Upaya Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Hygiene Sanitasi di Kelurahan Mata Air Kota Padang

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa melaksanakan sosialisasi sanitasi dan edukasi cegah stunting di Kelurahan Mata Air Kota Padang.

Sanitasi menjadi hal utama dan penting sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Umumnya, sanitasi diartikan sebagai suatu kegiatan pembudayaan hidup bersih dari kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya sehingga manusia terhindar dari berbagai penyakit. Sanitasi yang baik merupakan salah satu tindakan untuk mencegah penyakit stunting yang saat ini marak terjadi kepada balita maupun anak-anak di Indonesia.

Menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Balita dikatakan stunting jika tinggi badan dan panjang tubuhnya -2 dari stnadar Mukticentre Growth Rerference Study dari WHO. Sedangkan, menurut Kementerian Kesehatan RI, balita dikatakan stunting jika nilai z-skor nya kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted).

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa, berdasarkan hasil observasi dan inspeksi rumah sehat yang dilakukan oleh kelompok 3 MBKM K3Kesling (Atikah Qurratul Aini, Gabriella Tessalonika, Nita Oktaviani, Seyna Adhia Satriana, Siti Vanny Maharani dan Zil Mahendra) dengan dosen pembimbing Ibu Septia Pristi Rahmah, SKM., MKM, yang dilaksanakan di RT 02, RW 11, Kelurahan Mata Air, Kec. Padang Selatan, Kota Padang, jumlah stunting yang ditemukan, yaitu 11 balita. RT 02/ RW 11 merupakan RT dengan angka stunting tertinggi di kelurahan Mata Air.

“Umumnya balita yang mengalami stunting di RT 02/ RW 11 ini, yaitu balita yang lingkungan rumahnya kurang baik, dengan kata lain, sanitasi di rumahnya masih belum terjaga dengan baik. Pekerjaan dari orang tua dari balita stunting umumnya adalah buruh, jadi peran orang tua untuk memberi makanan bergizi dan sehat terhadap anak masih kurang,” ujar Ibu Suhernawati, Kader RT 02/ RW 11.

Sanitasi di RT 02/ RW 11 masih jauh dari kata baik, hal ini didukung dari kondisi lingkungan tersebut. Contohnya saja, proses pengelolaan sampah yang kurang terstruktur mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan di pekarangan rumah warga dan jauhnya akses pembuangan sampah di TPS di sekitar wilayah tersebut. Dari inspeksi yang dilakukan kelompok, rata-rata masyarakat mengaku membuang sampah rumah tangga mereka di selokan sekitar rumah mereka dan sungai.

Hal ini tentunya akan berdampak buruk kepada sanitasi lingkungan. Semakin tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selaras dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Dengan banyaknya sampah yang dihasilkan maka perlu pengelolaan sampah dengan cara pengurangan dan penanganan sampah yang benar untuk menunjang hygene sanitasi lingkungan. Jika tidak, berpotensi banjir dan terjadi kejadian sakit, jika terjadi terus menerus mengakibat stunting pada balita.

Kondisi lainnya seperti ketersediaan septic tank di wilayah tersebut, dimana masih ada rumah yang tidak memiliki akses tersebut. Rumah tangga memiliki akses sanitasi layak apabila fasilitas sanitasi yang digunakan memenuhi syarat kesehatan antara lain dilengkapi dengan tanki septik (septic tank)/ Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), yang digunakan sendiri atau bersama.

Sanitasi yang buruk bukan hanya sekadar perilaku BAB sembarangan, tetapi juga jamban dengan septic tank yang tidak disedot dengan baik secara rutin. Hal tersebut memungkinkan terjadinya kebocoran yang dapat mencemari air tanah. Jika ibu hamil atau anak pada periode emas pertumbuhannya mengonsumsi/ menggunakan air tanah tercemar tersebut, maka risiko terena stunting sangat besar. Gangguan pencernaan seperti diare, kecacingan, dsb yang berkepanjangan berisiko terkena stunting.

Dari inspeksi rumah sehat yang dilakukan, didapatkan bahwa kepedulian dan akses fasilitas dari masyarakat untuk menjaga sanitasi masih minim, hal ini juga didukung tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai pentingnya upaya pencegahan stunting dengan peningkatan sanitasi lingkungan.

Menindaklanjuti dari kegiatan inspeksi tersebut, maka diadakan kegiatan penyuluhan kesehatan pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 di Posyandu Harapan Ibu 1 di RT 02/ RW 11, Kelurahan Mata Air. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 3 MBKM K3Kesling yang didampingi oleh Dosen Pembimbing dan dihadiri oleh Lurah Mata Air, Ibu Puskesmas, Kepala RW 11 dan RT 02, Ibu Kader Posyandu Harapan Ibu 1, dan para ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

Pada penyuluhan tersebut, kelompok memberikan pemaparan materi yang edukatif mengenai pencegahan stunting  dan peningkatan hygene sanitasi. Dilakukan juga pre-test dan post-test pada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita guna melihat tingkat pengetahuan dari ibu. Adapaun kegiatan lainnya, kelompok memberikan Makanan Pendukung ASI (MP-ASI) seperti bubur kacang hijau dan telur rebus ke masing-masing anak balita yang datang. Adapun media promosi kesehatan yang kelompok sajikan guna memberikan pengetahuan adalah poster yang ditempelkan di Posyandu dan pembagian leaflet ke masing-masing peserta yang hadir.

“Upaya pencegahan stunting seperti pemberian ASI ekslusif penting sekali buat pertumbuhan anak, ibu yang sudah punya anak wajib untuk menyusui anaknya. Selain itu, kita saling menjaga kebersihan lingkungan karena itu salah satu cara kita juga mencegah stunting, kemudian kita menjaga anak-anak kita dengan memperhatikan asupan gizinya. Dan untuk mencukup gizi itu tidak perlu yang mahal-mahal, tetapi perlu diperhatikan cara penyajian dan pengolahannya,” tutur Lurah Mata Air saat kata sambutan pada penyuluhan.

Dengan adanya program Membangun Desa melalui kegiatan MBKM yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen pembimbing kelompok yang secara aktif juga didukung oleh masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan adanya tawaran solusi berupa promosi kesehatan yang dilakukan kelompok di kelurahan tersebut, diharapkan kegiatan inspeksi dan promosi kesehatan mengenai upaya  pencegahan stunting dan peningkatan sanitasi yang dilakukan di RT 02/ RW 11 Kelurahan Mata Air ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat mengenai hygene sanitasi lingkungan sebagai bentuk upaya dari pencegahan dan mengatasi stunting di Kelurahan Mata Air.


Penulis
Kelompok 3 MBKM K3 Kesling
FKM Universitas Andalas

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *