT Puskesmas Sungai Guntung.

Nusantara Sehat : 4 Fakta yang Musti Kamu Ketahui Dibalik Suksesnya Seminar Kesehatan

Ada 4 fakta di balik suksesnya acara seminar kesehatan ini. Oleh karena itu berikut hal yang perlu diketahui bagaimana tahap proses hingga pelaksanaannya.

Tanggal, 21 Agustus 2017 telah terselenggara Seminar Kesehatan yang diadakan oleh Tim Based Nusantara Sehat UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman. Dibuka secara resmi dan  langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes yang merupakan pertamakali diselenggarakan dilevel kecamatan.

Pembicara berasal dari Dinas Kesehatan Kab Inhil dr. Dwi Lestari Wahyuni, yang juga merupakan Penanggungjawab Klinik Penyalahgunaan NAPZA di Tembilahan dan juga salah satu tenaga dokter teladan. Dua narasumber lainnya yaitu Kompol Bainar SH, MH (Kapolsek Kecamatan Kateman) dan Bpk Uca Sumantraz, S.Sos, M.MPd sebagai Tokoh Masyarakat (Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 1998-2004). Dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Bersih Narkoba”, acara dimulai pada jam 13.00 siang berlangsung dengan baik dan lancar.

Ada beberapa fakta di balik suksesnya acara seminar kesehatan ini. Oleh karena itu berikut hal yang perlu diketahui bagaimana tahap proses hingga pelaksanaannya.

  1. Perencanaan Terukur

Perlu diketahui bahwa acara seminar ini merupakan Program Inovatif Tim Based Nusantara Sehat UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman penugasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sudah sejak awal tahun 2017, tim mengajukan program kesehatan yang dituangkan di Planning Of Action di Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir.

Salah satu dari beberapa usulan program kesehatan yaitu seminar kesehatan dengan sasaran remaja/pemuda dan masyarakat umum. Menjelang satu bulan sebelum pelaksanaan maka dibentuklah panitia yang terdiri dari tenaga nusantara sehat dan tentunya tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sungai Guntung.

Proposal kegiatan Seminar Kesehatan disusun dan disahkan oleh Kepala UPT Puskesmas, Camat, dan Kepala Dinas Kesehatan yang akan  memiliki peran besar sebagai panduan sebelum bergerak di hari pelaksanaan. Dengan melalui perencanaan terukur, memudahkan tahap demi tahap dari apa yang akan dikerjakan secara maksimal. Adapun kendala atau kesalahan lebih terkurangi jika dibandingkan dengan kegiatan yang tidak direncanakan.Mengedepankan rencanadengan mengacu pada panduan sehingga dilakukan secara sistematis.

  1. Kerjasama Lintas Sektor

Penanganan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan, namun harus kerjasama dengan lintas sektor terkait guna mempercepat hasil yang dicapai serta efisiensi dan efektifitas. Pengembangan dan pembangunan daerah membawa selain membawa pengaruh perubahan fisik namun juga menimbulkan beberapa permasalahan sosial yang berdampak dengan masalah kesehatan.

Berbagai temuan kasus penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Kateman membuka kepedulian kita untuk berperan langsung dalam penanganannya. UPT Puskesmas Sungai Guntung menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayahnya, termasuk dalam masalah narkoba ini. Oleh karena itu, melalui Tim Based  Nusantara Sehat mengajak seluruh sektor untuk peduli terhadap masalah narkoba di wilayahnya.

Mulai dari pemilihan tema, narasumber, tempat, waktu, anggaran/sumber daya melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti untuk kaitan dengan hukum mengundang narasumber dari Polsek Kecamatan Kateman dan Tokoh Masyarakat dari segi sosial. Selain itu, tidak terlepas dari bantuan kontribusi Organisasi Pemuda BNN Kecamatan Kateman yang membantu suksesnya penyelenggaraan acara.

Kolaborasi dan kerjasama kepanitiaan meringankan beban kerja dan menumbuhkan rasa kebersamaan sehingga menciptakan rasa akan saling memiliki. Dengan perasaan memiliki maka akan terbangun semangat bersama dalam mensukseskan acara seminar kesehatan.

