Ketika mendengar kata Posyandu, mungkin yang langsung terbayang adalah kegiatan menimbang bayi dan balita. Padahal, Posyandu memiliki peran yang lebih luas dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Di balik kegiatan Posyandu, ada kader yang membantu menjalankan berbagai kegiatan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kompetensi kader Posyandu menjadi salah satu hal yang penting untuk terus diperkuat.
Melalui orientasi dan pembinaan, kader dapat terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memahami bagaimana menjalankan perannya sesuai dengan tugas dan kompetensinya.
Kader Posyandu Bukan Sekadar Membantu Kegiatan
Kader merupakan bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Kedekatannya dengan masyarakat membuat kader memiliki kesempatan untuk membantu menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.
Kementerian Kesehatan menempatkan penguatan peran kader sebagai salah satu bagian dari transformasi layanan primer. Fokusnya antara lain memperkuat upaya promotif dan preventif, edukasi masyarakat, skrining, serta meningkatkan kapasitas pelayanan primer termasuk Puskesmas dan Posyandu.
Artinya, kader tidak hanya hadir ketika Posyandu dibuka. Perannya juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat mendapatkan edukasi dan terdorong untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.
Mengapa Kompetensi Kader Perlu Terus Dikembangkan?
Menjadi kader tentu bukan berarti harus mengetahui semua hal tentang kesehatan. Justru, kader perlu mendapatkan pembinaan agar memahami pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugasnya. Dengan begitu, kader dapat memberikan informasi secara tepat dan mengetahui kapan suatu kondisi perlu disampaikan atau dirujuk kepada tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan telah memiliki Pelatihan Keterampilan Dasar Kader Posyandu. Kompetensi yang dikembangkan mencakup pengelolaan Posyandu, pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil dan ibu menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, masyarakat usia produktif dan lanjut usia, serta komunikasi efektif.
Dari sini kita bisa melihat bahwa kebutuhan kompetensi kader cukup luas. Posyandu kini tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia, tetapi mendukung pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup.
Pembinaan Menjadi Ruang untuk Belajar Bersama
Orientasi pembinaan Posyandu bukan sekadar kegiatan mendengarkan materi. Kegiatan seperti ini dapat menjadi kesempatan bagi kader untuk memahami kembali tugasnya, bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai kondisi yang ditemui di lapangan, dan meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelayanan.
Salah satu keterampilan yang penting adalah komunikasi efektif. Informasi kesehatan yang benar akan lebih mudah diterima ketika disampaikan dengan bahasa yang sederhana, ramah, dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Kader juga perlu mampu mendengarkan pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat tanpa menghakimi. Dengan komunikasi yang baik, kader dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dengan pelayanan kesehatan.
Mendukung Promosi Kesehatan dan Pencegahan PTM
Kompetensi kader juga dapat mendukung kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Kader dapat membantu mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.
Hal ini penting karena beberapa penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, dapat berkembang tanpa keluhan yang dirasakan sejak awal. Namun, perlu diingat bahwa kader bukan pengganti tenaga kesehatan. Kader menjalankan tugas sesuai kompetensinya. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, masyarakat perlu diarahkan kepada tenaga kesehatan.
KIA dan Gizi Tetap Menjadi Bagian Penting
Posyandu juga memiliki peran dalam mendukung kesehatan ibu, bayi, dan balita. Kader dapat membantu mengajak ibu dan keluarga mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan, membantu pelaksanaan kegiatan sesuai keterampilannya, serta menyampaikan informasi dasar yang telah diperoleh melalui pembinaan.
Dalam pelatihan keterampilan dasar kader, pelayanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta bayi dan balita menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dipelajari. Begitu juga dengan pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak. Kader dapat membantu kegiatan sesuai dengan keterampilannya, sementara kondisi yang membutuhkan penilaian lebih lanjut tetap perlu ditangani oleh tenaga kesehatan. Hal ini membuat koordinasi antara kader dan tenaga kesehatan menjadi sangat penting.
