Kehamilan adalah momen yang membahagiakan sekaligus penuh tantangan. Selama sekitar sembilan bulan, tubuh ibu bekerja lebih keras untuk mendukung tumbuh kembang calon buah hati. Karena itu, kesehatan ibu selama hamil perlu mendapatkan perhatian lebih. Salah satu hal yang sering ditemukan di masyarakat adalah ibu hamil dengan Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, atau kondisi yang membuat kehamilan menjadi berisiko tinggi.
Banyak orang mengira ibu hamil yang terlihat sehat pasti tidak memiliki masalah. Padahal, beberapa kondisi berbahaya sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Itulah sebabnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan pendampingan dari tenaga kesehatan sangat penting agar masalah dapat diketahui sebelum menimbulkan komplikasi.

Apa Itu Ibu Hamil Risiko Tinggi?
Ibu hamil risiko tinggi adalah ibu yang memiliki kondisi tertentu sehingga peluang mengalami gangguan selama kehamilan, persalinan, atau setelah melahirkan menjadi lebih besar dibandingkan kehamilan normal.
Risiko tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua, tekanan darah tinggi, diabetes, kehamilan kembar, anemia, kekurangan gizi, maupun riwayat penyakit tertentu.
Meski terdengar menakutkan, bukan berarti semua ibu hamil risiko tinggi akan mengalami komplikasi. Dengan pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan penanganan yang tepat, sebagian besar risiko dapat dikendalikan.

Mengenal Kurang Energi Kronik (KEK)
Kurang Energi Kronik atau KEK adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami kekurangan asupan energi dan protein dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini membuat cadangan gizi tubuh menjadi kurang sehingga kebutuhan ibu dan janin tidak terpenuhi secara optimal.
Di pelayanan kesehatan, salah satu cara sederhana untuk mengetahui risiko KEK adalah melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). LILA adalah ukuran lingkar lengan bagian atas yang digunakan sebagai gambaran status gizi ibu hamil. Bila hasil pengukuran menunjukkan ukuran di bawah batas yang dianjurkan menurut pedoman Kementerian Kesehatan, ibu memerlukan pemantauan dan pendampingan lebih lanjut.
Ibu hamil dengan KEK lebih berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), mengalami persalinan yang lebih sulit, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah.

Anemia Saat Hamil Tidak Boleh Dianggap Sepele
Selain KEK, masalah yang cukup sering dialami ibu hamil adalah anemia atau kekurangan sel darah merah yang sehat. Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat karena tubuh harus memproduksi lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin.
Gejala anemia dapat berupa:
- Mudah lelah
- Wajah terlihat pucat
- Pusing
- Jantung berdebar
- Sesak saat beraktivitas

Namun, sebagian ibu hamil tidak merasakan gejala apa pun. Karena itu, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) selama kehamilan tetap diperlukan.

Apabila tidak ditangani, anemia dapat meningkatkan risiko perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, hingga berat badan lahir rendah.
Mengapa Gizi Seimbang Sangat Penting?
Saat hamil, bukan berarti ibu harus makan dua kali lebih banyak. Yang lebih penting adalah makan dengan kualitas gizi yang baik.
Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan janin, lemak sehat, vitamin, serta mineral seperti zat besi, asam folat, kalsium, dan yodium.
Sumber protein yang baik antara lain:
- Ikan
- Telur
- Ayam
- Daging tanpa lemak
- Tahu
- Tempe
- Kacang-kacangan
- Susu dan olahannya
Sementara sayur dan buah membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat yang mendukung kesehatan ibu.
Bila nafsu makan sedang menurun karena mual, cobalah makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Jangan Lupa Minum Tablet Tambah Darah
Salah satu upaya penting untuk mencegah anemia adalah mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Tablet ini mengandung zat besi dan asam folat yang membantu pembentukan sel darah merah.
Sebagian ibu menghentikan konsumsi TTD karena merasa mual atau feses menjadi lebih gelap. Padahal, warna feses yang menghitam merupakan efek yang normal.
Agar lebih nyaman, TTD dapat diminum pada malam hari atau setelah makan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Jangan menghentikan konsumsi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Peran Keluarga Sangat Besar
Kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu seorang diri. Suami dan keluarga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan ibu.
Bentuk dukungan yang bisa diberikan antara lain:
- Mengingatkan jadwal pemeriksaan kehamilan
- Membantu menyediakan makanan bergizi
- Mengingatkan minum Tablet Tambah Darah
- Mendampingi saat kontrol ke fasilitas kesehatan
- Membantu mengurangi pekerjaan berat di rumah
Dukungan emosional juga penting karena ibu yang merasa didukung cenderung lebih semangat menjalani kehamilan dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan.
Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Rutin
Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) bukan sekadar menimbang berat badan.
Saat pemeriksaan, tenaga kesehatan akan memantau tekanan darah, berat badan, pertumbuhan janin, kondisi ibu, kadar hemoglobin bila diperlukan, status gizi, hingga memberikan edukasi mengenai persiapan persalinan.
Melalui pemeriksaan rutin, berbagai masalah dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan.

Kunjungan Rumah Membantu Menjangkau Ibu Hamil Berisiko
Selain pelayanan di puskesmas, banyak tenaga kesehatan juga melakukan kunjungan lapangan atau kunjungan rumah kepada ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi ibu tetap terpantau, memberikan edukasi secara langsung kepada keluarga, mengevaluasi kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah maupun Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta menentukan apakah ibu memerlukan pemeriksaan lanjutan atau rujukan.
Pendekatan seperti ini membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dengan masyarakat dan membantu ibu hamil mendapatkan pendampingan yang lebih optimal.

Jangan Menunggu Sampai Muncul Keluhan
Kehamilan yang sehat bukan hanya tentang tidak merasa sakit. Banyak kondisi seperti KEK dan anemia berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas.
Karena itu, jangan menunggu sampai tubuh terasa sangat lemas atau muncul keluhan berat. Rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi makanan bergizi, meminum Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, dan mengikuti saran tenaga kesehatan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi ibu maupun bayi.
Dengan deteksi dini dan pendampingan yang baik, risiko komplikasi selama kehamilan dapat dikurangi sehingga ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat, nyaman, dan siap menyambut kelahiran buah hati.

Referensi
- World Health Organization. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience.
- World Health Organization. Anaemia in women and children.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
- UNICEF. Maternal Nutrition Guidance.
Artikel ini telah direview oleh:
Sri Nur Wahyuni, S.KM
Petugas Promkes Puskesmas Pancatengah
Puskesmas Pancatengah — Jl. Raya Pancatengah, Desa Cibongas, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46194
Author Profile
- Halo, saya Fasya Nazwa Sakib, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memiliki minat pada bidang pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan diri. Saya aktif dalam organisasi, kegiatan volunteer, serta pengembangan sumber daya manusia, dan juga merintis usaha di bidang fashion, jasa, dan kuliner. Saya menyukai kepenulisan, public speaking, digital marketing, dan content creation. Melalui website ini, saya berbagi pengalaman, pemikiran, dan karya sebagai bentuk kontribusi untuk menginspirasi dan memberi manfaat. Saya percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan, dan setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang besar.
Latest entries
Berita KesehatanSeptember 18, 2026Mengapa Ibu Hamil Risiko Tinggi Perlu Pendampingan Sejak Dini?
Berita KesehatanSeptember 18, 2026Kunjungan Lapangan Dampingi Ibu Hamil Risiko Tinggi
Berita KesehatanSeptember 16, 2026Kenali Gejala Anemia pada Remaja Putri, Bukan Sekadar Lemas!
Berita KesehatanSeptember 16, 2026SMPN Cibuniasih Gelar Skrining, Cegah Anemia pada Remaja Putri


