Menurut WHO, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Bakteri yang menyebabkan ISPA antara lain Streptococcus sp., Haemophilus sp., Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, atau Chlamydia sp. Penularan ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi, penyebaran lewat udara, ataupun sentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri penyebab ISPA.

Gejala-gejala ISPA adalah sebagai berikut:
- Batuk
- Hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Demam
- Sesak napas atau sulit bernafas
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Lemas
- Suara serak atau hilang suara
- Pilek atau nyeri sinus
- Mual, muntah, atau diare
- Nafsu makan menurun
ISPA yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dalam waktu 1–2 minggu sehingga tidak diperlukan pengobatan yang intensif, kecuali dokter menemukan indikasi penyakit berbahaya. Beberapa penanganan yang biasa dilakukan pada pasien pengidap ISPA adalah:
- Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh.
- Mengonsumsi obat batuk.
- Mengonsumsi obat untuk peradangan atau pembengkakan saluran pernapasan.
- Istirahat dengan cukup serta memperbanyak minum air putih.
- Minum lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan pernapasan.

ISPA lebih rentan dialami oleh anak-anak dan lansia karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Karenanya, pencegahan ISPA dilakukan dengan memfokuskan pada peningkatan imunitas melalui vaksinasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mari lindungi anak dan keluarga kita dari ISPA!