  1. Efisiensi Anggaran

Sumber dana pelaksanaan seminar kesehatan ini berasal dari dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman. Mengingat bahwa dana ini hanya sekedar untuk operasional maka  jumlahnya tentu terbatas. Oleh karena itu, dengan mengajukan proposal bantuan dana ke para donatur atau sponsor yang dimana menjadi mitra Puskesmas. Alhasil, dapat dukungan dari Sponsor PT Sumatera Timur Indonesia Sambu Group, Hotel Puri dan SDS Jaya Manggala.

Pengunaan dana yang bertanggungjawab sesuai dengan kebutuhan merupakan prinsip kinerja yang baik dari setiap pelaksanaan program kesehatan. Dengan memaksimalkan tujuan dan manfaat, pertimbangan efisiensi menjadi salah satu sebab suksesnya acara dengan dana yang dicukup-cukupkan.

Pelaksanaan seminar ini tidak asal-asalan untuk menghabiskan anggaran saja, karena berdasarkan pengkajian identifikasi masalah, penyusunan program menghasilkan output program yang valid.

Alhasil, lebih dari 300 peserta dapat hadir di acara melebihi dari target awal pelaksanaan sekitar 100 orang. Diantaranya peserta dari siswa-siswi sekola SMA/SMK/MA/SMP/Mts beserta kepala Sekolah se-Kecamatan, Pemuda/i, Organisasi Masyarakat, Paguyuban, Masyarakat Umum, Anggota TP PKK, serta berbagai kalangan tanpa dipungut biaya sepersenpun atau gratis 100%.

  1. Kerja Keras dan Cerdas

Usaha keras panitia tentunya tidak serta merta instan begitu saja. Semakin mendekati hari pelaksanaan rekan-rekan Tim Nusantara Sehat, memacu semangat dan mengurangi jatah istirahat demi mempersiapkan acara sebaik mungkin. Tentunya ibarat pepatah kata, tiada gading yang tidak retak, maka seluruh kekurangan dan kesalahan sangat diharapkan untuk mendapat saran dan masukkan yang membangun.

Meskipun pada moment tersebut masih dalam suasana kesibukan peringatan HUT RI ke 72 di penempatan. Sedikit peluang dan kesempatan itu, berani diambil untuk melaksanakan acara dengan tema yang sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu ‘peran pemuda’. Kemudian dari keprihatinan masalah narkoba yang terjadi di wilayah melatarbelakangi untuk mengangkat isu ‘narkoba”.

Walaupun di penempatan dengan keterbatasan sumber daya, sumber tenaga dan sumber biaya, namun tidak membatasi tim based nusantara sehat UPT Puskesmas Sungai Guntung untuk mengubah kekurangan tersebut menjadi kesempatan untuk menjalankan program kesehatan sesuai yang dibutuhkan. Memperbaiki perspektif atau cara menghadapi masalah dengan bertumbuh lebih besar dari masalah.

Membiasakan menghadapai segala sesuatu dengan pikiran dan hati terbuka, serta meyakini bahwa setiap masalah yang datang dapat diatasi dengan solusi sebaik mungkin.Apupun kekurangan yang dimiliki tak akan dapat menghentikan langkah-langkah kita meraih pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat.

Puskesmas Sungai Guntung Gandeng Pemuda BNN Gelar Seminar Kesehatan Bahaya Narkoba

Puskesmas Sungai Guntung gelar seminar dengan tema: “Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Bersih Narkoba.” bekerjasama dengan Pemuda BNN.

Keprihatinan maraknya masalah narkoba yang tidak hanya terjadi di kota besar, membuka hati UPT Puskesmas Sungai Guntung untuk menyelenggarakan seminar ini.  Dengan melakukan upaya pencegahan dan peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mengurangi dan menyadarkan masyarakat akan kepedulian kita terhadap masalah narkoba.

