Puasa Ramadhan adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Namun, ada beberapa kekhawatian tentang dampak puasa terhadap kesehatan ginjal. Gagal ginjal adalah kondisi di mana ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Kondisi ini dapat terjadi secara akut atau kronis dan disebabkan oleh faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi, atau efek samping obat-obatan. Gejala umum meliputi penurunan jumlah urin, pembengkakan tubuh, kelelahan, sesak napas, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Apakah gagal ginjal selama puasa adalah mitos atau fakta?
Menurut US National Library of Medicine National Institutes of Health, puasa dapat sedikit menurunkan fungsi ginjal, tetapi masih dalam batas normal. Meskipun demikian, puasa memiliki efek positif, seperti mengurangi stres oksidatif, berat badan, dan tekanan darah. Namun, perlu diingat bahwa puasa tidak memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan fungsi ginjal.
Asupan cairan dan nutrisi yang cukup penting untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah dehidrasi. Seseorang disarankan mengonsumsi air putih sebanyak 2-2,5 liter sampai maksimal 3 liter per hari, terutama setelah buka puasa sampai sahur di hari berikutnya. Selain itu, konsumsi makanan yang seimbang dan bergizi juga sangat penting. Makanan yang seimbang dan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dan mencegah dehidrasi.

Kemenkes RI merekomendasikan untuk minum satu gelas air putih setiap beberapa jam, terutama setelah bangun tidur, sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Pakistan Jurnal of Medical Science menemukan bahwa puasa Ramadhan tidak memiliki dampak negatif pada fungsi ginjal pasien penyakit ginjal kronis (PGK ) stadium III-IV. Puasa Ramadhan dapat meningkatkan fungsi ginjal, ditandai dengan peningkatan eGFR ( estimasi Laju Filtrasi Glomerulus ) sebesar 14,826 poin pada mereka yang berpuasa setelah Ramadhan dibandingkan dengan mereka yang tidak berpuasa. Selain itu, ditemukan kadar kreatinin pada pasien yang berpuasa tidak mengalami perubahan signifikan, bahkan cenderung menurun. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan tidak memiliki dampak negatif pada fungsi ginjal pasien PGK. Penelitian tersebut memberikan informasi yang penting bagi pasien PGK yang ingin berpuasa Ramadhan bahwa puasa tidak akan berdampak negatif pada fungsi ginjal. Jika Anda memiliki kondisi ginjal yang spesifik atau memiliki kekhawatiran tentang kesehatan ginjal, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai puasa.
Puasa selama bulan Ramadhan tidak memperburuk fungsi ginjal, penting untuk memperhatikan kesehatan ginjal untuk mencegah gagal ginjal. Pastikan untuk memperhatikan kebutuhan tubuh agar dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah dehidrasi selama puasa. Selain itu, penting juga untuk memantau kondisi kesehatan ginjal selama puasa dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi kemungkinan gagal ginjal. Dengan demikian, resiko gagal ginjal dapat dikurangi dan pengobatan yang tepat dapat dilakukan jika diperlukan.
Referensi
https://www.halodoc.com/artikel/benarkah-ginjal-sehat-dengan-puasa



