Pernah merasa badan cepat lelah padahal kegiatan tidak terlalu banyak? Atau sudah berusaha memperhatikan pelajaran, tetapi pikiran justru mudah kehilangan fokus? Keluhan seperti ini cukup sering dianggap sebagai akibat kurang tidur, terlalu banyak aktivitas, atau sedang tidak bersemangat.
Padahal, tubuh juga bisa memberi tanda ketika kebutuhan gizinya belum terpenuhi. Salah satunya disebabkan oleh Anemia. Anemia sendiri bukanlah sebuah penyakit, tetapi kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Pada remaja putri, kadar hemoglobin di bawah 12 g/dL dapat dikategorikan sebagai anemia. Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke jaringan tubuh. Ketika kemampuannya membawa oksigen berkurang, tubuh dapat terasa lebih cepat lelah dan kemampuan melakukan aktivitas pun dapat ikut menurun.
Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab anemia yang paling umum, meskipun bukan satu-satunya penyebab. Lalu, apa saja dampak anemia pada remaja putri? Dan pentingnya memahami dampak tersebut supaya kita tidak menganggap remeh perubahan pada kondisi tubuh kita. Berikut ini Dampak yang perlu diwaspadai:

1. Tubuh lebih mudah lelah
Salah satu dampak yang paling mudah dirasakan adalah tubuh menjadi cepat lelah, lemah, mengantuk, atau kurang bertenaga. Secara ilmiah, hal ini berkaitan dengan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh. Oksigen dibutuhkan sel untuk menghasilkan energi yang digunakan saat beraktivitas. Bagi remaja yang harus mengikuti pelajaran, kegiatan organisasi, olahraga, atau aktivitas lain, rasa lelah yang berlebihan tentu dapat membuat hari terasa lebih berat.
2. Konsentrasi belajar dapat menurun
Otak membutuhkan pasokan oksigen dan zat gizi agar dapat bekerja dengan baik. Pada anemia, kemampuan darah membawa oksigen berkurang sehingga fungsi fisik dan kognitif dapat ikut terdampak. Kondisi kekurangan zat besi juga telah dikaitkan dengan gangguan fungsi kognitif.
Akibatnya, remaja dapat merasa lebih sulit berkonsentrasi saat membaca, mendengarkan penjelasan guru, atau menyelesaikan tugas. Tentu saja, sulit fokus tidak selalu berarti anemia karena kurang tidur, stres, dan banyak faktor lain juga dapat berpengaruh.
3. Prestasi belajar bisa ikut terdampak
Ketika tubuh mudah lelah dan konsentrasi tidak optimal, kegiatan belajar dapat ikut terganggu. Jika kondisi tersebut berlangsung, kemampuan mengikuti pelajaran dan menyelesaikan tugas bisa menjadi kurang maksimal. Jadi, menjaga kesehatan bukan hanya soal supaya tubuh tidak mudah sakit. Tubuh yang mendapat asupan gizi cukup juga membantu remaja menjalani proses belajar dan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
4. Kebugaran dan produktivitas dapat menurun
Anemia dapat membuat kemampuan melakukan aktivitas fisik menurun. Ketika pasokan oksigen ke jaringan tidak optimal, tubuh dapat lebih cepat merasa lelah saat bergerak atau berolahraga. WHO mengaitkan anemia dengan kelelahan dan berkurangnya kapasitas melakukan pekerjaan fisik, sementara sumber Kementerian Kesehatan mencatat kebugaran dan produktivitas sebagai hal yang dapat terdampak. Karena itu, remaja yang biasanya aktif bisa saja merasa aktivitas yang sebelumnya ringan menjadi lebih menguras tenaga.
5. Daya tahan tubuh dapat terganggu
Anemia juga berkaitan dengan fungsi kekebalan tubuh. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi sistem imunitas. Meski begitu, jangan langsung menyimpulkan bahwa seseorang mengalami anemia hanya karena sering sakit. Kondisi daya tahan tubuh dipengaruhi banyak hal, termasuk pola makan, tidur, kebersihan, dan kondisi kesehatan lainnya.
6. Dampaknya dapat terbawa ke masa dewasa
Anemia pada masa remaja tidak selalu berhenti ketika seseorang bertambah usia. Jika penyebabnya tidak diketahui dan kondisinya tidak ditangani, masalah tersebut dapat berlanjut hingga masa dewasa. Hal ini penting terutama bagi remaja putri karena mereka kelak memasuki usia reproduktif. Karena itu, masa remaja merupakan kesempatan yang baik untuk membangun kebiasaan makan bergizi dan menjaga kecukupan zat besi.
7. Dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan saat kehamilan
Dampak jangka panjang menjadi lebih penting ketika anemia terbawa sampai kehamilan. Anemia pada ibu hamil berkaitan dengan berbagai risiko, termasuk perdarahan sebelum atau saat persalinan. Pada bayi, kondisi tersebut dapat berhubungan dengan pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah atau disebut dengan BBLR.
Membahas hal ini bukan untuk membuat remaja putri merasa takut terhadap masa depan. Pesannya justru sederhana, kesehatan yang dijaga sejak sekarang dapat menjadi bekal untuk tahap kehidupan berikutnya.
Mengapa remaja putri lebih rentan mengalami anemia?
Ada alasan biologis yang membuat remaja putri perlu lebih memperhatikan anemia. Menstruasi menyebabkan kehilangan darah secara berkala sehingga zat besi yang dibutuhkan tubuh juga perlu digantikan. Kebutuhan zat besi menjadi semakin penting selama masa pertumbuhan.
Selain itu, pola makan yang kurang beragam atau rendah sumber zat besi dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Jadi, perhatian terhadap anemia tidak cukup hanya melihat satu kebiasaan. Asupan makanan, menstruasi, pertumbuhan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan perlu dilihat bersama.
Apa yang bisa dilakukan remaja putri?
Pencegahan dapat dimulai dari hal yang sederhana. Biasakan makan beragam dengan gizi seimbang dan memperhatikan makanan sumber zat besi. Remaja putri juga perlu mengikuti program Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran yang diberikan melalui sekolah atau fasilitas pelayanan kesehatan. TTD bukan pengganti makanan bergizi. Keduanya saling melengkapi sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan zat besi. Jika mendapatkan TTD, ikuti petunjuk mengenai jadwal dan cara konsumsinya sesuai arahan yang berlaku.
Menjaga kesehatan sejak remaja

Masa remaja adalah waktu yang baik untuk mulai mengenali kebutuhan tubuh. Jangan menganggap rasa lelah yang terus berulang sebagai sesuatu yang harus selalu ditahan. Tubuh memang bisa lelah setelah beraktivitas, tetapi keluhan yang menetap atau mengganggu kegiatan sehari-hari sebaiknya diperhatikan.
Anemia dapat berdampak pada kebugaran, konsentrasi, proses belajar, dan kesehatan di masa depan. Karena itu, mengenali dampak anemia dapat menjadi langkah awal untuk lebih peduli pada kebutuhan tubuh sendiri. Makan dengan gizi seimbang, memperhatikan asupan zat besi, mengikuti anjuran konsumsi TTD, serta memahami perubahan yang terjadi saat menstruasi adalah kebiasaan yang bisa dibangun sedikit demi sedikit.
Apabila ada keluhan atau kekhawatiran mengenai kondisi tubuh, jangan ragu untuk bercerita kepada orang tua, guru, petugas UKS, bidan, atau tenaga kesehatan. Tidak perlu merasa takut atau malu untuk bertanya, karena memahami kondisi kesehatan justru membantu kita mengambil langkah yang tepat. Pada akhirnya, menjaga kesehatan sejak remaja adalah investasi untuk diri sendiri. Semakin cepat peduli pada kesehatan, semakin besar kesempatan untuk tetap aktif, belajar, berkarya, dan menikmati masa remaja dengan lebih baik. Karena tubuh yang sehat bukan hanya membuat kita lebih siap menjalani hari ini, tetapi juga menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.
Sumber
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Anemia pada Remaja Putri: Tantangan Pencegahan melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). 7 Dampak Anemia pada Remaja.
- World Health Organization. (2018). Weekly iron and folic acid supplementation as an anaemia-prevention strategy in women and adolescent girls: Lessons learnt from implementation of programmes among non-pregnant women of reproductive age.
Artikel ini telah di review oleh:
Yuni Yuniar, S.KM
Programer Promkes UPTD Puskesmas Jatiwaras
UPTD Puskesmas Jatiwaras
Alamat: Jl. Raya Papayan-Cikatomas Desa Jatiwaras Tlp (+62)853-2068-3553, Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Jatiwaras, Jawa Barat 46185
Author Profile

- Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 17, 20267 Dampak Anemia pada Remaja Putri yang Perlu Diwaspadai
Edukasi KesehatanAgustus 17, 2026Waspada! 9 Tanda Infeksi Menular Seksual pada Wanita
Edukasi KesehatanAgustus 16, 2026Cegah Penularan TBC di Rumah: Langkah Sederhana untuk Keluarga
Berita KesehatanAgustus 15, 2026Pemberian Tablet Tambah Darah Cegah Anemia Remaja Putri Jatiwaras