Seminar ini diadakan atas program kerja Tim Based Nusantara Sehat UPT Puskesmas Sungai guntung yang  mengajak Pemuda BNN Kecamatan Kateman, pada tanggal 21 Agustus 2017 dengan tema: “Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Bersih Narkoba.” Memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan, mencegah terjerumusnya kedalam dampak buruknya narkoba, serta memicu kepedulian kita terhadap sesama.

Materi seminar diberikan oleh dr. Dwi Lestari Wahyuni (Narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir), Kompol Bainar, SH, MH (Kapolsek Kecamatan Kateman), dan Uca Sumantraz, S.Sos, M.MPd (Tokoh Masyarakat) yang dilakukan dengan pemaparan materi dan dilanjut dengan sesi Tanya-jawab.

Antusiasme peserta seminar terlihat dari  jumlah peserta yang hadir dari target 200 orang hingga melampaui lebih dari 300 orang. Terlebih lagi banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber, namun karena waktu terbatas maka hanya di batasi pada dua sesi. Hingga akhirnya moderator mempersilahkan kepada peserta dapat mengubungi narasumber secara langsung diluar acara jika masih ada yang perlu ditanyakan.

Besar harapan kami bersama bahwa acara ini dapat berdampak baik sehingga dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan narkoba yang terjadi di lingkungan kita. Tentunya harus didukung oleh berbagai pihak , karena masalah narkoba tidak hanya di selesaikan oleh pihak kesehatan ataupun hukum saja.

Bagus Dwi Prayitno,SKM
Ketua Panitia

Yuk Kenalan Sama Gadis Cantik Ini, Sarjana Kesehatan Masyarakat Dari Pelosok Guntung

Zurly Novi Razali, SKM punya semangat mendidik yang luar biasa. Alumni STIKes Ibnu Sina Batam ini bekerja sebagai staff Kesmas di Puskesmas Guntung.

Perawakan gadis energik ini tergolong kecil. Tingginya Hanya 155 cm. Umurnya juga masih muda, 24 tahun. Tergolong masih remaja. Tapi jangan tanya semangatnya.

Zurly Novi Razali, SKM ataupun Novi, demikian gadis ini akrab di panggil – punya semangat mendidik yang luar biasa. Dan yang di didik adalah anak anak remaja usia sekolah, agar tidak salah jalan hidup dan terlibat pergaulan negatif yang merugikan masa depan remaja.

Novi jebolan STIkes Ibnu Sina Batam. Lahir dari pasangan Alm. Razali Said dan Zuryatini. Novi sendiri anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua Novi yang hanya tinggal ibu saja usaha wiraswasta kecil kecilan. Novi sendiri sekarang mengabdikan ilmu yang tadi di pelajarinya selama di Batam di Puskesmas Guntung dan menjabat sebagai staff Kesehatan Masyarakat.

Tak jarang untuk melaksanakan tugasnya, Novi terkadang harus menyeberangi kanal kanal dan perairan dengan menggunakan speed ataupun angkutan air lainnya. Guntung memang terkenal sebagai daerah yang di pisahkan dengan kanal kanal besar dan daerah penghasil kelapa yang melimpah ruah.

Tak jarang Novi menemukan kasus kasus penggunaan narkotika dan zat berbahaya dalam pelayanannya kepada remaja setingkat SMU di daerah Guntung. Jika ketemu kasus seperti ini Novi melakukan pendekatan personal dan juga keagamaan. Hampir dalam setiap kesempatan pembinaan remaja, sebelum bubar Novi mengajak anak anak binaannya untuk bershalawat. “ semoga dengan bershalawat keimanan mereka semakin kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan kondisi lingkungan yang negatif. “ demikian tutur gadis berhijab ini kepada sorotkepri.com.

Zurly Novi Razali, SKM bersama anak dampingan

Remaja remaja di Sei Guntung menurut Novi yang terkena pengaruh negatif di karenakan berbagai sebab. “ Ada karena penyalahgunaan NAPZA, Ada yang karena pengaruh lem, jadi syarafnya rusak. Ada yang karena minum minuman oplosan. Ada juga yang karena minum komix berlebihan melewati batas yang di anjurkan. Anak anak SD juga sudah ada yang terang terangan merokok. Ada yang sampai cacat karena kegiatan negatif ini. “ demikian Novi menjelaskan.

