Di era digital, kemampuan menyampaikan informasi kesehatan tidak lagi hanya mengandalkan tulisan panjang atau presentasi biasa. Masyarakat kini lebih tertarik pada konten visual yang singkat, menarik, dan mudah dipahami. Oleh karena itu, skill desain infografis menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat.
Infografis mampu mengubah data yang kompleks menjadi informasi sederhana sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Tidak heran jika puskesmas, dinas kesehatan, rumah sakit, hingga organisasi kesehatan kini aktif menggunakan infografis sebagai media edukasi.
Lalu, mengapa mahasiswa Kesmas perlu menguasai skill ini?
Mengapa Skill Desain Infografis Penting?
Sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat, Anda akan sering berhadapan dengan kegiatan edukasi, promosi kesehatan, maupun penyampaian hasil penelitian.
Tanpa visual yang menarik, informasi penting sering kali diabaikan oleh masyarakat.
Sebaliknya, infografis mampu meningkatkan perhatian audiens karena menggabungkan elemen visual, warna, ikon, dan teks yang lebih mudah dipahami.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Mempermudah penyampaian pesan kesehatan.
- Membuat data statistik lebih menarik.
- Meningkatkan daya ingat audiens.
- Memudahkan penyebaran informasi melalui media sosial.
- Menunjang presentasi akademik maupun seminar.
Mengapa Mahasiswa Kesmas Harus Belajar Desain?
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat tidak hanya dituntut memahami teori kesehatan, tetapi juga mampu mengomunikasikan informasi kepada masyarakat.
Misalnya ketika melakukan:
- Praktik Promosi Kesehatan
- Kuliah Kerja Nyata (KKN)
- Magang di Puskesmas
- Penelitian
- Penyuluhan kesehatan
- Kampanye Hari Kesehatan Nasional
Seluruh kegiatan tersebut membutuhkan media edukasi yang menarik agar pesan dapat diterima dengan baik.
Skill Desain Infografis yang Perlu Dikuasai
1. Menyusun Hierarki Informasi
Infografis yang baik memiliki urutan informasi yang jelas.
Mulailah dari:
- Judul
- Fakta utama
- Penjelasan singkat
- Tips
- Call to Action (CTA)
Audiens dapat memahami isi hanya dalam beberapa detik.
2. Memilih Warna yang Tepat
Warna memiliki pengaruh besar terhadap keterbacaan.
Untuk konten kesehatan biasanya digunakan:
- Biru untuk kepercayaan
- Hijau untuk kesehatan
- Ungu untuk edukasi modern
- Kuning sebagai aksen perhatian
Hindari terlalu banyak warna agar desain tetap nyaman dilihat.
3. Menggunakan Ikon yang Relevan
Ikon membantu mempercepat pemahaman informasi.
Contohnya:
- Ikon jantung untuk hipertensi
- Ikon masker untuk penyakit menular
- Ikon sayur untuk gizi
- Ikon olahraga untuk aktivitas fisik
Visual sederhana sering kali lebih efektif daripada paragraf panjang.
4. Mengolah Data Menjadi Visual
Mahasiswa Kesmas sering bekerja dengan data penelitian.
Alih-alih menampilkan tabel panjang, ubahlah menjadi:
- Diagram batang
- Diagram lingkaran
- Timeline
- Flowchart
- Perbandingan visual
Cara ini membuat hasil penelitian lebih mudah dipahami.
5. Menulis Teks Singkat dan Padat
Infografis bukan artikel.
Gunakan kalimat singkat seperti:
❌ “Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya.”
✅ “Hipertensi terus meningkat setiap tahun.”
Semakin ringkas, semakin mudah dipahami.
Tools yang Cocok untuk Mahasiswa Kesmas
Saat ini banyak aplikasi desain yang mudah dipelajari.
Beberapa di antaranya:
- Canva
- Figma
- Adobe Express
- Piktochart
- Visme
Canva menjadi pilihan paling populer karena menyediakan ribuan template edukasi kesehatan yang mudah disesuaikan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan umum saat membuat infografis yaitu:
- Terlalu banyak tulisan.
- Warna terlalu ramai.
- Font terlalu kecil.
- Menggunakan terlalu banyak jenis huruf.
- Tidak memiliki fokus utama.
- Gambar berkualitas rendah.
- Data tidak mencantumkan sumber.
Kesalahan-kesalahan ini dapat mengurangi efektivitas penyampaian pesan.
Peluang Karier dari Skill Desain Infografis
Kemampuan membuat infografis juga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Banyak instansi membutuhkan tenaga yang mampu membuat media edukasi digital, seperti:
- Dinas Kesehatan
- Puskesmas
- Rumah Sakit
- NGO kesehatan
- Perusahaan startup kesehatan
- Digital agency
- Media kesehatan
Selain itu, skill ini juga dapat dimanfaatkan sebagai freelancer untuk membuat konten media sosial maupun materi promosi kesehatan.
Tips Belajar Desain Infografis
Agar cepat berkembang, lakukan langkah berikut:
- Pelajari prinsip desain dasar.
- Amati desain dari akun kesehatan terpercaya.
- Latihan membuat satu infografis setiap minggu.
- Gunakan template sebagai media belajar.
- Minta masukan dari dosen atau teman.
- Ikuti perkembangan tren desain media sosial.
Konsistensi latihan jauh lebih penting dibanding langsung menguasai aplikasi yang rumit.
Kesimpulan
Di tengah pesatnya perkembangan media digital, skill desain infografis telah menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Kemampuan ini membantu menyampaikan edukasi kesehatan secara lebih menarik, mudah dipahami, dan efektif sehingga pesan yang disampaikan memiliki dampak lebih besar bagi masyarakat.
Menguasai desain infografis juga memberikan nilai tambah saat magang maupun memasuki dunia kerja karena banyak instansi kesehatan membutuhkan tenaga yang mampu mengubah data menjadi media edukasi yang informatif dan menarik. Dengan terus berlatih dan mengikuti perkembangan tren desain, mahasiswa Kesmas dapat menjadi edukator kesehatan yang lebih profesional di era digital.
FAQ
Apakah mahasiswa Kesmas harus bisa desain grafis?
Tidak harus menjadi desainer profesional, tetapi memahami dasar desain infografis akan sangat membantu dalam kegiatan promosi dan edukasi kesehatan.
Aplikasi apa yang paling mudah digunakan pemula?
Canva merupakan pilihan terbaik bagi pemula karena memiliki banyak template, ikon, dan fitur yang mudah digunakan.
Apakah skill desain berguna saat magang?
Ya. Banyak puskesmas, rumah sakit, dan dinas kesehatan membutuhkan mahasiswa yang mampu membuat media edukasi digital.
Berapa lama belajar desain infografis?
Dengan latihan rutin selama 1–2 jam per minggu, kemampuan dasar dapat dikuasai dalam beberapa minggu. Kemahiran akan terus berkembang seiring pengalaman membuat berbagai materi edukasi.
Author Profile
Latest entries
PuskesmasJuli 22, 2026CERDIK DARLING, Cegah Hipertensi Dengan Aktif Deteksi Dini Bersama Posyandu Keliling
Mahasiswa KesmasJuli 22, 2026Skill Desain Infografis yang Membantu Mahasiswa Kesmas Menyampaikan Edukasi Lebih Efektif
Edukasi KesehatanJuli 22, 2026Workout di Gym Bisa Menurunkan Hipertensi? Ini Penjelasan Ahli
Mahasiswa KesmasJuli 20, 2026Skill yang Menghasilkan Uang Selama Kuliah