Tidak Hanya Bayi dan Balita

Salah satu hal yang menarik dari perkembangan Posyandu saat ini adalah cakupan pelayanannya yang semakin luas.
Kementerian Kesehatan mengembangkan pendekatan pelayanan berdasarkan siklus hidup, sehingga perhatian terhadap kesehatan tidak hanya diberikan kepada bayi dan balita, tetapi juga ibu hamil, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Karena itu, kader juga perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan kelompok masyarakat yang dilayani. Kader yang memahami cara berkomunikasi dengan berbagai kelompok usia akan lebih mudah menyampaikan pesan kesehatan yang relevan dan mudah dipahami.
Pembinaan Tidak Berhenti pada Satu Pertemuan
Meningkatkan kompetensi kader tentu bukan sesuatu yang selesai hanya dengan satu kali orientasi. Pengetahuan dan kebutuhan kesehatan masyarakat terus berkembang. Karena itu, pembinaan, pendampingan, dan peningkatan keterampilan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Kementerian Kesehatan sendiri telah mengembangkan 25 keterampilan dasar kader Posyandu bidang kesehatan, yang mencakup pengelolaan Posyandu, komunikasi, pelayanan bayi dan balita, hingga keterampilan untuk berbagai kelompok usia. Ini menunjukkan bahwa kader memiliki ruang yang luas untuk terus belajar dan berkembang.
Kader Terampil, Posyandu Semakin Berdampak

Posyandu yang kuat tentu tidak berdiri sendiri. Ada dukungan dari Puskesmas, tenaga kesehatan, pemerintah desa atau kelurahan, pengelola program, masyarakat, dan tentunya para kader.
Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 juga mengatur mengenai Pos Pelayanan Terpadu sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan optimalisasi fungsi pelayanan di tingkat masyarakat.
Karena itu, pembinaan kader bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan individu. Lebih jauh, pembinaan merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kader tidak harus menjadi tenaga kesehatan untuk memberikan manfaat. Dengan kompetensi yang sesuai, kader dapat membantu memberikan edukasi, mendukung kegiatan pelayanan, mengenali kebutuhan masyarakat, dan mengarahkan masyarakat kepada tenaga kesehatan ketika diperlukan.
Pada akhirnya, Posyandu bukan hanya tentang menimbang balita. Di balik kegiatan Posyandu ada kader yang terus belajar, berkomunikasi, mendampingi, dan membantu masyarakat mendapatkan informasi serta pelayanan kesehatan.
Kader semakin terampil, pelayanan semakin kuat, dan Posyandu semakin berdampak bagi masyarakat.
Sumber:
- https://www.kemkes.go.id/id/layanan/transformasi-layanan-primer
- https://ditmutunakes.kemkes.go.id/index.php/detail-kurikulum-pelatihan/pelatihan-bagi-pelatih-keterampilan-dasar-kader-posyandu
- https://ayosehat.kemkes.go.id/media-kampanye-individu/buku—kurikulum-pelatihan-keterampilan-dasar-bagi-kader-posyandu
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/304630/permendagri-no-
Artikel ini sudah direview oleh:
Bani Srinurbani, S.K.M.
Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang
Puskesmas Cigalontang:
Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 46463
Author Profile
- Amelia Bahuwa adalah seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, psikologi, dan teknologi digital, dengan fokus pada pemanfaatan inovasi untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Latest entries
Berita KesehatanAgustus 16, 2026Bukan Hanya Menimbang, Ini Peran Penting Kader Posyandu Bagi Kesehatan Masyarakat
Berita KesehatanAgustus 16, 2026Orientasi Pembinaan Posyandu Kesehatan Tingkatkan Kompetensi Kader
Edukasi KesehatanAgustus 14, 20266 Tips Cegah Penyakit Tidak Menular, Jangan Tunggu Sakit!
Berita KesehatanAgustus 14, 2026Cegah PTM, Wujudkan Masyarakat Nanggerang Lebih Sehat



