Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren At-Taqwa: Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi PHBS bagi Santri

Upaya menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan kesehatan. Pengetahuan mengenai kesehatan, pemeriksaan kondisi tubuh, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan santri.

Hal tersebut menjadi bagian dari Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren At-Taqwa yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 di Mushola At-Taqwa Pondok Putri. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ponpes At-Taqwa tersebut diikuti oleh 31 santri dan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Kegiatan menghadirkan Try Utami Muktisari, S.Kep., Ners., Saldian Wahyudi, S.Ak., dan Sri Nurjanah, S.KM. sebagai narasumber.

Pemeriksaan Kesehatan Menjadi Bagian dari Kegiatan

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan bagi santri. Pemeriksaan mencakup TB, BB, LP, LiLA, tekanan darah, dan GDS.

Dalam pemeriksaan antropometri, TB merujuk pada tinggi badan dan BB merupakan berat badan. Sementara itu, LP adalah lingkar perut dan LiLA merupakan lingkar lengan atas. Pemeriksaan GDS mengacu pada gula darah sewaktu.

Pengukuran tersebut memberikan data mengenai beberapa parameter kesehatan yang diperiksa pada saat kegiatan. Namun, hasil pemeriksaan masing-masing peserta tidak dicantumkan dalam data kegiatan sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi kesehatan santri secara individual.

Secara umum, pemeriksaan kesehatan berkala memang termasuk dalam kegiatan preventif Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren. Pedoman Kementerian Kesehatan RI mencantumkan pemeriksaan kesehatan berkala dan penjaringan kesehatan santri sebagai bagian dari kegiatan preventif Poskestren.

Dengan adanya pemeriksaan, kegiatan pelayanan kesehatan tidak hanya memberikan informasi kepada santri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan pengukuran terhadap beberapa aspek kesehatan yang diperiksa.


Mengenalkan PHBS di Lingkungan Pesantren

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga memberikan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pondok pesantren.

PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Dalam konteks pesantren, penerapan PHBS ditujukan agar masyarakat pesantren mampu menjaga kesehatan secara mandiri serta berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Kementerian Kesehatan menyebutkan beberapa indikator PHBS di pesantren, di antaranya mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan dan minuman sehat, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok dan tidak menggunakan NAPZA, tidak meludah sembarangan, serta memberantas jentik nyamuk.

Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas santri sehari-hari. Menjaga kebersihan diri, menggunakan fasilitas sanitasi dengan baik, memperhatikan kebersihan makanan, serta menjaga lingkungan pondok merupakan contoh perilaku yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren At-Taqwa: Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi PHBS bagi Santri


Poskestren dan Upaya Kesehatan di Pesantren

Keberadaan Poskestren memiliki fungsi dalam mendukung upaya kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan, pelayanan Poskestren mencakup kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Pada aspek promotif, kegiatan dapat berupa konseling dan penyuluhan kesehatan, termasuk PHBS, penyehatan lingkungan, gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, NAPZA, serta penyakit menular dan tidak menular.

Sementara itu, kegiatan preventif dapat mencakup pemeriksaan kesehatan berkala, penjaringan kesehatan santri, kesehatan lingkungan dan kebersihan diri, pemberantasan nyamuk dan sarangnya, serta penyediaan dan pemanfaatan air bersih.

Kegiatan di Poskestren At-Taqwa yang memadukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi PHBS sejalan dengan dua bentuk kegiatan tersebut, yaitu pemeriksaan sebagai bagian dari upaya preventif dan edukasi sebagai bagian dari upaya promotif.

Kebiasaan Sehat Dimulai dari Aktivitas Sehari-hari

PHBS di pesantren tidak harus dimulai dari kegiatan yang besar. Kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian dari penerapannya.

Santri dapat menjaga kebersihan tangan, menggunakan jamban dengan baik, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan tempat tinggal, serta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman. Kebiasaan tersebut menjadi lebih mudah diterapkan apabila lingkungan pesantren juga menyediakan fasilitas dan aturan yang mendukung.

Santri sebagai Bagian dari Lingkungan Sehat

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bukan hanya tugas pengelola pesantren atau petugas kesehatan. Santri juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Kebiasaan menjaga kebersihan kamar, ruang belajar, tempat ibadah, kamar mandi, dan lingkungan sekitar membutuhkan partisipasi seluruh warga pesantren. Ketika perilaku sehat dilakukan bersama, pesan kesehatan yang disampaikan melalui kegiatan pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Poskestren merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat pesantren dalam meningkatkan status kesehatan. Kegiatan rutin Poskestren dapat dimotori oleh kader Poskestren dengan bimbingan teknis dari puskesmas dan sektor terkait.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pesantren memiliki peran dalam upaya menjaga kesehatannya sendiri.

Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Poskestren At-Taqwa: Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi PHBS bagi Santri
Edukasi dan Pemeriksaan Saling Melengkapi

Pemeriksaan kesehatan dan edukasi PHBS memiliki fokus yang berbeda, tetapi dapat ditempatkan dalam satu kegiatan pembinaan.

Pemeriksaan memberikan data mengenai parameter kesehatan yang diukur pada saat kegiatan. Sementara edukasi PHBS memberikan pengetahuan mengenai perilaku yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan.

Keduanya menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif yang dikenal dalam pelayanan Poskestren. Pedoman Kementerian Kesehatan juga menempatkan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari kegiatan Poskestren.

Karena itu, kegiatan pembinaan kesehatan di pesantren tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika terjadi masalah kesehatan. Pengetahuan dan upaya pencegahan juga menjadi bagian dari pelayanan kesehatan.

Harapan bagi Para Santri

Kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi santri yang mengikutinya. Pengetahuan mengenai PHBS dapat menjadi bekal untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pondok.

Harapan dari kegiatan ini adalah semoga kegiatan dapat bermanfaat bagi seluruh santri dan seluruh santri dapat mengikuti kegiatan.

Harapan tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan santri dalam kegiatan kesehatan. Semakin banyak santri yang memperoleh informasi dan mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan, semakin luas pula kesempatan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Author Profile

Falina Kurniawati
Falina Kurniawati
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Yuk Share Postingan Ini:
Falina Kurniawati
Falina Kurniawati

Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial

Articles: 6

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *