Jangan Menunggu Sakit: Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis

Banyak orang baru memeriksakan kesehatan ketika merasakan keluhan. Padahal, beberapa penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini penyakit kronis menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit pernapasan kronis dapat berlangsung dalam jangka panjang. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa penyakit tidak menular dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku.

Deteksi dini tidak berarti seseorang pasti terhindar dari penyakit. Namun, pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko sehingga langkah yang sesuai dapat dilakukan lebih awal.

Apa Itu Deteksi Dini Penyakit Kronis?

Deteksi dini adalah upaya menemukan penyakit atau faktor risiko sedini mungkin melalui pemeriksaan kesehatan yang sesuai.

Pemeriksaan dapat berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, serta faktor risiko yang dimiliki. Pemeriksaan juga tidak berarti semua orang harus menjalani seluruh jenis tes.

Tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi setiap individu.

Mengapa Deteksi Dini Penting?

Salah satu alasan deteksi dini penting adalah karena beberapa penyakit tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali pada tahap awal.

Hipertensi merupakan salah satu contohnya. WHO menyebutkan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala dan seseorang dapat tidak mengetahui dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Pengukuran tekanan darah diperlukan untuk mengetahui kondisi tersebut.

Dengan melakukan pemeriksaan, seseorang dapat mengetahui apakah terdapat faktor risiko yang membutuhkan perhatian.

Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan?

Jenis pemeriksaan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan untuk menilai faktor risiko penyakit tidak menular antara lain:

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah dapat membantu mengetahui apakah tekanan darah seseorang berada dalam kondisi normal atau mengalami peningkatan.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Karena hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan tekanan darah menjadi penting.

2. Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan gula darah dapat membantu mengetahui kondisi kadar glukosa dalam darah dan mendukung deteksi diabetes atau gangguan kadar gula darah sesuai penilaian tenaga kesehatan.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan. WHO menjelaskan bahwa diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh apabila tidak dikelola dengan baik.

3. Pengukuran Berat Badan dan Indikator Tubuh

Berat badan dapat menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk menilai kondisi kesehatan. Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular.

Penilaian kesehatan tidak hanya didasarkan pada angka berat badan. Tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan berbagai faktor lainnya.

4. Pemeriksaan Kolesterol

Pemeriksaan kadar lemak dalam darah dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Kadar lipid tertentu yang tidak sehat dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Hasil pemeriksaan perlu diinterpretasikan bersama faktor risiko lainnya oleh tenaga kesehatan.

5. Skrining Kanker Tertentu

Beberapa jenis kanker memiliki metode skrining yang direkomendasikan untuk kelompok tertentu. Namun, tidak semua jenis kanker dapat atau perlu menjalani skrining rutin.

Jenis pemeriksaan dan waktu skrining bergantung pada jenis kanker, usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, serta faktor risiko. Karena itu, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui skrining yang sesuai.

Jangan Menunggu Sakit: Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis

Siapa yang Perlu Melakukan Deteksi Dini?

Deteksi dini bukan hanya untuk orang yang sudah mengalami keluhan. Orang yang merasa sehat juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Hal ini penting karena adanya faktor risiko tidak selalu menimbulkan gejala. Pemeriksaan dapat membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatan yang sebelumnya tidak disadari.

Namun, frekuensi dan jenis pemeriksaan tidak sama untuk setiap orang. Faktor usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, serta faktor risiko lainnya perlu dipertimbangkan.

Jangan Menunggu Gejala Berat

Menunggu sampai gejala menjadi berat bukan pendekatan yang tepat untuk menjaga kesehatan. Jika terdapat keluhan yang menetap, berulang, atau memburuk, sebaiknya jangan menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua gejala menunjukkan penyakit kronis. Diagnosis hanya dapat ditentukan melalui penilaian dan pemeriksaan yang sesuai.

Deteksi Dini Bukan Berarti Diagnosis Sendiri

Kemudahan memperoleh informasi kesehatan melalui internet dapat membantu meningkatkan pengetahuan. Namun, informasi di internet tidak dapat menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

Hasil pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, atau pemeriksaan lainnya sebaiknya tidak ditafsirkan sendiri tanpa memahami konteks medisnya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang perlu diperhatikan, ikuti arahan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan atau penanganan yang diperlukan.

Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat Harus Berjalan Bersama

Pemeriksaan kesehatan bukan pengganti pola hidup sehat. Keduanya saling melengkapi.

WHO menyebutkan bahwa faktor risiko seperti penggunaan tembakau, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan penggunaan alkohol yang berbahaya berperan dalam meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Karena itu, selain melakukan pemeriksaan, masyarakat juga perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari seperti menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, menjaga berat badan, serta mengelola stres.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan memperkenalkan perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Jangan Menunggu Sakit: Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis

https://rsemhaka.com/seearticle/Pentingnya-Deteksi-Dini-Penyakit-Kronis

https://ayosehat.kemkes.go.id/diet-sehat/berani-deteksi

https://ejournal.jurnalpengabdiansosial.com/index.php/jps/article/download/87/91

Artikel ini telah direview oleh :

Sri Nurjanah, S.K.M.

Staf Promkes Puskesmas Rajapolah

Puskesmas Rajapolah

Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Telp. (0265) 42000

Author Profile

Falina Kurniawati
Falina Kurniawati
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Yuk Share Postingan Ini:
Falina Kurniawati
Falina Kurniawati

Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial

Articles: 15

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *