Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan kesehatannya ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Kondisi ini menyebabkan penanganan menjadi lebih sulit, biaya pengobatan meningkat, dan kualitas hidup masyarakat menurun.
Berangkat dari kondisi tersebut, UPTD Puskesmas Sukodono menghadirkan sebuah inovasi pelayanan kesehatan bernama Skrining Terpadu Masyarakat Umum (SEDU ARUM). Inovasi ini menjadi salah satu bentuk transformasi pelayanan kesehatan primer yang mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit sebelum menimbulkan komplikasi.
Inovasi seperti SEDU ARUM sejalan dengan arah transformasi pelayanan kesehatan primer yang menekankan penguatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan deteksi dini sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Apa Itu SEDU ARUM?

SEDU ARUM merupakan model pelayanan skrining kesehatan yang mengintegrasikan berbagai jenis pemeriksaan dalam satu kegiatan. Melalui konsep “One Stop Health Screening”, masyarakat cukup datang satu kali untuk mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan sesuai usia dan faktor risikonya.
Pelayanan yang diberikan meliputi:
- Pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut.
- Pemeriksaan tekanan darah.
- Pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat (sesuai indikasi dan ketersediaan layanan).
- Skrining faktor risiko penyakit tidak menular.
- Skrining kesehatan jiwa.
- Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Konseling kesehatan.
- Rujukan bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut.
Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak lagi harus mengikuti beberapa kegiatan skrining yang berbeda pada waktu dan tempat yang berbeda.
Mengapa SEDU ARUM Hadir?

Selama ini, pelaksanaan skrining kesehatan sering kali dilakukan berdasarkan masing-masing program sehingga masyarakat harus mengikuti beberapa kegiatan yang terpisah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat dan kurang optimalnya cakupan deteksi dini.
SEDU ARUM hadir sebagai solusi melalui pelayanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan mudah diakses. Tim kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat melalui kegiatan di desa, sekolah, tempat kerja, posyandu, hingga lokasi-lokasi strategis lainnya.
Pendekatan ini membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dengan masyarakat.
Membangun Budaya Periksa Kesehatan Sejak Dini

Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan investasi terbaik untuk menjaga kualitas hidup.
Melalui inovasi Skrining Terpadu Masyarakat Umum (SEDU ARUM), UPTD Puskesmas Sukodono berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, terintegrasi, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya deteksi dini sehingga penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Karena kesehatan yang terjaga hari ini adalah investasi terbaik untuk masa depan yang lebih berkualitas.
Penulis:
Yeny Etika Sari, S.KM
Petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Gucialit
UPTD Puskesmas Gucialit
Alamat : Jln PB. Sudirman No. 215
Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang,
Jawa Timur 67353
Instagram: @puskesmasgucialit
Author Profile
- Editor Kesmas-ID
Latest entries
PuskesmasJuli 25, 2026SEDU ARUM : Satu Langkah, Banyak Manfaat Untuk Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
KarierJuli 23, 2026Lowongan Kerja RSU Antam Medika: Dibuka Posisi Pelaksana K3 Rumah Sakit
PuskesmasJuli 22, 2026CERDIK DARLING, Cegah Hipertensi Dengan Aktif Deteksi Dini Bersama Posyandu Keliling
KarierJuli 18, 2026Rekrutmen Tenaga Kesehatan Penugasan Khusus Periode I Tahun 2026