Penyebabnya juga karena berbagai hal . “ Terkadang karena pergaulan. Ada juga karena keluarga sudah cuek terhadap si anak karena sudah tidak terkendali lagi. Ada juga yang karena pengaruh internet. Kita dari tenaga kesehatan hanya bisa memberikan penyuluhan,efek dan bahayanya. Dari sekolah juga punya peraturan tegas yang melarang penggunaan NAPZA buat para siswa. Penyampaian tidak hanya ke siswa nya saja kita juga libatkan keluarga nya. “ demikian Novi menjelaskan pekerjaannya.

“Kita juga ada konselor sebaya yang sudah kita bina. Mereka yang lebih tahu tentang teman teman mereka yang punya masalah. Dari konselor sebaya kita tenaga kesehatan bisa tahu masalah apa yang teman teman mereka alami dan bisa kita bahas dan tindak lanjuti dengan bekerjasama dengan sekolah dan polisi jika ada berkenaan dengan penggunaan napza. “ panjang lebar Novi yang masih single ini menjelaskan.

Pindah dari kota Batam tempatnya menimba ilmu dan kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri, ternyata juga bukan hal gampang bagi Novi. Proses penyesuaian dirinya sembuat membuat dirinya terombang ambing. Namun Novi memantapkan diri dan pada akhirnya justru menjadi betah dan kerasan bekerja dan mengabdi di daerah Guntung, mengingat Guntung tak sama dengan Batam yang ramai dan metropolitan.

Namun senyuman indah sang Ibunda bagi Novi ibarat vitamin semangat yang mampu melawan segala keletihan. Meskipun terkadang tak jarang harus terjun ke pedalaman dan tempat terpencil, Novi menjalani dengan keikhlasan dan ketabahan. Salut Buat Novi, yang sebenarnya masih remaja juga ini. Kamu bagaimana?

Zurly Novi Razali, SKM

Sumber sorotkepri.com

Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung, “Ubah Stigma Negatif Penderita Kusta”

Saat sebagian besar masyarakat jijik dan menjauhi penyakit kusta, Tim Nusantara Sehat justru sebaliknya, kami melakukan sosialisasi perawatan kusta.

Penyakit Kusta merupakan penyakit menular yang menyerang kulit, sistem syaraf perifer, selaput lendir pada saluran perapasan atas dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yang berkembang di dalam tubuh.

Umumnya masyarakat menghindari pada penderita penyakit ini. Bahkan ada yang menyebutnya seperti penyakit kutukan. Stigma ini akan membuat orang yang memiliki penyakit kusta, hidupnya seakan menjadi terpinggirkan dan cenderung berkoloni.

Saat sebagian besar masyarakat menganggapnya jijik dan menjauhi penyakit kusta atau lepra ini, Tim Nusantara Sehat justru bersikap sebaliknya untuk melakukan sosialisasi perawatan kusta.

Dalam kegiatannya di Aula UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/06/2017) Ns. Hendri Hardi Wiradinata, S.Kep (Tim Nusantara Sehat) mejelaskan tujuan dari kegiatan tersebut kepada pasien/ keluarga pasien untuk mengetahui cara perawatan penyakit tersebut.

“Acara hari ini, sosialisasi tentang perawatan kusta di rumah. Sasaran pasien kusta dan keluarganya tujuannya untuk mengetahui apa itu kusta, penyebab, dan cara penularannya. Kami sampaikan juga bagamana cara pengawasan minum obat pada penderita, sehingga dapat mereka lakukan perawatan sederhana dirumah agar tidak terjadi komplikasi lebih parah dari penyakit tersebut.”  ujar Hendri.

