Puskesmas Cikatomas Gelar Tracing TBC Terintegrasi CKG

Puskesmas Cikatomas menggelar Tracing TBC Terintegrasi CKG bagi kontak erat, kontak serumah pasien TBC, dan kelompok berisiko di Desa Cilumba, Kecamatan Cikatomas, Rabu (9/9/2026).

Cikatomas, 9 September 2026 – Puskesmas Cikatomas menggelar kegiatan Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Cilumba, Kecamatan Cikatomas, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Puskesmas Cikatomas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan STPI FSCDS. Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat yang menjadi kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC serta kelompok yang berisiko terkena TBC.

Kenali Tanda dan Gejala TBC

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan oleh Programmer Promosi Kesehatan, Agus Supratman, S.KM. Materi yang disampaikan membahas “Gejala dan Tanda TBC”.

Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai tanda yang perlu diperhatikan. TBC merupakan penyakit menular yang paling sering menyerang paru-paru. Salah satu gejala yang umum ditemukan adalah batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih.

Gejala lainnya dapat berupa batuk berdahak, dahak bercampur darah, nyeri dada, sesak napas, demam atau meriang dalam waktu lama, berkeringat pada malam hari, nafsu makan menurun, berat badan turun, serta tubuh terasa lemas.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut, terutama batuk yang tidak kunjung sembuh, diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan lebih awal penting untuk mengetahui apakah seseorang mengalami TBC sehingga pengobatan dapat segera diberikan.

Tracing TBC untuk Temukan TBC Lebih Dini

Tracing TBC dilakukan untuk menemukan orang yang pernah atau sering berinteraksi dengan pasien TBC. Kontak serumah menjadi salah satu kelompok yang perlu diperhatikan karena memiliki kemungkinan lebih besar untuk terpapar.

Melalui pelacakan, masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC dapat diberikan pemeriksaan sesuai kebutuhan. Langkah ini membantu menemukan terduga TBC lebih awal sehingga dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan apabila terbukti mengalami TBC.

Pelacakan kontak juga menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan dan diobati, semakin besar peluang penularan dapat dicegah.

Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan kooperatif dan menunjukkan antusiasme selama materi diberikan.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC. Pengetahuan mengenai tanda dan gejala TBC diharapkan membuat masyarakat lebih peka terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun anggota keluarga.

Peserta juga diharapkan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan apabila memiliki gejala yang mengarah pada TBC atau pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC.

Dukung Eliminasi TBC 2030

Melalui Tracing TBC Terintegrasi CKG ini, Puskesmas Cikatomas berharap semakin banyak terduga TBC yang dapat ditemukan sejak dini. Masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan juga diharapkan dapat segera memperoleh penanganan dan menjalani pengobatan hingga sembuh.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama untuk mendukung eliminasi TBC pada tahun 2030. Peran masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari mengenali gejala, tidak menunda pemeriksaan, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, hingga mendukung anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan TBC.


Artikel ini sudah direview oleh:

Dewi Camellia, S. T
Tenaga Promkes Puskesmas Cikatomas

Puskesmas Cikatomas
Jl. Rumah Sakit No. 17, Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat 46193
E-mail: pkm.cikatomas@gmail.com
Telp: 082317959903

Author Profile

Inggrid Tandiongan
Yuk Share Postingan Ini:
Inggrid Tandiongan
Inggrid Tandiongan
Articles: 2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *