Pemerintah Desa Arjasari mengadakan pertemuan dengan kader posyandu pada 28/06/2024 yang berlangsung kurang lebih 3 jam. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 25 peserta, diantaranya Bidan Desa Arjasari, Petugas Surveilans, Petugas Promkes, Aparat Desa dan juga Kader Posyandu.
Narasumber pertemuan ini berasal dari Petugas Promkes Puskesmas Leuwisari yakni Bapak Agis Rahmat,S.Kep.,Ners, kemudian Surveilans Puskesmas Leuwisari yakni Ibu Rianti,S,KM, lalu ada 2 Bidan dari Desa Arjasari yaitu Bdn. Ati Robiati,S,TR.,Keb dan Resa Yeni,A.Md.Keb.
Pertemuan ini dilakukan tidak hanya untuk menjalin silaturahmi antara aparat Desa Arjasari dengan kader posyandu maupun Promkes Puskesmas Leuwisari. Tetapi juga sebagai upaya percepatan terkait edukasi bagi kader posyandu dalam menciptakan masyarakat yang bergizi dan desa yang sehat baik secara lingkungan maupun fisik.
Hal ini berdasar pada data hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyatakan bahwa pravalensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya berada di angka 20,7 persen. Padahal di tahun 2022 pravalensi stunting berada di angka 27,2 persen dan masuk ke dalam posisi empat besar tertinggi di Jawa Barat.

Sejalan dengan pemaparan materi dari para narasumber yaitu tentang posyandu ILP, rumah sehat dan intervensi stunting serentak.
Dimana perlu adanya Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah masyarakat Desa/Kelurahan. Pelayanan yang akan diberikan yakni skrining penyakit tidak menular seperti pemeriksaan tekanan darat, pemeriksaan lingkar perut, cek gula darah, konseling kesehatan, dan lain sebagainya.
Kemudian realisasi Rumah Sehat yang menjadi bangunan rumah tinggal dengan memenuhi syarat kesehatan, meliputi rumah yang memiliki jamban bersih, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.
Serta diperlukan kegiatan intervensi serentak untuk penanganan stunting ditingkat desa dengan cara meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke posyandu untuk dapat mendeteksi masalah gizi, dan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi.
Terdapat satu pembahasan yang menarik dari pertemuan ini yakni adanya penemuan jentik nyamuk yang muncul ditempat tidak terduga, seperti di paviliun rumah, genangan air dan dalam sepatu. Karena ternyata keberadaan jentik nyamuk berasal dari kebiasaan masyarakat yang kurang sehat.
Maka dari itu, Pemerintah Desa Arjasari bekerjasama dengan Promkes Puskesmas Leuwisari, Surveilans Puskesmas Leuwisari, Bidan Desa Arjasari serta para kader posyandu bekerjasama dengan menggelar pertemuan ini sebagai upaya penanggulangan stunting dan optimalisasi rumah sehat di Desa Arjasari.
Desa yang sehat berasal dari kehidupan masyarakat yang sehat! Mari upayakan hidup sehat yang lebih baik bagi balita, ibu hamil, remaja, orang tua dan seluruh masyarakat di desa.



