Program Diet Plastik Pada Pedagang Kaki Lima di Desa Babelan Kabupaten Bekasi
Oleh :
Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, S.KM., M.KL (Dosen Kesehatan Lingkungan, FIKES UHAMKA)
Widya Asih Lestari, S.Gz., M.K.KM (Dosen Gizi, FIKES UHAMKA)

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh berbagai negara. di dunia karena sifatnya yang sulit diurai, namun keberadaannya semakin meningkat setiap tahun. Masing-masing negara memiliki jumlah sampah plastik yang berbeda dengan berbagai latar belakang penduduk dan kondisi negaranya.

Berdasarkan data dari ScienceMag, jumlah produksi sampah plastik global sejak 1950 hingga 2015 cenderung selalu menunjukkan peningkatan. Pada tahun 1950, produksi sampah dunia berada pada kisaran 2 juta ton per tahun. Selanjutnya, pada tahun 2015 produksi sampah sudah mencapai angka 381 juta ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari 190 kali lipat, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5,8 ton per tahun.

Para pedagang kaki lima di Desa Babelan, Kabupaten Bekasi merupakan UMKM di tingkat bawah yang kurang mendapatkan sosilisasi terkait pengurangan sampah plastik sekali pakai. Kondisi perekonomian pedagang setempat tergolong keluarga miskin dengan lima penghasilan rendah yang disebabkan faktor alamiah yaitu bergantung pada hasil dagangan. Oleh karena itu untuk mengganti kantong plastik sekali pakai yang relative murah terasa sulit karena terbatasnya biaya untuk menggunakan plastik ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Bakti BEM KM FKM Unand Kepada Masyarakat Melalui Pengmas Care

Bukan hanya itu saja dari pihak pelanggan pun masih banyak yang tidak membawa tempat makan atau kantong belanja sendiri sehingga jika pedagang tidak menyediakan kantung, pelanggan tidak jadi membeli.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh Dosen FIKES UHAMKA Jakarta Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, S.KM., M.KL selaku Dosen Kesehatan Lingkungan dan Widya Asih Lestari, M.KM Selaku dosen Gizi. Penyuluhan ini membutuhkan waktu secara menyeluruh selama 180 menit.

Kegiatan penyuluhan terkait judul kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 16 Januari 2021 dengan jumlah peserta 15 orang yang berprofesi sebagai pedagang baik yang memiliki warung dan gerobak makanan yang dipilih secara random. Jenis kegitan yang dilakukan adalah meliputi edukasi sampah plastik melalui metode poster dan metode ceramah.

Poster diberikan kepada pedagang yang bertujuan sebagai edukasi untuk penjual maupun pembeli, diketahui bahwa salah satu metode edukasi yang efektif bukan hanya melalui lisan namun melalui poster yang menarik, Pada dasarnya poster merupakan suatu media yang lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna untuk dapat mempengaruhi perilaku, sikap seseorang dalam melakukan sesuatu.

Poster Ajakan STOP Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Berdasarkan gambar 1, pesan yang diberikan melalui poster tersebut adalah tentang ajakan berhenti dalam menggunakan plastik sekali pakai, desain yang abstrac namun tetap memperlihatkan nilai estetiknya dengan warna hijau yang mengartikan tentang menuju penghijauan/go green. judul poster disajikan dalam ukuran hurup yang besar dan tebal mengartikan bahwa informasi poster ini sangat penting dengan menggunakan bahasa ajakan.

Poster ditempel (gambar 2) untuk meneruskan informasi tetang batasan penggunaan kantong plastic sekali pakai dan masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari teredukasi dari poster tersebut. Selain poster, masyarakat diberikan ceramah lagsung dengan menggunakan bahan presentasi yang ditampilkan dengan menggunakan LCD.

BACA JUGA:  21 Nakes Puskesmas Losari Ikuti Pelatihan PMBA Bersama Pencerah Nusantara Cirebon
Edukasi Masyarakat Mengenai STOP Sampah Plastik

Sebelum dilaksanakan penyuluhan tim pengabdian masyarakat mengedarkan lembar pre test yang diisi oleh peserta yang berlangsung 30 menit, dilanjutkan dengan pemberian bahan penyuluhan yang dipaparkan menggunakan slide powerpoint yang berlangsung 120 menit lengkap dengan sesi Tanya jawab, dan setelah penyuluhan selesai dilanjutkan pengisian kembali lembar post test selama 20 menit. Hasil pre test dan post test diolah dan disimpulkan oleh tim pengabdian masyarakat.

Hasil Pre Test dan Post Test

Berdasarkan diagram batang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan penyuluhan bahaya mikroplastik mendapatkan hasil yang baik, dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat setelah dipaparkan bahan penyuluhan melalui hasil pre dan post test, yaitu tiap responden mengalami peningkatan presentasi jawaban benar sebelum dan sesudah penyuluhan berurutan yaitu, 27%, 30%, 17%, 36%, 37%, 53%, 37%, 40%, 50%, 57%, 40%, 40%, 57%, 50% dan 23%. Hasil ini sangat baik dikarenakan persentasi kenaikan antara pre test dan post test sangat baik.

Kesimpulan yang dapat ditarik setelah pelaksanaan Pengabdian Masyarakat tentang Minimalisasi plastik sekali pakai melalui program “diet plastik” pada pedagang kaki lima di desa babelan yaitu sebagai berikut : (1) Program pengabdian masyarakat berjalan secara baik dan lancar. Program ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat pedagang tentang bahaya plastik sekalio pakai bagi masyarakat dan lingkungan dilihat dari hasil pre test dan post test; (2) Program P2M ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminta semua pihak ikut bertanggung jawab dalam pengurangan penggunaan plastik sekali pakai pada usaha kecil dan menengah.

Pengabdian masyarakat tentang minimalisasi plastik sekali pakai melalui program diet plastik
(Visited 124 times, 1 visits today)