Sosialisasi yang dilakukan dengan cara penyampaian materi oleh tenaga kesehatan kepada pasien, keluarga pasien dan masyarakat dengan media powerpoint kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sementara untuk pelayanan kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung juga membuka pos pemeriksaan baik di puskesmas induk, puskesmas pembantu di desa maupun kelurahan.

Penderita kusta yang tak melakukan self care memiliki resiko lebih tinggi mengalami kecacatan. Seringkali pula penderita kusta datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah dalam keadaan terlambat dan dalam keadaan cacat.

“Padahal penyakit ini dapat dicegah dengan cara melakukan budaya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di dalam kehidupan sehari-hari.” ungkap Hendri yang merupakan Perawat Tim Nusantara Sehat.

Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung (Bag.I)

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kemenkes sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung”, ujar Kepala Dinkes Kabupaten Inhil.

9 Desember setahun lalu adalah hari pertama kami ditempatkan di daerah ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sampai pada pembekalan. Sebagai bukti bahwa merah putih ada dihati kami. Mungkin disana masih banyak anak pemuda yang menginginkan pengabdian ini, namun belum mendapat kesempatan untuk andil mengikuti.

Bermodalkan ilmu yang diterima dari bangku kuliah yang menjadi bekal utama profesi. Ditambah dengan pengalaman berorganisasi dan  pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Sebanyak 6 profesi ini, Kementerian Kesehatan RI mengamanakan tugas ini di UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Membahagiakan memang..

Betapa tidak, hey kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seolah-olah mewujudkan cita-cita dari bangsa ini dengan memajukan kualitas hidup mereka di bidang kesehatan.  Semoga langkah pengabdian ini memberikan bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kuat. Bangsa yang benar-benar mencintai negeri dari karunia Tuhan yang mengagumkan.

Baiklah.. Jangan lama-lama yah intronya..

Melalui tulisan ini, kami sebenarnya hendak menyampaikan tentang sesuatu yang memberikan energi positif dari jalan tim Nusantara Sehat ini. Maaf ini sebagian orang menganggap pencitraan, “biarin deh, ambil manfaatnya silahkan”. Sebuah batu loncatan yang cukup memberi perubahan besar wajah dunia kesehatan Indonesia. Sebuah titik pertemuan yang tidak bisa diremehkan. Bagaimana tidak, kita dikumpulkan dari berbagai daerah dengan meninggalkan segala kenyaman untuk berpayah mengikuti program ini.

Setelah menerima pengumuman hasil seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pembekalan, kami dikumpulkan di Pusdikkes TNI AD Jakarta. 40 hari dilalui pelatihan baik materi dalam ruang maupun latihan fisik di lapangan, kurang lebih semacam tentara khusus kesehatan. Dipupuk di pembekalan tidak lain untuk mempersiapkan diri saat melaksanakan tugas di penempatan. Dan memang benar para alumni Pusdikkes atau Tim Nusantara Sehat ini menjadi survivor yang diakui masyarakat di tempat tugas.

“Saya mewakili masyarakat dan segenap jajaran pemerintah Kecamatan Kateman sangat bersyukur dengan adanya Nusantara Sehat di Kateman. Tim ini sangat kompak dan solid berbeda dengan program pemerintah yang sebelumnya. Program ini sudah dipersiapkan dari perekrutan dipilih orang-orang yang kuat oleh Kementerian Kesehatan.” Kata Camat Ketaman Bpk Marlis Syarif, S.Sos, MH.

Bekerja mengabdi di Sungai Guntung sama sekali tidak dikatakan mudah layaknya memasak mie instan. Membutuhkan proses, kesabaran, ketelitian dan tidak harus saklek dengan teori yang semestinya. Terdapat 3 Kelurahan dan 8 Desa di Kecamatan Kateman. Wilayah terdekat dari pusat kecamatan dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor, namun ada desa-desa yang terpisah daratan harus menggunakan transportasi perahu pompong. Belum lagi, tergantung dengan cuaca dan keadaan air sungai itu pasang atau surut. Masalah pelik jika terjadi kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Disamping itu jarak antara Kecamatan Kateman dengan Kota Kabupaten di Tembilahan yang cukup jauh sekitar 170km. Satu-satu alat transportasi untuk mengantar kesana menggunakan kapal Boat (kapal cepat spit). Memiliki penduduk 43.413 jiwa yang setara dengan jumlah penduduk Kabupaten di wilayah Jawa pada umumnya. Dapat dibayangkan tanahnya sangat luas. Tempat ini sangat dikenal sebagai kawasan perkebunan hamparan kelapa dan sering disebut  dengan julukan ‘Negeri 1000  Parit Hamparan Kelapa Terbesar di Dunia’.

