Mengapa Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Produktif?

Penyakit kronis sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit pernapasan kronis juga dapat terjadi pada usia produktif.

Usia produktif bukan berarti seseorang terbebas dari risiko penyakit kronis. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. Beberapa faktor risiko tersebut dapat berkembang sejak usia muda dan memberikan dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

1. Pola Hidup Kurang Sehat

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular adalah pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan seperti kurang bergerak, pola makan tidak sehat, penggunaan tembakau, dan konsumsi alkohol yang berbahaya termasuk faktor risiko utama PTM menurut WHO.

Pada usia produktif, kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terkadang membuat seseorang kurang memperhatikan kesehatan. Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan faktor risiko penyakit.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama dapat membuat aktivitas fisik sehari-hari menjadi rendah. Kurang aktivitas fisik merupakan faktor risiko PTM dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.

Karena itu, meskipun seseorang masih muda dan aktif bekerja, tetap penting menyediakan waktu untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.

3. Pola Makan yang Tidak Seimbang

Kesibukan dapat membuat seseorang memilih makanan yang praktis tanpa memperhatikan keseimbangan gizinya. Konsumsi makanan yang tinggi garam, gula bebas, dan lemak tidak sehat secara berlebihan perlu dibatasi.

WHO merekomendasikan pola makan yang beragam dan seimbang, termasuk konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sesuai.

Pola makan yang lebih sehat dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular.

4. Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit kronis. Penggunaan tembakau berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru, dan kanker.

Kebiasaan merokok yang dimulai pada usia muda dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, usia produktif tetap perlu menjadi kelompok yang mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan penyakit akibat penggunaan tembakau.

5. Stres dan Beban Aktivitas

Usia produktif sering diisi dengan berbagai tanggung jawab, seperti pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan aktivitas sosial. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber tekanan atau stres.

Stres sendiri tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab penyakit kronis. Namun, kesehatan secara keseluruhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan kemampuan mengelola stres merupakan bagian dari pola hidup sehat.

Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, aktivitas, istirahat, dan waktu untuk diri sendiri dapat membantu seseorang menjalani kehidupan yang lebih sehat.

6. Kurang Memperhatikan Waktu Tidur

Kesibukan pekerjaan, penggunaan perangkat digital, maupun aktivitas lainnya dapat membuat sebagian orang memiliki pola tidur yang kurang teratur.

Tidur yang cukup merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Orang dewasa umumnya dianjurkan mendapatkan setidaknya 7 jam tidur secara teratur untuk mendukung kesehatan.

Jika seseorang mengalami gangguan tidur yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

7. Jarang Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Salah satu alasan penyakit kronis dapat tidak disadari pada usia produktif adalah karena seseorang merasa sehat sehingga jarang melakukan pemeriksaan.

Padahal, beberapa kondisi seperti hipertensi dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. WHO menyebutkan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala dan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi tersebut adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah.

Pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dapat membantu mengetahui kondisi tubuh dan faktor risiko sejak dini.

8. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Tidak semua faktor risiko penyakit kronis berasal dari kebiasaan sehari-hari. Faktor genetik juga dapat berperan.

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu dalam keluarga tidak otomatis akan mengalami penyakit yang sama. Namun, informasi mengenai riwayat kesehatan keluarga dapat menjadi salah satu hal yang perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan ketika melakukan pemeriksaan.

9. Lingkungan dan Kondisi Sosial

Lingkungan tempat tinggal dan bekerja juga dapat memengaruhi kesehatan. WHO memasukkan polusi udara sebagai salah satu faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan penyakit tidak menular.

Selain itu, kondisi sosial dan ekonomi dapat memengaruhi akses seseorang terhadap makanan sehat, aktivitas fisik, informasi kesehatan, dan pelayanan kesehatan.

Dengan demikian, pencegahan penyakit kronis tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan dan sistem pelayanan kesehatan.

Apa yang Bisa Dilakukan di Usia Produktif?

Mencegah penyakit kronis dapat dimulai sejak usia muda. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai kebutuhan.
  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
  • Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
  • Memperhatikan waktu dan kualitas tidur.
  • Mengelola stres dengan cara yang sehat.
  • Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki keluhan atau faktor risiko tertentu.

Kementerian Kesehatan RI juga memperkenalkan konsep CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Mengapa Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Produktif?

Referensi :

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/986255/gaya-hidup-sejak-usia-muda-pengaruhi-risiko-penyakit-tidak-menular

https://mediaindonesia.com/kesehatan/927271/kebiasaan-sehat-sejak-muda-bisa-kurangi-risiko-penyakit-tidak-menular-ini-alasannya

Artikel ini telah direview oleh :

Sri Nurjanah, S.K.M.

Staf Promkes Puskesmas Rajapolah

Puskesmas Rajapolah

Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Telp. (0265) 42000

Author Profile

Falina Kurniawati
Falina Kurniawati
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Yuk Share Postingan Ini:
Falina Kurniawati
Falina Kurniawati

Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial

Articles: 15

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *