Universitas Siliwangi Gelar Edukasi Obesitas Remaja di Tasikmalaya

Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Daarudda’wah, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan focus group discussion (FGD) dengan tema obesitas remaja.

Tasikmalaya, Agustus 2026 – Obesitas pada remaja semakin menjadi perhatian serius dalam kesehatan masyarakat. Data Riskesdas dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas remaja di Kabupaten Tasikmalaya masih cukup tinggi, khususnya pada jenjang SMA/sederajat. Puskesmas Leuwisari mencatat 52 kasus obesitas remaja sepanjang tahun 2023, menjadikannya wilayah dengan angka tertinggi secara relatif.

Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Daarudda’wah, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan focus group discussion (FGD) dengan tema obesitas remaja, menghadirkan narasumber dari Puskesmas Leuwisari, yang dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2026.

Penyuluhan Obesitas pada Remaja di SMK Daarudda’wah

Acara dibuka oleh Kepala SMK Daarudda’wah, Ahmad Zahrul Anam, S.Tr.Kom., yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Tim pengabdian yang diwakili oleh Faisal Fadilla Noorikhsan, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa obesitas remaja berkaitan dengan pengetahuan yang kurang, pola makan tidak sehat, perilaku sedentari, serta kebiasaan bermain gawai.

Materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Risma Fujiarti kepada 50 siswa kelas X–XII, mencakup definisi obesitas, faktor risiko, dampak fisik dan mental, serta strategi pencegahan. Dimoderatori oleh Yuni Yuni Laferani, S.ST., M.K.M. Suasana diskusi berlangsung sangat antusias,  terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara mencegah obesitas. Acara ditutup dengan pemberian souvenir, doorprize, dan foto bersama.

Dalam rangkaian penyuluhan, juga dilaksanakan FGD yang diikuti oleh 12 remaja obesitas dan siswa dengan gizi normal. Diskusi berlangsung interaktif, difasilitasi oleh Meita Tyas Nugrahaeni, SKM., MKM. Peserta berbagi pengalaman, kebiasaan sehari-hari, hingga strategi untuk mengubah perilaku berisiko. Pendekatan ini memberi ruang bagi remaja untuk saling belajar dan membangun kesadaran kolektif.

Focus Group Discussion tema obesitas remaja di SMK Daarudda’wah

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang perilaku yang memicu obesitas serta cara pencegahannya. Obesitas bukan hanya masalah medis, tetapi juga berdampak pada kepercayaan diri, risiko perundungan, hingga kecemasan sosial. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes melitus di usia muda.

Upaya kolaboratif antara perguruan tinggi, sekolah, dan fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk menekan angka obesitas remaja sekaligus membangun kesadaran akan gaya hidup sehat. Remaja sehat adalah modal utama untuk melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi positif bagi masa depan bangsa.


Penulis:
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Siliwangi

  • Andy Muharry
  • Faisal Fadilla Noorikhsan
  • Kharisma Nurul Fazrianti Rusman
  • Yuni Laferani
  • Wulan Tri Yutanti
  • Meita Tyas Nugrahaeni
  • Chelsea Khairini Fazrin
  • Zamalludin Husein

Author Profile

Amrullah Jabar
Amrullah Jabar
Editor Kesmas-ID
Yuk Share Postingan Ini:
Amrullah Jabar
Amrullah Jabar

Editor Kesmas-ID

Articles: 164

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *