Mengingat masih banyaknya perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang kurang peduli dalam menerapkan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Plt Bupati Rohul H Sukiman meminta kepada seluruh perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu, agar kooperatif dalam meningkatkan program K3.
Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan yang dipekerjakan di perusahaan tersebut. Karena sudah menjadi tugas dan kewajiban bagi perusahaan dalam memberikan hak-hak karyawan sesuai dengan ketentuan yang ada.
‘’Kita minta perusahaan perkebunan di Rohul mengikuti ketentuan yang ada, meski perusahaan harus memperhatikan produktivitas, namun keselamatan, kesehatan karyawan juga harus diperhatikan dengan baik,’’ ungkap Plt Bupati Rohul H Sukiman, baru-baru ini.
Sukiman mengatakan, pemerintah daerah berharap tidak adanya kecelakaan kerja terhadap karyawan perusahaan alias zero accident. Seluruh perusahan wajib menerapkan sistem manajemen kesehatan, keselamatan kerja (SMK3).
Tentu bagi perusahaan perkebunan yang tidak mengindahkan K3, dikenakan sanksi baik pidana dan denda. Sukiman meminta adanya peningkatan kesadaran dan ketaatan perusahaan dalam memperhatikan keselamatan kerja karyawan, menuju masyarakat industri yang sejahtera dan menekan angka kecelakaan kerja.
Sebab para karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan perkebunan di Rohul itu, merupakan aset. Tentu keselamatan dan kesehatan karyawan harus diperhatikan dan dilindungi oleh perusahaan yang mempekerjakannya.
Author Profile
- Editor Kesmas-ID
Latest entries
KarierMei 30, 2026Lowongan Kerja Tenaga Kesehatan & Non-Kesehatan di BLUD RSUD Sosodoro Bojonegoro
Info Kost TerdekatMei 29, 2026Kost Putri Murah Dekat FKM Universitas Andalas: Panduan Lengkap untuk Mahasiswi Baru
Info Kost TerdekatMei 28, 2026Cari Kost Putri Murah Dekat FKM Unair? Ini Rekomendasinya — Biar Kamu Nggak Pusing Pas Mau Masuk Kuliah
Edukasi KesehatanMei 26, 2026Cara Aman Makan Daging untuk Orang dengan Hipertensi: Bukan Dilarang, Tapi Perlu Lebih Bijak


