CEGAH PENYAKIT MENULAR BERBASIS LINGKUNGAN, PENTINGNYA PENERAPAN STBM

Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan mutu sanitasi dasar. Namun, data menunjukkan bahwa kurang dari 8 persen rumah tangga memiliki sarana toilet dengan sambungan tangki septik yang tertutup dan rutin membersihkan tangkinya minimal satu kali dalam lima tahun. Akibatnya, limbah tinja tidak terkelola dengan baik sehingga mencemari lingkungan dan sumber air sekitar yang dapat menyebabkan penyakit.

Selain itu, Indonesia masih menghadapi berbagai masalah sanitasi, di antaranya MCK yang tidak berfungsi, air limbah industri (efluen) di kawasan pemukiman, Buang Air Besar sembarangan (BABS), kurangnya ketersediaan jamban sehat,  pembuangan liar lumpur tinja, perilaku mencuci dan mandi di sungai yang tercemar, dan selokan tersumbat.

Kotoran manusia mengandung banyak kuman yang dapat menyebabkan diare dan penyakit menular, seperti kolera, tifus, disentri, dan hepatitis A. Kuman ini dapat menyerang manusia, mulai dari anak sampai orang dewasa.

Menurut data UNICEF, pada tahun 2022, hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. 

Mengingat pentingnya sanitasi yang baik dalam pencegahan penyakit menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meluncurkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM bertujuan untuk mencegah penyakit yang berasal dari lingkungan.

Ketahui 5 pilar STBM

  • Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS/ODF)
  • Cuci tangan pakai sabun
  • Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
  • Pengamanan Sampah Rumah Tangga
  • Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga

Apa Saja Syarat-syarat Pembuatan Jamban Sehat?

  • Harus ada jarak tertentu agar tidak mencemari air. Jarak lubang kotoran ke sumur sekurangkurangnya harus mencapai 10 meter.
  • Jamban yang sudah penuh perlu segera disedot untuk dikuras kotorannya
  • Bebas dari serangga
  • Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
  • Mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
  • Memiliki penutup untuk melindungi pemakainya

Manfaat implementasi STBM ini terwujudnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui lingkungan yang bersih dan sehat.

Referensi:

  • UNICEF. 2022. Indonesia: Hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga tercemar limbah tinja.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Buku Bacaan Kader Posyandu “Jangan Sebar Kotoranmu, Ayo Pakai Jamban Sehatmu!”.

Artikel ini sudah direview oleh:

Ayi Nuraisah Nasution, SKM

Programer Promkes Puskesmas Cisayong

Puskesmas Cisayong

Jalan Raya, Sukaraharja, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46153

Yuk Share Postingan Ini:
Novitasari Andi
Novitasari Andi
Articles: 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *