Kuliah Online Picu Stress Pada Mahasiswa
Berdasarkan penelitian, mahasiswa cenderung mengalami stres karena tidak dapat beradaptasi dengan kuliah online
Latest posts by Labbaika Nurmadani (see all)

Penemuan kasus pertama Covid-19 di Indonesia terjadi pada bulan Maret 2020, hingga saat ini kasus konfirmasi Covid-19 telah menyentuh angka 735.124 per 30 Desember 2020. Angka kasus Covid-19 selalu mengalami kenaikan setiap harinya, kenaikan tertinggi mencapai 8.000 kasus.

Adanya Covid-19 ini mendorong pemerintah mengeluarkan anjuran untuk stay at home dilanjutkan dengan work from home tak terkecuali bidang pendidikan. Dengan alasan keselamatan bagi seluruh siswa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah sistem perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan jarak jauh. Hal ini pastinya memiliki efek positif dan negatif terutama terhadap mahasiswa. Mahasiswa yang terbiasa berkuliah secara langsung, terpaksa menerima pembelajaran dari rumah yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Pembelajaran dari rumah atau lebih sering disebut kuliah online, bagi mahasiswa menuai pro dan kontra. Mahasiswa ada yang merasa lebih nyaman kuliah online tetapi ada juga yang merasa kesulitan untuk mengikutinya. Perubahan metode pembelajaran mengharuskan mahasiswa untuk segera beradaptasi. Namun, nyatanya belum semua mahasiswa dapat beradaptasi dengan mudah pada kondisi ini, yang ada justru menimbulkan masalah stress.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rizky Muharany Putri pada 2020, mahasiswa cenderung mengalami stres karena tidak dapat beradaptasi dengan kuliah online. Seseorang yang mengalami stress menjadi lebih mudah panik, mudah marah, susah tenang, sedih dan tertekan, mudah tersinggung, tidak antusias, merasa tidak berharga, takut tanpa alasan, berkeringat berlebihan, cemas dan sulit berkonsentrasi.

BACA JUGA:  Unjuk Rasa VS COVID-19

Dari semua tanda tersebut, yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah perasaan cemas dan panik. Stres mental juga dapat menimbulkan stres fisik yaitu gangguan kesehatan seperti kurang nafsu makan, kelelahan, insomnia, back pain, sakit kepala, masalah pencernaan dan pernafasan, dan denyut jantung meningkat.

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Livana pada 2020, menunjukkan bahwa penyebab utama stres pada mahasiswa dikarenakan tugas pembelajaran selama kuliah online serta faktor lain seperti bosan di rumah saja, proses pembelajaran yang mulai membosankan, tidak dapat bertemu orang yang disayang, tidak dalam mengikuti pembelajaran akibat keterbatasan dan lainnya.

Mahasiswa merasa tugas pembelajaran yang diberikan lebih banyak dan harus dikerjakan dengan waktu yang lebih cepat dari kuliah biasanya. Stres semakin bertambah ketika tidak bisa bertemu dengan orang yang disayangi dan hanya melakukan kegiatan yang sama secara terus menerus dirumah.

Stres tersebut dapat berdampak pada daya tahan tubuh dan produktivitas yang menurun. Seringkali mahasiswa yang mengalami stres jatuh sakit yang membuat mereka semakin ketinggalan pembelajaran. Mereka akan semakin stres ketika harus mengejar ketertinggalannya.

Selain itu, produktivitas mahasiswa juga akan menurun akibat tidak dapat melakukan kegiatan rutin seperti biasanya. Mahasiswa akan menghindar dari faktor penyebab stres dengan meninggalkan beberapa tanggung jawab yang dimiliki, seperti memilih bolos kuliah atau berhenti dari kegiatan rutin sebagai mahasiswa

Mahasiswa sebaiknya dapat mengelola stres sehingga dapat melaksanakan tanggung jawab dengan baik. Mahasiswa yang mengalami stres dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasinya seperti dengan melakukan rekreasi ke tempat yang lebih damai untuk menenangkan dirimu dari semua hal. Mereka juga dapat mengambil waktu istirahat sejenak dari kesibukan yang dapat diisi dengan menikmati hobi yang disukai seperti menonton atau mendengarkan musik, dan menikmati waktu lebih banyak dengan keluarga, teman dan sahabat.

BACA JUGA:  Ini Alasan Kenapa Anak Kesmas Kudu Melek Media Sosial

Cara yang dapat dilakukan untuk manajemen stres yaitu terus menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan teman, memiliki waktu tidur yang cukup, makan makanan sehat, lakukan aktivitas fisik rutin, atur jadwal dengan bijak, berikan waktu istirahat sejenak, dan mengetahui gejala stres pada diri sendiri serta mencari pertolongan jika tidak mampu mengatasinya.

Dengan uraian di atas, maka diharapkan selama perkuliahan masih menggunakan sistem daring ini mahasiswa tetap mampu dan bersemanagat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, sehingga tidak mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa.

Daftar Pustaka

  • Putri et al. Hubungan Pembelajaran Jarak Jauh dan Gangguan Somatoform dengan Tingkat Stres Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior. 2020; 2(1): 38-45
  • PH Livana, Mubin MF, Basthomi Y. Tugas Pembelajaran Penyebab Stres Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa. 2020; 3(2): 203-208.
  • Waldenu.edu. 2020. Nine Stress Management Tips For Successful Online Learning. [online] Available at: <https://www.waldenu.edu/programs/resource/nine-stress-management-tips-for-successful-online-learning> [Accessed 21 December 2020].
(Visited 89 times, 1 visits today)

Sharing is caring!