Pemerintah Desa Linggamulya mengadakan kegiatan pembinaan kader posyandu pada 29/06/2024 yang berlangsung 3 jam bertempat di Aula Desa Linggamulya. Kegiatan ini dihadiri 43 peserta yang terdiri dari Aparat Desa, Kader Posyandu, dan juga terdapat perwakilan anggota AUSREM (Anak Usia Sekolah dan Remaja).
Narasumber kegiatan ini berasal dari Bidan Desa Linggamulya yakni Ibu Hj. Enur Siti Nurianti,AM.Keb, kemudian Petugas Promkes Puskesmas Leuwisari yakni Bapak Agis Rahmat,S.Kep.,Ners, dan Surveilans Puskesmas Leuwisari yakni Ibu Rianti,S,KM.
Kegiatan pembinaan ini merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat di tingkat desa. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader dan pengetahuan kader dalam melaksanakan tugasnya seperti pemberiaan makanan tambahan pada balita dalam rangka peningkatan gizi, pembinaan administrasi, pemeriksaan rutin balita dan penyuluhan. Melalui kegiatan ini kader posyandu ini diharapkan peran posyandu sebagai ujung tombak pemantauan status gizi di masyarakat dapat lebih optimal.

Hal ini sejalan dengan materi pembinaan dari narasumber yang membahas terkait Posyandu ILP, Stunting, Rumah Sehat dan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) hadir sebagai bentuk fasilitasi pelayanan kesehatan di wilayah masyarakat Desa/Kelurahan. Pelayanan yang akan diberikan yakni skrining penyakit tidak menular seperti pemeriksaan tekanan darat, pemeriksaan lingkar perut, cek gula darah, konseling kesehatan, dan lain sebagainya.
Kemudian dalam penanganan stunting ditingkat desa, dilakukan dengan cara meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke posyandu untuk dapat mendeteksi masalah gizi, dan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi.
Lalu realisasi program Rumah Sehat yakni berkaitan dengan bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, meliputi rumah yang memiliki jamban bersih, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.
Dan yang terakhir pembahasan mengenai STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yakni pendekatan yang dilakukan untuk merubah perilaku hygine dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Terdapat 5 pilar perubahan perilaku yang meliputi BABS (tidak buang air besar sembarangan), CTPS (mencuci tangan pakai sabun), PAMRT (mengelola air minum dan makanan rumah tangga), PSRT (mengelola sampah rumah tangga), dan PLCRT (mengelola limbah cairan rumah tangga).
Kegiatan ini juga sangat menarik karena peserta antusias selama menjalani kegiatan tersebut, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber.
Dari kehadiran para peserta memberikan gambaran bahwa terciptanya masyarakat yang bergizi dan desa yang sehat berasal dari kontribusi aparat Desa Linggamulya, kader posyandu, Puskesmas Leuwisari, serta AUSREM (Anak Usia Sekolah dan Remaja). Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi kader posyandu dan AUSREM sebagai pengetahuan dasar dalam menjalankan hidup sehat yang lebih baik.
Author Profile
- Saya mahasiswa Ilmu Pemerintahan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 8, 2024Peran Penting Keluarga dalam Mendukung ASI Eksklusif
Berita KesehatanAgustus 3, 2024Waspada! Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak Sebelum Terlambat
Edukasi KesehatanJuli 27, 2024Awas! Cuci Darah Mengintai Anak–Anak, Kenali Bahaya dan Pencegahannya
PuskesmasJuli 13, 2024Upaya Kesehatan Masyarakat Melalui Pembinaan Kader Posyandu dan AUSREM Desa Linggamulya


