Bukan Sekadar Lemas, Kenali Anemia pada Remaja Putri

Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus saat belajar, wajah terlihat pucat, atau sering pusing tanpa sebab yang jelas? Banyak orang menganggap kondisi seperti ini hanya karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas. Padahal, bisa jadi tubuh sedang memberikan sinyal bahwa kadar hemoglobin (Hb) sedang rendah atau yang lebih dikenal sebagai anemia.

Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami remaja putri di Indonesia. Sayangnya, banyak yang belum menyadari bahwa kondisi ini tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, hingga kesehatan saat dewasa nanti. Karena itulah Puskesmas di berbagai daerah rutin melaksanakan edukasi, pemeriksaan hemoglobin (Hb), dan pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah sebagai langkah pencegahan.

Apa sebenarnya anemia itu?

Anemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari normal. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Saat kadar Hb menurun, pasokan oksigen ke organ-organ tubuh ikut berkurang. Akibatnya, tubuh terasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat.

Pada remaja putri, anemia paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kondisi ini lebih mudah terjadi karena setiap bulan tubuh kehilangan darah saat menstruasi. Jika kehilangan zat besi tersebut tidak diimbangi dengan makanan bergizi atau suplemen yang cukup, cadangan zat besi lama-kelamaan akan habis.

Kenapa remaja putri lebih berisiko?

Ada beberapa alasan mengapa remaja putri lebih rentan mengalami anemia dibandingkan remaja putra.

Pertama, tubuh sedang mengalami masa pertumbuhan sehingga membutuhkan lebih banyak zat besi.

Kedua, menstruasi menyebabkan tubuh kehilangan darah setiap bulan.

Ketiga, tidak sedikit remaja yang menjalani pola makan kurang seimbang, sering melewatkan sarapan, atau melakukan diet tanpa memperhatikan kebutuhan gizi.

Ditambah lagi, sebagian remaja masih menganggap Tablet Tambah Darah sebagai obat sehingga hanya diminum ketika merasa sakit. Padahal TTD adalah suplemen untuk mencegah anemia, bukan obat yang diminum saat sudah sakit. Rendahnya pengetahuan ini menjadi salah satu penyebab masih tingginya kasus anemia pada remaja putri.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan (tekanan darah) sebagai bagian dari layanan kesehatan remaja putri di sekolah.

Kenali tanda-tandanya sejak awal

Gejala anemia sering muncul secara perlahan sehingga mudah diabaikan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tubuh mudah lelah.
  • Wajah terlihat pucat.
  • Sering pusing atau berkunang-kunang.
  • Sulit berkonsentrasi saat belajar.
  • Jantung terasa berdebar.
  • Mudah mengantuk.
  • Tidak bertenaga saat beraktivitas.

Jika keluhan ini sering muncul, sebaiknya lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui lebih pasti.

Dampaknya bukan hanya merasa lemas

Banyak orang mengira anemia hanya membuat tubuh cepat capek. Padahal dampaknya bisa lebih luas.

Remaja yang mengalami anemia cenderung lebih sulit berkonsentrasi di kelas sehingga prestasi belajar dapat menurun. Daya tahan tubuh juga menjadi lebih rendah sehingga lebih mudah terserang infeksi.

Dalam jangka panjang, anemia yang tidak ditangani sejak remaja dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan ketika memasuki masa kehamilan, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, hingga gangguan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sejak remaja merupakan investasi penting bagi masa depan.

Ilustrasi pelaksanaan skrining hemoglobin (Hb) bagi siswi di ruang kelas.

Mengapa perlu skrining Hb di sekolah?

Salah satu upaya yang dilakukan Puskesmas adalah skrining hemoglobin (Hb) di sekolah.

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah seorang remaja mengalami anemia atau tidak. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan lebih awal, tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi, pendampingan, maupun tindak lanjut apabila diperlukan.

Skrining juga membantu siswa memahami kondisi kesehatannya sendiri. Banyak remaja yang merasa sehat ternyata baru mengetahui kadar Hb-nya rendah setelah dilakukan pemeriksaan. Itulah sebabnya deteksi dini sangat penting.

Ilustrasi proses pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar Hb.

