Pelayanan penyakit kronis merupakan bagian penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) umumnya berlangsung dalam jangka panjang sehingga membutuhkan pemantauan dan pengelolaan secara berkelanjutan.
Beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, serta penyakit pernapasan kronis. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular memiliki durasi panjang dan dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku.
Pelayanan penyakit kronis tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi pasien, edukasi mengenai pola hidup sehat, serta tindak lanjut sesuai kebutuhan merupakan bagian penting dalam pengelolaan penyakit kronis.
Mengapa Pelayanan Penyakit Kronis Penting?
Penyakit kronis membutuhkan perhatian dalam jangka panjang karena kondisi pasien dapat berubah dari waktu ke waktu. Pemantauan secara berkala membantu tenaga kesehatan mengetahui perkembangan kondisi pasien dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.
WHO menjelaskan bahwa pengelolaan penyakit tidak menular mencakup deteksi, skrining, pengobatan, serta pelayanan yang diperlukan sesuai kondisi pasien. Pendekatan pelayanan kesehatan primer juga berperan penting dalam mendukung deteksi dini dan penanganan tepat waktu.
Hal ini membuat pelayanan penyakit kronis menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang telah memiliki penyakit seperti hipertensi atau diabetes maupun mereka yang mempunyai faktor risiko.
Pemeriksaan dalam Pelayanan Penyakit Kronis
Jenis pemeriksaan dalam pelayanan penyakit kronis dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Pemeriksaan yang umum dilakukan dapat meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan berat badan, pemeriksaan kadar gula darah, serta pemeriksaan lain berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Pemeriksaan tersebut bukan berarti semua pasien harus mendapatkan jenis pemeriksaan yang sama. Tenaga kesehatan akan menentukan pemeriksaan yang diperlukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Pada pasien dengan diabetes, misalnya, pemantauan kadar glukosa merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan penyakit. Sementara pada hipertensi, pemantauan tekanan darah menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah pasien.
WHO juga merekomendasikan pendekatan terpadu dalam pelayanan primer untuk pengelolaan diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit pernapasan kronis.
Edukasi Kesehatan Menjadi Bagian Penting
Pelayanan penyakit kronis sebaiknya tidak berhenti pada pemeriksaan. Edukasi kesehatan membantu pasien memahami kondisi yang sedang dialami dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung pengendalian penyakit.
Edukasi dapat membahas pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan terhadap pengobatan, pemeriksaan rutin, serta kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan.
WHO memiliki materi edukasi mengenai pengelolaan hipertensi dan diabetes yang mencakup pola hidup sehat, kebiasaan makan sehat, aktivitas fisik, penggunaan obat, serta pencegahan komplikasi.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit kronis membutuhkan keterlibatan aktif pasien dalam menjaga kesehatannya sehari-hari.

Peran Pola Hidup dalam Pengendalian Penyakit Kronis
Pola hidup merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kebiasaan seperti kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan penggunaan tembakau termasuk faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular.
Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan. Aktivitas fisik yang sesuai kemampuan, pola makan sehat, tidak menggunakan tembakau, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Namun, bagi seseorang yang sudah memiliki penyakit kronis, perubahan pola hidup sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan anjuran tenaga kesehatan.
Pentingnya Kepatuhan terhadap Pengobatan
Pasien penyakit kronis yang mendapatkan obat dari tenaga kesehatan perlu mengikuti petunjuk penggunaan obat. Pengobatan tidak sebaiknya dihentikan, diganti, atau diubah dosisnya tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi salah satu bagian dari pengelolaan penyakit kronis karena pasien membutuhkan pemantauan dalam jangka panjang.
Selain itu, pasien perlu menyampaikan kepada tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan, efek samping obat, atau kesulitan dalam mengikuti pengobatan.
Pelayanan Penyakit Kronis di Tingkat Pelayanan Kesehatan Primer
Pelayanan kesehatan primer mempunyai posisi penting dalam pengelolaan penyakit kronis karena menjadi salah satu akses utama masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
WHO menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan primer dapat digunakan untuk mendukung deteksi dini, pengelolaan faktor risiko, serta penanganan penyakit tidak menular. Pendekatan tersebut juga membantu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Di Indonesia, pengelolaan penyakit kronis juga dikenal melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dalam pelayanan JKN. WHO mencatat bahwa PROLANIS mendukung pengelolaan pasien dengan diabetes dan hipertensi melalui konsultasi medis, pemantauan status kesehatan, pemeriksaan tertentu, dan kegiatan pendukung lainnya.
Kementerian Kesehatan juga mendokumentasikan kegiatan Klub PROLANIS yang memberikan pelayanan kepada pasien hipertensi dan diabetes, termasuk pelayanan dokter, pemeriksaan penunjang, pelayanan obat, serta pemantauan status kesehatan.
Pasien dan Keluarga Sama-Sama Berperan
Pengelolaan penyakit kronis tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Pasien dan keluarga juga mempunyai peran penting.
Keluarga dapat membantu mengingatkan jadwal pemeriksaan, mendukung kepatuhan pengobatan, serta membantu menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat.
Dukungan tersebut menjadi semakin penting karena penyakit kronis membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan ketika muncul keluhan.

Salah satu alasan pemeriksaan rutin penting adalah karena beberapa penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. WHO menjelaskan bahwa seseorang dapat memiliki penyakit tidak menular atau faktor risiko tanpa menunjukkan gejala sampai kondisinya berkembang lebih jauh.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Jika ditemukan hasil yang memerlukan perhatian, tenaga kesehatan dapat memberikan arahan mengenai pemeriksaan atau penanganan selanjutnya.
Masyarakat yang memiliki penyakit kronis maupun faktor risiko sebaiknya tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan, disertai pola hidup sehat dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan.
Referensi :
https://puskesmaskuta2.badungkab.go.id/berita/59926-kegiatan-pronalis
https://upk.kemkes.go.id/new/klub-prolanis-upk-berteman-dengan-hipertensi-dan-diabetes-melitus
https://www.who.int/publications/b/68297
Artikel ini telah direview oleh :
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah
Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000
Author Profile

-
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Latest entries
Berita KesehatanAgustus 22, 2026Pelayanan Penyakit Kronis: Pentingnya Pemeriksaan Rutin untuk Menjaga Kesehatan
Berita KesehatanAgustus 22, 2026Puskesmas Rajapolah Gelar Pelayanan Penyakit Kronis di Desa Manggungjaya, Peserta Prolanis Antusias
Berita KesehatanAgustus 17, 2026Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren: Membangun Kemandirian Kesehatan di Lingkungan Pesantren
Berita KesehatanAgustus 17, 2026Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren At-Taqwa: Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi PHBS bagi Santri



