10 Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

Penyakit kronis, terutama penyakit tidak menular (PTM), dapat berkembang dalam jangka panjang. Penyakit seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebiasaan dan pola hidup sehari-hari.

Sering kali, kebiasaan yang meningkatkan risiko penyakit kronis tidak terasa berbahaya karena dilakukan secara perlahan dan berulang. Padahal, menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu bagian penting dalam mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular. World Health Organization (WHO) menyebutkan penggunaan tembakau, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan penggunaan alkohol yang berbahaya sebagai faktor risiko utama PTM.

Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan.

1. Terlalu Sering Duduk dan Jarang Bergerak

Aktivitas sehari-hari yang lebih banyak dilakukan dengan duduk atau minim gerak dapat menyebabkan seseorang kurang melakukan aktivitas fisik.

Kurang aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. WHO menyebutkan bahwa orang yang tidak cukup aktif secara fisik memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Karena itu, penting untuk membiasakan tubuh tetap aktif sesuai kemampuan. Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berbagai kegiatan yang membuat tubuh bergerak dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik.

2. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam, Gula, dan Lemak

Kebiasaan memilih makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya juga dapat menjadi perhatian. Konsumsi makanan yang tinggi garam, gula, atau lemak secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap pola makan yang kurang sehat.

WHO merekomendasikan pola makan yang beragam dan seimbang, dengan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sesuai. Sementara itu, konsumsi garam/natrium, gula bebas, dan lemak tidak sehat perlu dibatasi.

Bukan berarti seseorang harus menghindari semua jenis makanan tertentu. Yang lebih penting adalah memperhatikan keseimbangan dan jumlah konsumsi dalam pola makan sehari-hari.

3. Sering Mengabaikan Aktivitas Fisik karena Kesibukan

Kesibukan pekerjaan atau aktivitas lainnya terkadang membuat olahraga dan aktivitas fisik menjadi hal yang mudah ditunda.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, seseorang dapat menjadi kurang aktif secara fisik. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang per minggu, atau jumlah aktivitas yang setara sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

Bagi orang yang sebelumnya jarang bergerak, aktivitas dapat ditingkatkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

4. Merokok atau Terpapar Asap Rokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang memiliki dampak serius terhadap kesehatan. WHO menyatakan bahwa tembakau menyebabkan lebih dari 7 juta kematian setiap tahun dan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru, serta kanker.

Paparan asap rokok juga perlu dihindari. Karena itu, tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan.

5. Menganggap Pemeriksaan Kesehatan Tidak Penting

Merasa sehat bukan berarti semua faktor risiko penyakit pasti tidak ada. Beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi, dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.

WHO menyebutkan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pengukuran tekanan darah diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kondisi tersebut.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dapat membantu mengetahui kondisi tubuh dan faktor risiko sejak dini.

10 Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis
6. Sering Mengabaikan Pola Istirahat

Istirahat merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Kebiasaan memiliki waktu tidur yang tidak teratur atau tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat memengaruhi kesehatan.

Kebutuhan tidur berbeda berdasarkan usia. Untuk orang dewasa, American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society merekomendasikan tidur 7 jam atau lebih per malam secara teratur untuk mendukung kesehatan.

Jika seseorang terus-menerus mengalami masalah tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

7. Tidak Memperhatikan Berat Badan

Berat badan bukan satu-satunya indikator kesehatan, tetapi kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular.

WHO menjelaskan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta beberapa jenis kanker.

Menjaga pola makan sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

8. Membiarkan Stres Berlangsung Tanpa Dikelola

Stres merupakan bagian dari kehidupan dan dapat muncul karena berbagai situasi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang mengalami tekanan yang berkepanjangan dan kesulitan mengelolanya.

Menjaga keseimbangan aktivitas, memiliki waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, serta berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Jika stres terasa sulit dikendalikan atau mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan tenaga profesional merupakan pilihan yang tepat.

9. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis

Minuman yang mengandung gula bebas dapat menjadi sumber asupan gula yang mudah dikonsumsi tanpa terasa. Konsumsi gula bebas yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap asupan energi yang tinggi dan peningkatan berat badan.

WHO merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10% dari total asupan energi harian, dan pengurangan hingga di bawah 5% memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Memilih air putih sebagai minuman utama dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi konsumsi minuman yang mengandung gula.

10. Menunda Pemeriksaan Ketika Muncul Keluhan

Kebiasaan menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan kesehatan dapat membuat seseorang terlambat mendapatkan penilaian medis.

Tidak semua keluhan berarti seseorang mengalami penyakit kronis. Namun, keluhan yang menetap, memburuk, atau mengganggu aktivitas sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Mulai Mengubah Kebiasaan dari Hal Sederhana

Mengurangi risiko penyakit kronis tidak harus dimulai dengan perubahan yang besar. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan secara bertahap, seperti lebih banyak bergerak, memperhatikan pola makan, tidak merokok, menjaga waktu tidur, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Kementerian Kesehatan RI juga memperkenalkan perilaku CERDIK sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.

Referensi :

https://rsroemani.com/artikel/tangkis-penyakit-kronis-jangan-tunda-untuk-mulai-gaya-hidup-sehat

https://www.cdc.gov/chronic-disease/about/index.html

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4565143

Artikel ini telah direview oleh :

Sri Nurjanah, S.K.M.

Staf Promkes Puskesmas Rajapolah

Puskesmas Rajapolah

Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Telp. (0265) 42000

Author Profile

Falina Kurniawati
Falina Kurniawati
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Yuk Share Postingan Ini:
Falina Kurniawati
Falina Kurniawati

Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial

Articles: 15

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *