
Stunting saat ini masih menjadi isu nasional yang masih terus kita cari solusinya bersama. Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat dari gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Dampaknya, dalam jangka pendek anak stunting akan memiliki imunitas yang rendah, mudah sakit dan memiliki pertumbuhan yang terhambat. Sedangkan dalam jangka panjang, stunting dapat menyebabkan fungsi kognitif anak tidak optimal sehingga berpengaruh terhadap prestasi akademik yang buruk, produktivitas yang rendah dan peningkatan resiko terkena penyakit degeneratif dan obesitas ketika dewasa.
Di tahun 2023 prevelensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya sebesar 10,7% mengalami penurunan prevelensi dari tahun sebelumnya yaitu 14,22%. Angka tersebut berada dibawah cut off stunting yang telah ditetapkan WHO yaitu 20% sehingga stunting di Kabupaten Tasikmalaya tergolong pada masalah kesehatan sedang (10 – < 20%). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya stunting. Sehingga, intervensi yang dilakukan juga tidak hanya berfokus pada satu faktor penyebab, melainkan intervensi yang dilakukan haruslah dengan pendekatan multifaktor dan berkolaborasi dengan multisektor. Selama ini intervensi terkait stunting dilakukan baik secara spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik yaitu mengatasi masalah melalui pendekatan gizi dan kesehatan yang menjadi penyebab masalah secara langsung misalnya melalui pemberian makanan tambahan (PMT), konsumsi TTD pada remaja dan ibu hamil, ASI Eksklusif, dll. Sedangkan intervensi sensitif yaitu penanganan melaui penyebab tidak langsung dan kebanyakan dilakukan melalui pendekatan lintas sektor seperti penyediaan jamban dan saluran air yang bersih, edukasi dan perbaikan pola asuh, pemberian bantuan sosial dan lain sebagainya.

Pada Jum’at 05 Juli 2024 – Dalam rangka HUT Bhayangkara yang ke-78, POLRES Tasikmalaya berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Tinewati tengah mengadakan acara “Bakti Sosial Pencegahan Stunting” yang diikuti oleh setidaknya 50 peserta yang terdiri dari 20 orang balita stunting, 5 orang balita wasting dan 25 orang ibu hami KEK. Kegiatan yang diselenggan berupa pemberian bantuan paket sembako kepada masyarakat dan acara diadakan di aula UPTD Puskesmas Tinewati.
Acara berlangsung dengan lancar, dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak terkait. Yang pertama sambutan disampaikan dari perwakilan dari UPTD Puskesmas Tinewati yaitu Ibu Emilia Sukmawati. S.Tr.Keb selaku Kasubag Tata Usaha, beliau menyampaikan ucapan terimaksih kepada para peserta ibu hamil dan balita perwakilan dari berbagai desa diantarnya dari Desa Cipakat, Cikunten, Singasari, Sukaasih dan Sukaherang yang telah berkenan hadir pada kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan. Selanjutnya sambutan disampaikan perwakilan pihak kecamatan yaitu bapak Aep Saepul Alam, S.Ag selaku kasubbag bidang kepegawaian, beliau mengucapkan terimakasih dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan serta berharap agar kegiatan seperti ini agar dapat terus diaadakan setiap tahunnya.

“Semoga program berkelanjutan ada setiap tahun, untuk mendekatkan masyarakat & kepolisian, dan dapat menjadi silsilah untuk kita semua, baik dilaksanakan pada hari jum’at menjadi jum’at barokah.” ujar bapak Aep.
Yang terakhir sambutan disampaikan oleh perwakilan dari Kapolsek Kecamatan Singaparna yaitu Bapak AKP Roni Suhartono, S.E, M.H, beliau menyampaikan bahwa bantuan yang diperoleh merupakan bantuan yang diturunkan oleh Kapolda. Bantuan baksos tersebut diberikan kepada masyarakat dengan tujuan sebagai upaya pencegahan stunting karena sangat peduli kepada masyarakat terutama pada anak-anak karena merupakan penerus bangsa sehingga sebisa mungkin harus sehat, kuat, dan pintar.
Setelah sesi sambutan selesai, kegiatan dianjutkan pada kegiatan utama yaitu pembagian bantuan sembako kepada peserta beserta dokumentasi kegiatan dan ditutup dengan do’a bersama. Acara berlangsung selama kurang lebih 2 jam lamanya, Ada yang menarik dalam acara kegiatan kali ini yaitu masalah stunting sejatinya bukan hanya menjadi tanggung jawab kesehatan tapi tanggung jawab bersama.
Sehingga dari terselenggaranya acara tersebut diharapkan mudah mudahan bisa memberikan dampak yang baik kepada peserta dan semoga acara seperti ini dapat diselenggarakan berkelanjutan.




Thanks Kak infonya, mantap👍