Pelatihan Pengelolaan Limbah Masker Sekali Pakai di Masa Pandemi COVID-19 Pada Ibu Rumah Tangga

Kegiatan pelatihan pengelolaan limbah masker sekali pakai di masa pandemi COVID-19 ini ditujukan untuk ibu rumah tangga, warga RT 01 RW 06 Sawangan, Depok, Jawa Barat. Berlangsung pada hari Sabtu, 24 Juli 2021 dan dihadiri 72 peserta.

Masalah mengenai sampah sudah bukan menjadi masalah yang baru di Indonesia. Volume sampah yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Jabodetabek mempengaruhi produksi sampah khsusunya sampah masker. Kewajiban memakai masker kesehatan ini bertujuan untuk mencegah penularan virus Covid-19 antara orang yang terjangkit penyakit tersebut atapun dengan orang sehat yang diduga dapat membawa virus Corona.

BACA JUGA:  Manfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga, Mahasiswa Ini Latih Warga Bikin Pupuk Kompos Takakura

Pengelolaan Limbah Masker Sekali Pakai di Masa Pandemi

Masker sekali pakai ini dengan mendadak menjadi barang yang dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat secara tiba-tiba, dan pembuangan yang tidak tepat akhirnya dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan penyebaran penyakit serta merugikan masyarakat. Berdasarkan permasalahan ini Dosen dan Mahasiswa lintas program studi berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat ini didukung oleh LPPM UHAMKA.

Pengabdian Masyarakat (Pengmas) ini kami lakukan secara online melalui aplikasi Zoom pada hari Sabtu, 24 Juli 2021 yang dihadiri 72 peserta. Topik Pertama disampaikan oleh Dosen Kesehatan Lingkungan, FIKES UHAMKA Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, S.KM., M.KL tentang Pelatihan Pengelolaan Limbah Masker Sekali Pakai, Dan topik kedua disampaikan oleh Dosen Ilmu Kedokteran, FK UHAMKA dr. Bety Semara Lakhsmi, MKM tentang Bahaya Limbah Masker Infeksius Bagi Kesehatan Masyarakat.

Grafik Pemahaman Peserta penyuluhan Pengelolaan Limbah Masker

Dari grafik ditas bisa dilihat terdapat peningakatan pengetahuan pada saat sebelum dan sesudah pelatihan. Terdapat beberapa pertanyaan terkait pengelolaan limbah masker pada saat pre test memiliki persentasi yang rendah yanag kemudian mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, pertanyaan Q1 tentang pewadahan limbah masker (pre test 20,8%; post test 85,2), pertanyaan Q7 tentang pewadahan limbah masker berwarna kuning (pre test 24,7%; post test 61,1%), pertanyaan Q11 tentang pemisaham limbah masker dengan sampah domestic (pre test 50,6%; post test 93,1), pertanyaan Q15 (limbah masker dibungkus terlebih dahulu dengan plastik sebelum dibuang ke tempat sampah (pre test 63%; post test 95,8) dan pertanyaan Q16 tentang wadah limbah masker yang tidak bisa dalam kondisi penuh ketika di angkut ke Tempat pembuangan sampah sementara (pre test 63%; post test 95,8%).

BACA JUGA:  WOW! Mahasiswa FKM Unhas Raih Best Paper di ASEAN Youth Initiative Conference

Dari persentase diatas, maka disimpulkan bahwa, peserta sangat antusias dan berharap pelatihan sejenis dapat dilakukan lagi serta penyuluhan yang diberikan terkait pengelolaan limbah masker secara keseluruhan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal ini sangat baik karena pengelolaan limbah masker merupakan hal yang penting yang perlu dilakukan di rumah tangga guna menjaga kesehahatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Terutama petugas kebersihan yang melakukan pengangkutan limbah masker dari rumah tangga atau Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) menuju ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA).

Peserta Pelatihan Pengelolaan Limbah Masker Sekali Pakai di Masa Pandemi

(Visited 59 times, 1 visits today)