Dua tahun penempatan serasa tak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kateman. Dalam waktu itu akan sia-sia jika tidak ada perubahan. Separuh waktu dari pengabdian Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung setidaknya sudah memberi warna wajah kesehatan.

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kementerian Kesehatan RI sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung. Memang jika berharap signifikan itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk melakukan perubahan tentunya ada langkah-langkah, apalagi perubahan besar pasti harus menggunakan langkah besar.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Bpk H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

Sejak saat itu kami bertekad bahwa langkah Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung ini tidak boleh terhenti hanya pada waktu penugasan saja. Harus ada sosok yang bisa meneruskan perjuangan kami, apabila nanti kita tinggalkan akan tetap terus tumbuh dan berkembang. Langkah itu adalah pembinaan kader yang nantinya akan melanjutkan program ini terus dilakukan demi menjaga eksistensi kesehatan dalam jangka panjang. Nama program tersebut adalah Laskar Nusantara Sehat Kateman.

Tercatat pada tanggal 28 Oktober 2016 secara resmi 300 kader Laskar Nusantara Sehat di Kateman dilantik oleh Kepala Dinas Kesehatan dihadapan masyarakat, dan dipastikan akan terus bertambah. Terdiri para remaja sekolah yang menjadi perpanjangan tangan kami dari program Puskesmas Sungai Guntung. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Nusantara Sehat setelah melalui pembinaan secara insentif selama 1 tahun.

“Ini menjadi langkah positif bentuk pencegahan terhadap penyimpangan seperti kenakalan remaja, maraknya penyalahgunaan narkoba, ngelem (menghisap lem), dan pelecehan seksual yang berpotensi tinggi pada remaja.” Ungkap Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Bpk Zainuddin, SKM.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sehingga para remaja berdaya dan berperilaku positif. Adapun materi yang kami latih yaitu tentang kesehatan, pendidikan, kesehatan reproduksi, napza, perilaku hidup bersih dan sehat, hiv/ims, dan kesehatan lingkungan. Hasil dari pengabdian  inilah yang menjadi pendobrak kualitas kesehatan masyarakat.

Perasaan kami sangat bersyukur dapat mengabdikan diri. Setengah waktu yang tersisa semoga dapat lebih memberi ruang untuk mengoptimalisasi tim kami bekerja disini.

“Saya profesi kesehatan masyarakat, namun enggan disebut profesi lebih tepatnya expert (keahlian). Jika ditanya bagaimana menerapkan keahlian saya ? jawabannya ya dimasyarakat. Kan sesuai judul kesehatan masyarakat..  “

Bubur Sempolet, Makanan Bergizi Khas Melayu

Bubur Sempolet, selain memiliki rasa yang enak dan unik, makanan ini memiliki manfaat kesehatan yang bagus karena kaya akan gizi.

Provinsi Riau ialah salah satu Daerah terbesar yang ada di Pulau Sumatera yang memiliki 12 Kabupaten/Kota dengan wilayah yang sangat luas.

Berbicara masalah budaya, Riau tak akan pernah ada habisnya. Provinisi yang memiliki potensi wisata yang indah ini selalu menjadi daya tarik setiap orang untuk mengunjunginya. Dilihat dari sejarahnya, Provinsi ini memiliki berbagai makanan khas yang unik. Ada beberapa makanan khas dari Riau yang sangat kental dengan budaya masyarakat, salah satu yang sangat menarik adalah Bubur Sempolet.

Makanan ini biasanya ditemukan pada masyarakat Melayu di Kabupaten Indragiri Hilir, Bengkalis, Meranti dan Siak. Tentunya asal-usul sejarahnya tidak jauh karena atas pengaruh budaya, lingkungan, kebiasaan masyarakat yang di daerahnya memiliki penghasillah sagu yang cukup besar. Menggunakan bahan dasar Sagu berisi sayuran dan berbagai seafod dengan rasa pedas sangat memanjakan lidah.

Selain memiliki rasa yang enak dan unik, makanan ini memiliki manfaat kesehatan yang bagus karena kaya akan gizi.

Berikut rincian kandungan gizi yang terdapat pada makanan sempolet :

1. Pakis mengandung Beta Karoten, Vitamin B Kompleks, Protein Nabati, Kadar Lemak yang rendah

2. Sagu mengandung Kabohodrat, Protein, Serat, Kalsium, Zat Besi

3. Udang mengandung Protein Hewani, Lemak Tak Jenuh, Vitamin B1, Vitamin A, Mineral Chitosan, Klorin, Iodin, Fosforun, dan Rendah Kalori.

4. Kerang mengandung Asalm Lemak Omega-3, Yodium, Protein, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Selenium, Magnesium Zink, Kaliuim, dan Zat Besi

5. Kangkung mengandung Protein, Zat Besi, Vitamin C, Lemak, Vitamin A, Karbihidrat, Fosfor, Serat, dan Kalsium

6. Siput Gonggong mengandung Karbohidrat, Protein, dan Lemak

Proses pengolahan makanan ini cukup sederhana yaitu tepung sagu di campurkan pada air mendidih sambil diaduk-aduk sampai mengental dan menjadi kuah. Lalu ditambahkan dengan sayuran serta ikan serta bumbu masakan sederhana. Proses pemasakan cukup hanya sekitar 15 menit saja lalu siap di hidangkan. Bahan makanan dari sagu ini di produksi sendiri oleh masyarakat dengan adanya kilang-kilang pengolahan sagu masayarakat di sekitar.

Bagi masyarakat membuat dan mengkonsumsi makanan ini tidak semata-mata hanya untuk mengenyangkan perut. Tak lain juga dapat melesttarikan budaya yang merupakan kearifan local yang terus dijaga untuk generasi yang selanjutnya.

Sumber dinkes.inhilkab.go.id

Fakta yang Kamu Musti Tahu Sebelum Berkarir Di Tim Nusantara Sehat

Salah satu program andalan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang Kesehatan yang eksis adalah Tim Based Nusantara Sehat.

Salah satu program andalan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang Kesehatan yang eksis adalah Tim Based Nusantara Sehat. Program ini di rekrut langsung dari Ring Satu kesehatan Indonesia, yakni sebut saja Kemenkes RI. Program ini dijalankan untuk mengatasi ketimpangan tenaga kesehatan yang terjadi.

Satu tim terdiri dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, ahli gizi, tenaga kefarmasian, tenaga kesling dan ahli laboratorium medik. Dengan berbasis tim, diharapkan dapat berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan langsung di masyarakat selama dua tahun.

Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota Tim Based Nusantara Sehat. Selain membutuhkan keahlian di bidang profesi, Nakes juga diharuskan  memiliki skill survevor, jiwa pengabdi, problem solver, dan agen perubahan.

Berikut ini 4 fakta menarik seputar Tim Based Nusantara Sehat.

  1. Seleksi Banyak Mengugurkan Calon Peserta

Langkah awal sebelum mengikuti program Nusantara Sehat ini, para calon diharuskan mendaftarkan melalui online di web nusantarasehat.kemkes.go.id. Proses seleksi ini merupakan seleksi administrasi yang dilakukan setiap calon peserta sebelum melalui proses selanjutnya. Sejak awal pembukaan program ini, banyak menjaring tenaga kesehatan dari berbagai daerah dari bermacam profesi.

