
Tuberkulosis (TBC) atau umumnya dikenal sebagai flek paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini menyerang bagian paru-paru saluran pernapasan dan mudah menular melalui udara seperti terpapar dari dahak, batuk, bersin, atau berbicara. Menurut Kemenkes bahwa sekitar 17 orang per jam meninggal dunia akibat TBC. Faktanya adalah Indonesia menempati urutan kedua negara kasus TBC terbanyak mencapai 1.060.000 dengan kematian mencapai 134.000 jiwa. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa kasus Tuberkulosis (TBC) meningkat dari tahun 2021 dan pada tahun tahun 2023 s.d 1 Februari 2024 diestimasikan ada 233.334 kasus TB baru (22%) dari total kasus nasional.
Semua orang berisiko tertular TBC sehingga dapat meningkatkan faktor risiko diantaranya :
- Bayi dan anak – anak karena sistem kekebalan tubuh masih lemah.
- Orang lanjut usia karena menurunnya sistem kekebalan tubuh.
- Orang yang melakukan perjalanan ke daerah endemik TBC.
- Perokok aktif dengan TBC dapat menularkan ke perokok pasif.
- Tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien TBC.
- Tinggal bersama dalam satu rumah dengan penderita TBC.

Bakteri TBC yang telah masuk ke dalam tubuh akan memberikan respon tubuh berupa gejala penyakit Tuberculosis (TBC). Gejala umum seseorang yang perlu diwaspadai saat terinfeksi atau tertular bakteri TBC yaitu berupa batuk berdahak atau berdarah selama 3 minggu dan disertai penurunan drastis berat badan. Ternyata untuk menginfeksi seseorang, penyakit TBC memiliki gejala dalam fase laten dan aktif yang wajib diketahui yaitu :
1. Gejala Laten
Merupakan infeksi TBC yang tidak disadari oleh penderitanya karena tidak menimbulkan gejala apapun sehingga, diperlukan pengobatan yang tepat agar TB laten tidak dapat aktif atau berkembang.
2. Gejala Aktif
Bakteri TBC aktif yang telah menginfeksi seseorang akan menimbulkan gejala berupa :
- Batuk berdahak atau berdarah selama lebih 3 minggu
- Adanya demam, rasa Lelah dan nyeri dada saat batuk
- Berkeringat di malam hari
- Menurunnya nafsu makan
- Penurunan berat badan
Tidak perlu khawatir dengan bakteri TBC karena sebenarnya ada cara untuk pencegahan TBC sehingga dapat memutuskan rantai penularan. Pencegahan TBC yang bisa dilakukan oleh anggota keluarga di rumah yaitu :
- Terapkan PHBS (Pola Hidup Bersih Sehat) pada setiap anggota keluarga
- Gunakan masker apabila sakit batuk untuk mencegah penularan
- Ajarkan setiap anggota keluarga di rumah untuk menutup mulut dengan lengan bagian dalam saat batuk atau bersin
- Tidak membuang dahak di lingkungan bebas untuk menghindari penularan penyakit dari udara
- Datangi fasilitas kesehatan untuk pemberian vaksin BCG
- Segera datangi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan TBC apabila terdapat gejala dan atau kontak erat dengan penderita TBC

Puskesmas Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya siap memberikan pelayanan dalam memutus penularan TBC. Diharapkan bagi warga yang ada di Kecamatan Jatiwaras untuk mulai sadar dengan gejala penyakit TBC dan melakukan pencegahan penyakit Tuberculosis (TBC).
Pengobatan untuk TB laten maupun TB aktif harus dilakukan dengan prinsip pengobatan tepat obat, tepat dosis dan tepat waktu pemberian obat minimal selama 6 bulan teratur. Dokter akan memberikan pengobatan disesuaikan dengan kondisi medis yang menyertai pasien. Pengobatan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer yaitu Puskesmas.
Apabila ada salah satu anggota keluarga yang memiliki gejala TBC diharapkan untuk segera mendatangi puskesmas terdekat agar dapat diberikan pengobatan yang cepat dan tepat. Mari berantas bersama untuk memutuskan penularan penyakit TBC bukan menjauhi orangnya.
Referensi
https://kbr.id/berita/nasional/kemenkes-hingga-juni-2024-ada-393-ribu-kasus-tbc-
https://www.alodokter.com/mengenal-tb-laten-infeksi-bakteri-tb-tanpa-gejala
https://www.halodoc.com/kesehatan/tuberkulosis
Artikel Edukasi TBC sudah direview oleh:
Yuni Yuniar, S.KM
Programer Promkes UPTD Puskesmas Jatiwaras
UPTD Puskesmas Jatiwaras
Alamat: Jl. Raya Papayan-Cikatomas Desa Jatiwaras Tlp (+62)853-2068-3553, Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Jatiwaras, Jawa Barat 46185



