Di Indonesia, sekitar 8 bayi per 1000 kelahiran hidup memiliki Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan kondisi bervariasi, dari ringan sampai berat. PJB muncul karena perkembangan jantung janin yang belum sempurna atau abnormal pada awal masa kehamilan. Salah satu dampak dari PJB Adalah ancaman malnutrisi yang dapat berujung pada kondisi stunting.

Selain itu, PJB merupakan penyebab signifikan kematian bayi terutama di negara berkembang. Salah satu kontributor angka kasus dan kematian akibat penyakit tersebut adalah kurangnya kewaspadaan dalam penemuan kasus serta diagnosis bayi dengan PJB.
Dalam rangka penguatan skrining PJB pada bayi dan memperingati pekan Kewaspadaan Penyakit Jantung Bawaan, maka Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang berkolaborasi dengan PPPKMI, IDI, IDAI PERKI dan IBI Cabang Lumajang menggelar Seminar Deteksi Jantung Bawaan bagi Dokter dan Bidan di Puskesmas bertempat di Ruang Pertemuan IBI pada Hari Rabu, 15 Februari 2023.

Dalam kegiatan ini ditandatangani pula komitmen untuk deteksi dini PJB di Posyandu/ Polindes/ Ponkesdes/ Pustu dan Puskesmas, melakukan rujukan kasus balita terduga PJB serta melakukan edukasi tentang PJB kepada keluarga dan masyarakat untuk melakukan deteksi dini PJB. (Raths)
Author Profile
Latest entries
Kampus KesmasNovember 30, 2024Gerakan Mengolah Sampah Organik dengan Kompos Bentuk Kepedulian Kita Terhadap Lingkungan
TestimoniAgustus 4, 2024Script Audio untuk Reportase Kegiatan Institusi Layanan Kesehatan
Berita KesehatanDesember 25, 2023GEMAS BANGET SI, Gerakan Masyarakat Bangun Hidup Sehat Kendali Hipertensi di Kelurahan Awipari, Cibeureum Kota Tasikmalaya
Berita KesehatanDesember 21, 2023Lawan Stunting, Mahasiswa Kesmas Univet Bangun Nusantara Sukoharjo Luncurkan Program OKI