Pada tahun 2015 telah ditempatkan Tim Nusantara Sehat Periode I sebanyak 142 orang di 20 puskesmas pada bulan Mei 2015 dan Tim Nusantara Sehat Periode II sebanyak 552 orang  di 100 puskesmas pada bulan Desember 2015.

Keberadaan Tim Nusantara Sehat nantinya akan memberi peningkatan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Kemudian pada tahun 2016 sebanyak 194 orang terpilih menjadi Tim Nusantara Sehat setelah melalui proses seleksi ketat. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar sebanyak 10.471 orang namun yang diterima hanya sekitar 2%. Dan yang belum banyak diketahui bahwa pada angkatan sebelumnya sekitar sebelas ribu pendaftar.

Selainitu, informasi yang disampaikanKepala PPSDM KemkesRI ,“Dari 7.700 yang daftar, yang diterima hanya 261 orang. Tandanya apa? Jadi Nusantara Sehat nggak gampang, seleksinya ketat,” tutur Usman usai melantik Nusantara Sehat angkatan ke-5 di Pusdikkes TNI AD, Jl Raya Bogot, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2016).

Beliau menambahkan bahwa Nusantara Sehat nantinya akan mengabdi di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar. Mereka juga akan ditempatkan di puskesmas daerah yang masih memiliki banyak masalah kesehatan.

  1. Pembekalan Bela Negara

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi (online) dan seleksi tahap II, setiap calon Tim Based Nusantara Sehat diwajibkan mengikuti pembekalan Bela Negara. TenagaKesehatan menjalani program pembekalan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Pusdikkes TNI AD) Jakarta. Pembekalan dilakukan terutama untuk mepersiapkan mental para peserta Nusantara Sehat sebelum ditempatkan.

Pengabdian 2 tahun di daerah pelosok tentunya membutuhkan kematangan takhanya dari sisi ilmu kesehatan saja tetapi juga ketangguhan dan disiplin.

“Mereka sebelumnya sudah berpendidikan, hanya ditambah materi disiplin, jiwa juang, loyalitas terhadap tugas. Loyalitas terhadap bangsa. Jadi intinya materi ini adalah mental, fisik, dan ideologi. Orang pintarnya bagaimanapun, kalau tidak punya loyalitas terhadap Negara akan jadi bagaimana. Selepas dari pembekalan materi ini, para peserta akan menjalankan tugas sebagai petugas kesehatan di wilayah perbatasan atau daerah tertinggal selama 2 tahun,”kata Dan Kodiklat TNI AD saat melantik peserta Pembekalan Nusantara Sehat gelombang I tahun 2016.

  1. Penempatan Tugas di DTPK dan DBK

Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) adalah sasaran penempatan Program Tim Based Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indenesia sejak awal perencanaan. Lokasi penempatan tersebut berada di seluruh Indonesia yang diputuskan hasil seleksi Kemenkes RI. Ingat, tempat tidak dipilih oleh masing-masing orang namun ditentukan oleh Panitia Seleksi. Jadi harus  siap ditempatkan dimana saja, selagi masih NKRI. Aksitim Nusantara Sehat bukan hanya pada kesehatan tapi juga aktif bekerja sama dengan masyarakat lokal dalam membangun daerah.

  1. Pasca Pengabdian Nusantara Sehat

Beberapa calon pendaftar Nusantara Sehat pasti bertanya-tanya,”Nanti setelah 2 tahun pengabdian terus bagaimana? Apakah mau diangkat menjadi Pegawai?”.  Munculnya pertanyaan tersebut justru pada calon (belum sama sekali menjalani pengabdian). Jika kita jujur ingin mengabdi, pastinya akan fokus pada aksi dalam menjalankan tugas bukan mengharap-harap penghargaan yang ingin diterima.

Seperti yang disampaikan Ibu Menteri Kesehatan. Kita memiliki negara yang diperoleh dengan perjuangan. Kini kita harus loyal kepada negara. Ini bukan angkat senjata tapi otak,” kata Nila dalam “Public Expose Nusantara Sehat” di Usmar Ismail, Jakarta (12/1/2017).