
Tuberkulosis atau kerap disebut dengan TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyebar ketika terkena percikan ludah (droplet) saat penderita batuk, bersin, tertawa, atau menyanyi. Menurut Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati urutan kedua kasus TBC terbanyak di dunia. Meski demikian, perlu dipahami bahwa TBC adalah penyakit yang dapat di cegah dan ditanggulangi.
Pencegahan TBC
TBC dapat dicegah dengan memperoleh imunisasi wajib berupa vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) yang diberikan kepada bayi sebelum berusia 2 bulan. Vaksin BCG juga diperlukan bagi seseorang yang belum menerima vaksin dan berisiko tinggi terpapar dengan penderita TBC.
TBC juga dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBSdapat diterapkan dengan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker saat berada di umum, menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun tempat bekerja, mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, dan olahraga secara rutin. Pecegahan TBC juga dapat dilakukan dengan melakukan tes TBC secara rutin jika Anda bekerja atau tinggal di daerah yang berisiko tinggi terkena TBC.
Penanggulangan TBC
Penanggulangan dapat dilakukan dengan memberikan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Masyarakat dapat mengetahui upaya pencegahan TBC dan menghilangkan stigma negatif tentang penyakit TBC.
Penanggulangan juga dilakukan dengan penemuan kasus TBC dapat dilakukan secara aktif dan pasif. Penemuan aktif dilakukan dengan investigasi dan pemeriksaan kontak skrining massal, dan skrining pada kondisi khusus. Sedangkan, penemuan pasif ditemukan melalui pemeriksaan pada pasian yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Penanganan kasus TBC dilakukan dengan memutus rantai penularan dan/atau pengobatan pasien. Hal ini dilakukan dengan pengobatan dan penanganan efek samping, pengawasan kepatuhan menelan obat, pemantauan kemajuan pengobatan, dan hasil pengobatan.
Peran masyarakat juga berdampak besar dalam kesuksesan penanggulangan TBC. Peran tersebut antara lain dengan tidak memberikan diskiriminasi dan stigma pada pasien TBC disekitarnya, membentuk warga peduli TBC, memastikan terduga TBC memeriksakan dirinya ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pencegahan dan penanggulangan TBC diharapkan dapat dilakukan dengan penuh kesadaran dari pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya itu, kolaborasi antar masyarakat dan pemerintah juga harus ditingkatkan demi tercapainya penurunan kasus TBC di Indonesia.
Referensi:
- CDC. 2024. About Tuberculosis
- CDC. 2024. Tuberculosis: Cause and How It Spreads
- Kementerian Kesehatan RI. 2024. Tahukak Kamu Pencegahan TBC Dapat Dimulai Dari Diri Sendiri?
- Kementerian Kesehatan RI. Topik Kesehatan: Tuberkulosis
- NHS. 2023. BCG vaccine for tuberculosis (TB)
- WHO. 2024. Global Tuberculosis Report 2024
______________
Artikel ini telah direview oleh:
Citra Pertiwi Putri, S.KM
Programer Promkes Puskesmas Sukarame
Puskesmas Sukarame
Alamat : JL. Raya Sukarame No.117 Desa Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46461
Email : uptpkmbludsukarame@gmail.com
No Telp : (0265) 546657