Tablet Tambah Darah bukan untuk orang sakit

Masih banyak remaja yang enggan minum Tablet Tambah Darah karena takut mual atau menganggap tablet tersebut adalah obat.

Padahal, TTD berisi zat besi dan asam folat yang membantu tubuh membentuk sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia.

Kementerian Kesehatan menganjurkan remaja putri usia sekolah mengonsumsi 1 tablet setiap minggu sepanjang tahun melalui program di sekolah maupun pelayanan kesehatan. Jika muncul rasa mual, tablet bisa diminum setelah makan atau bersama air putih. Hindari mengonsumsinya bersamaan dengan teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaliknya, mengonsumsi TTD bersama buah yang kaya vitamin C seperti jeruk dapat membantu penyerapan zat besi menjadi lebih baik.

Cara sederhana mencegah anemia

Mencegah anemia sebenarnya tidak sulit jika dilakukan secara rutin.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Makan makanan kaya zat besi seperti daging, hati, ikan, telur, bayam, kacang-kacangan, dan tempe.
  • Perbanyak buah yang mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.
  • Jangan melewatkan sarapan.
  • Minum Tablet Tambah Darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Tetap aktif berolahraga.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala jika memiliki keluhan.

Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan manfaat besar untuk kesehatan di masa depan.

Ilustrasi sesi edukasi kesehatan lanjutan bersama remaja putri di sekolah.

Remaja sehat dimulai dari sekarang

Menjadi remaja yang sehat bukan berarti harus menunggu sakit terlebih dahulu baru memeriksakan diri. Justru, menjaga pola makan, rutin minum Tablet Tambah Darah, dan mengikuti skrining kesehatan merupakan langkah sederhana untuk mencegah masalah sejak dini.

Anemia bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Dengan pengetahuan yang cukup dan kebiasaan hidup sehat, remaja putri dapat tetap aktif belajar, berprestasi, serta mempersiapkan kesehatan yang lebih baik hingga dewasa nanti.

Jika sekolah atau Puskesmas mengadakan edukasi, pemeriksaan Hb, maupun pembagian Tablet Tambah Darah, manfaatkan kesempatan tersebut. Langkah kecil hari ini dapat menjadi investasi besar untuk masa depan yang lebih sehat.

Artikel ini telah direview oleh:
Sri Nur Wahyuni, S.KM
Petugas Promkes Puskesmas Pancatengah

Puskesmas Pancatengah

Puskesmas Pancatengah — Jl. Raya Pancatengah, Desa Cibongas, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46194


Referensi

  1. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes – Anemia pada Remaja Putri
  2. Kementerian Kesehatan RI – Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri
  3. Kementerian Kesehatan RI – Aksi Bergizi untuk Remaja
  4. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan – Cegah Anemia Raih Masa Remaja Sehat
  5. Ayo Sehat Kemenkes – Cegah Anemia pada Remaja Putri dengan Tablet Tambah Darah
  6. Chatgpt. Ilustrasi dan elemen grafis yang digunakan dalam artikel. Tersedia di: https://www.chatgpt.com/

Author Profile

fasyanazwasakib
Halo, saya Fasya Nazwa Sakib, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memiliki minat pada bidang pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan diri. Saya aktif dalam organisasi, kegiatan volunteer, serta pengembangan sumber daya manusia, dan juga merintis usaha di bidang fashion, jasa, dan kuliner. Saya menyukai kepenulisan, public speaking, digital marketing, dan content creation. Melalui website ini, saya berbagi pengalaman, pemikiran, dan karya sebagai bentuk kontribusi untuk menginspirasi dan memberi manfaat. Saya percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan, dan setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang besar.
Yuk Share Postingan Ini:
fasyanazwasakib
fasyanazwasakib

Halo, saya Fasya Nazwa Sakib, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memiliki minat pada bidang pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan diri. Saya aktif dalam organisasi, kegiatan volunteer, serta pengembangan sumber daya manusia, dan juga merintis usaha di bidang fashion, jasa, dan kuliner. Saya menyukai kepenulisan, public speaking, digital marketing, dan content creation. Melalui website ini, saya berbagi pengalaman, pemikiran, dan karya sebagai bentuk kontribusi untuk menginspirasi dan memberi manfaat. Saya percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan, dan setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang besar.

Articles: 7

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *