Tanggap Cegah Stunting, Puskesmas Sariwangi Bentuk Posyandu Remaja

Tahukah Anda jika stunting adalah salah satu permasalahan kesehatan prioritas?. Stunting sudah menjadi permasalahan yang disorot baik tingkat nasional maupun internasional.

Faktanya Indonesia menjadi negara peringkat ke-27 kasus stunting terbanyak dari 154 negara. Angka stunting Indonesia berdasarkan SSGI 2022 mencapai 21,6% yang mana melebihi anjuran WHO yakni kurang dari 20%.

Perlu Anda ketahui bahwa stunting adalah salah satu permasalahan pertumbuhan pada anak yang dapat mempengaruhi kualitas generasi kedepannya. Tak heran jika banyak program pemerintah yang dikerahkan untuk mengatasi permasalahan ini.

Menurut WHO, stunting adalah permasalahan berupa terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kondisi kurang gizi yang berlanjut lama dan infeksi yang berulang. Karakteristiknya dapat dilihat melalui pertumbuhan tinggi badan anak dan perkembangan  kognitifnya yang cenderung lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak seumurannya.

Hal lain yang menarik adalah, stunting juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan orang tua. Orang tua yang sehat dan teredukasi akan menurunkan risiko kelahiran anak dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Kondisi BBLR ini merupakan salah satu penyebab stunting secara tidak langsung.

Gambar 1. Masalah Gizi dalam Siklus Kehidupan | Sumber : Rajagapalan, S., 2003 dalam Pritasari et al., 2017)

Stunting memang menjadi permasalahan yang kompleks karena dapat dipengaruhi oleh berbagai siklus kehidupan manusia. Tidak hanya pertumbuhan masa bayi dan balita anak saja, melainkan kesehatan orang tua pada masa remaja dan dewasa juga berpengaruh pada fenomena stunting.

Salah satu program pencegahan stunting yang terus digalakkan adalah posyandu remaja. Seperti posyandu balita dan lansia, posyandu remaja juga menitikberatkan pada pemantauan dan pencegahan permasalahan secara langsung di desa-desa. Apakah sudah ada posyandu remaja di desa Anda?

Puskesmas Sariwangi, menjadi salah satu puskesmas yang memperhatikan tindakan pencegahan stunting. Hari Selasa, 9 Juli 2024 telah dilaksanakan pembukaan Posyandu Remaja Desa Sariwangi di Gor Desa Sariwangi. Peserta yang hadir meliputi remaja putri maupun remaja putra Desa Sariwangi.

Bukan hanya sekedar peresmian pembukaan, agenda tersebut diisi dengan pemeriksaan Hb (hemoglobin) para peserta. Pemeriksaan ini dilakukan untuk deteksi dini adanya gejala anemia. Tak hanya pada remaja putri yang akan mengalami menstruasi, pemeriksaan juga dilakukan pada remaja putra mengingat beragamnya penyebab maupun kerugian dari anemia.

Gambar 2. Pemeriksaan Hb Posyandu Remaja Desa Sariwangi

Lalu apa keterkaitan antara anemia dengan stunting?. Hal ini menitikberatkan pada keterkaitan antar siklus kehidupan. Sebagai contoh, remaja putri anemia dapat memperbesar risiko anemia ketika masa kehamilan dan risiko kelahiran anak dengan BBLR.

Selain pemeriksaan, edukasi terkait PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta manfaat TTD (Tablet Tambah Darah) juga diberikan. Penyampaian materi dilakukan oleh Adam Akbar Maulana, S.K.M. selaku petugas Puskesmas Sariwangi.

PHBS mungkin menjadi hal yang kurang diperhatikan dalam keseharian. Namun tahukah Anda seberapa pentingnya hal tersebut?. PHBS menjadi tameng pertama yang dapat dibangun untuk melawan ancaman kesehatan terutama penyakit menular.

Sama pentingnya dengan PHBS, TTD menjadi salah satu langkah pencegahan maupun penanganan anemia baik untuk remana putri maupun remaja putra. Anda tak perlu khawatir, setiap posyandu remaja akan menyalurkan TTD secara gratis untuk dikonsumsi.

Isi agenda pembukaan Posyandu Remaja Desa Sariwangi telah menggambarkan betapa bermanfaatnya kegiatan posyandu remaja. Keberlanjutan kegiatan Posyandu Remaha Desa Sariwangi ini terus diharapkan dan didukung oleh Kepala Desa Sariwangi. Secara tidak langsung Desa Sariwangi bersama Puskesmas Sariwangi telah mengambil langkah untuk mempersiapkan generasi sehat kedepannya.

Bagaimana dengan Anda sendiri, teman, kerabat, atau anak Anda? Apakah sudah rutin mengikuti posyandu remaja? Apakah sudah menerapkan langkah pencegahan stunting lainnya? Tuangkan pengalaman atau kendala Anda di kolom komentar!

Generasi sehat, untuk Indonesia lebih baik!

Yuk Share Postingan Ini:

Comments

6 responses to “Tanggap Cegah Stunting, Puskesmas Sariwangi Bentuk Posyandu Remaja”

  1. infonyaa lengkappp bangett sukaa!!

  2. Sangat nengedukasi👍🔥

  3. wah baru tahuu thankyouu

  4. terimakasii infonyaa 😇

  5. rnuradzania Avatar
    rnuradzania

    Wah baru tau ada posyandu remaja, nice info👍

  6. Sangat insightful, terima kasih!!💚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu Dinkes Kab Tasikmalaya FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kader Posyandu Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis