Peran Kader Kesehatan Remaja dalam Mendukung Generasi Unggul Peduli Kesehatan

Perilaku tidak sehat dapat terjadi pada usia remaja karena usia tersebut merupakan fase krusial di mana seseorang mulai aktif secara mandiri dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial masyarakat, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas hidup, salah satunya dengan membentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR).

Usia remaja merupakan fase krusial di mana seseorang mulai aktif secara mandiri dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial masyarakat. Pematangan karakter serta pemilihan gaya hidup biasanya terjadi pada masa ini karena sifat mereka yang cenderung ingin serba tahu. Tidak jarang dalam prosesnya, remaja bersinggungan langsung dengan berbagai faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi perilaku seks pra nikah, status gizi akibat konsumsi makanan cepat saji, merokok, kurang aktivitas fisik, dan lain-lain.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, diperlukan kolaborasi, terutama peran aktif masyarakat dalam menangani upaya kesehatan anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR).

Siapa Itu KKR?

KKR biasanya terdiri dari kumpulan remaja yang direkomendasikan oleh masyarakat, atau siswa dengan kriteria tertentu di lingkungan sekolah. Kumpulan remaja tersebut kemudian dibina dan diberikan pelatihan khusus agar mampu menjalankan tugasnya dalam upaya promotif dan preventif terkait masalah kesehatan di lingkungan sekitar mereka, khususnya kepada sesama remaja atau teman sebaya.

Bagaimana Peran KKR dalam Mendukung Generasi yang Peduli Kesehatan?

Berikut merupakan contoh peran Kader Kesehatan Remaja dalam mendukung generasi unggul yang peduli kesehatan.

KKR Dapat Mengedukasi Teman Sebaya Mengenai Topik Kesehatan

Para remaja yang menjadi kader kesehatan akan mendapatkan pelatihan sebelum akhirnya bisa berperan langsung menyelesaikan masalah kesehatan, baik dalam lingkup individu maupun kelompok masyarakat. Partisipasi KKR dalam penyelesaian masalah kesehatan terletak pada kemungkinan interaksi mereka dengan teman sebaya sehingga penyampaian informasi dapat menjadi lebih efektif. Dengan kata lain, KKR berfungsi untuk menumbuhkan perilaku sehat dan menyebarkan pengetahuan mengenai topik-topik kesehatan, terutama yang erat kaitannya dengan anak dan remaja, kepada orang-orang di sekitarnya.

KKR Dapat Menjadi Contoh dalam Menerapkan Perilaku Hidup Sehat

Selain menyebarkan pengetahuan edukatif, KKR juga dapat berperan sebagai role model bagi teman-teman sebayanya. Sikap ini bertujuan untuk menjadi contoh nyata bagi anak-anak dan remaja yang masih belum paham bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat.

KKR Dapat Berperan di Lingkungan Sekolah

Selain di lingkungan masyarakat, KKR juga sering digandeng untuk membantu meningkatkan upaya kesehatan sekolah, terutama melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tidak hanya berperan sebagai edukator dan role model saja, keberadaan KKR di sekolah juga dapat mendukung guru UKS apabila hendak menjalankan program kesehatan tertentu, seperti monitoring kesehatan bulanan, cek kesehatan siswa, atau lain sebagainya.

Bagaimana KKR Dapat Berkontribusi dalam Upaya Peningkatan Kesehatan?

Proses pembentukan perilaku seseorang dapat ditunjang melalui tiga elemen: pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Semua elemen tersebut dapat diperoleh dari adanya pendidikan kesehatan. Dengan eksekusi yang tepat, pelaksanaan pendidikan kesehatan dapat dibantu oleh keberadaan KKR, bahkan tanpa mereka sadari. Hal ini dapat diwujudkan jika terjadi kolaborasi kuat antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta masyarakat itu sendiri, dengan cara membuat konsep pendidikan yang menekankan pada perubahan perilaku, dari yang kurang baik menjadi lebih baik.

Kader Kesehatan Remaja dapat berperan sebagai wadah yang memiliki fungsi positif dalam penanganan risiko kesehatan, baik di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Dengan terbentuknya KKR, diharapkan dapat menjadi awal dari upaya peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan kesehatan.


Referensi:

  • Africia, F., Bambang Wiseno, Didik Susetiyanto Atmojo, Susanti Tia Jaya, & Aris Dwi Cahyono. (2023). Peningkatan Peran Kader Kesehatan Remaja (KKR) Pada Pelaksanaan UKS. Jurnal Abdimas Pamenang, 1(2), 1–6.
  • Nourmayansa Vidya. (2021). Peran Kader Kesehatan Remaja (KKR) Dalam Mengurangi Risiko Kelebihan Berat Badan di Kalangan Remaja SMP di Jakarta. Journal of Health Education and Literacy, 4(1), 40–49.
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak.

Artikel ini telah direview oleh:
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah

Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000

Yuk Share Postingan Ini:
Indah Nurdiyanah
Indah Nurdiyanah
Articles: 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *