
Bangun budaya hidup sehat sejak dini mampu mencegah berbagai penyakit menular pada anak. Di lingkungan sekolah, membiasakan hidup sehat ini menjadi bagian penting dari PHBS. Kebiasaan baik dapat membantu menjaga kesehatan siswa dan menciptakan suasana belajar yang aman. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun perlu dilakukan secara rutin agar menjadi kebiasaan yang diterapkan baik di sekolah maupun di rumah.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun dan penerapan PHBS, Puskesmas Cibalong menyelenggarakan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Selasa, 28 Juli 2026 di SDN Pondokgarogol. Sebanyak 110 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan ini bersama guru dan warga sekolah.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa penerapan PHBS di sekolah merupakan salah satu langkah preventif yang efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep PHBS secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Sosialisasi PHBS di SDN Pondokgarogol
Materi yang disampaikan berfokus pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah dengan mengacu pada delapan indikator PHBS. Narasumber menjelaskan bahwa penerapan indikator-indikator tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang sehat. Delapan indikator tersebut meliputi mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, mengonsumsi jajanan yang sehat, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, melakukan olahraga secara teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, serta melaksanakan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Selama penyampaian materi, narasumber menggunakan metode komunikasi yang interaktif sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Narasumber menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana. Narasumber menjelaskan pentingnya PHBS. Setelah itu, narasumber mengajak siswa berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang mendukung lingkungan sekolah yang sehat. Narasumber mengajukan berbagai pertanyaan kepada peserta.
Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Pada sesi ini, narasumber memperagakan tahapan mencuci tangan yang benar sesuai dengan standar kesehatan. Seluruh siswa kemudian mengikuti setiap gerakan secara bersama-sama dengan penuh antusias. Suasana kegiatan menjadi semakin hidup ketika para siswa saling memperhatikan dan mengoreksi gerakan teman-temannya agar seluruh langkah dilakukan dengan benar. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa metode praktik meningkatkan minat belajar siswa. Cara ini juga memudahkan mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penularan penyakit.
Selain praktik mencuci tangan, narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan toilet, serta membiasakan pola hidup sehat setiap hari. Narasumber menyampaikan pesan tersebut agar siswa menyadari bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan, mengikuti praktik yang diberikan, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Guru dan pihak sekolah menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Bagian PHBS di Sekolah
Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa, guru, serta seluruh warga sekolah mengenai PHBS. Selain itu, Sosialisasi ini membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada peserta didik. Penerapan PHBS secara berkelanjutan akan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Puskesmas Cibalong berkomitmen melaksanakan promosi kesehatan di berbagai sekolah. Upaya ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini. Melalui kolaborasi yang baik antara tenaga kesehatan, sekolah, guru, siswa, dan orang tua, diharapkan kolaborasi tersebut menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak dini. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap kesehatan diri maupun lingkungan sekitarnya.
FAQ
Mengapa cuci tangan pakai sabun penting bagi anak sekolah?
Cuci tangan pakai sabun mampu menghilangkan kuman penyebab penyakit sehingga menurunkan risiko diare, influenza, dan infeksi saluran pernapasan.
Kapan anak harus mencuci tangan pakai sabun?
Sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, serta setelah memegang benda yang kotor.
Berapa langkah cuci tangan yang benar?
Enam langkah meliputi menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, ujung jari, kemudian dibilas menggunakan air mengalir.
Siapa yang berperan membiasakan cuci tangan pakai sabun?
Guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan seluruh warga sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan tersebut.
Artikel ini telah direview oleh:
Gina Marliyana, S.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Cibalong
Jalan Karang Nunggal No. 204, Desa Cibalong, Kec. Cibalong, Kab. Tasikmalaya
Prov. Jawa Barat, 46185
No. Telp. 08211547674
Author Profile

-
Fitriani Fauziah Yelandani, S.Tr.Keb., MKM. | Midwife, Health Communicator & Digital Health Enthusiast
Berfokus pada integrasi pelayanan kebidanan, promosi kesehatan, dan teknologi digital. Berpengalaman dalam pengembangan media edukasi, penulisan ilmiah, serta edukasi masyarakat berbasis evidence-based. Saat ini aktif mengampanyekan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan komunikasi kesehatan yang lebih akurat, responsif, dan mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 7, 2026Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun bagi Anak Sekolah
Berita KesehatanAgustus 7, 2026Sosialisasi PHBS di SDN Pondokgarogol Bangun Budaya Hidup Sehat Sejak Dini
AI in HealthcareAgustus 3, 2026AI untuk Pengelola Website Instansi Kesehatan: Meningkatkan Kualitas Publikasi Digital melalui Teknologi Artificial Intelligence


