Pernah melihat anak lupa mencuci tangan sebelum makan karena sudah tidak sabar membuka bekalnya? Atau pulang sekolah sambil bercerita bahwa temannya jatuh saat bermain?
Hal-hal kecil seperti itu bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Anak usia sekolah tidak hanya perlu belajar pelajaran di kelas, tetapi juga perlu mengenal kebiasaan hidup sehat dan tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kejadian sederhana seperti terjatuh atau terluka.
Salah satu upaya yang bisa dikenalkan sejak dini adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan gerakan untuk membudayakan perilaku hidup sehat, seperti melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari keluarga.
Kenapa Anak SD Perlu Belajar PHBS?
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bukan hanya materi yang dipelajari di sekolah. PHBS merupakan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan.
Di lingkungan sekolah, anak dapat belajar mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan yang sehat, menggunakan toilet yang bersih, melakukan aktivitas fisik, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan mungkin terlihat sepele. Padahal, tangan anak dapat menyentuh berbagai benda selama bermain dan belajar. Jika tidak dibersihkan, kotoran dan mikroorganisme dapat ikut masuk ke tubuh ketika anak makan atau menyentuh mulut.
WHO menjelaskan bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, orang tua bisa mengajarkan anak untuk mencuci tangan pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain atau beraktivitas, dan ketika tangan terlihat kotor.
Daripada hanya berkata, “Cuci tangan!”, orang tua bisa menjelaskan alasannya dengan sederhana, misalnya, “Kita cuci tangan supaya kotoran dan kuman yang menempel tidak ikut masuk ke tubuh saat makan.”
Kebiasaan Kecil untuk Mendukung GERMAS
GERMAS tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Di rumah, orang tua bisa mengenalkannya melalui rutinitas sehari-hari.
Anak bisa diajak bermain di luar, berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik bersama. Kebiasaan makan juga penting. Kenalkan anak pada berbagai jenis makanan, termasuk sayur dan buah. Konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan mengajarkan pola makan dengan makanan yang beragam dan seimbang.
Orang tua juga bisa mengajak anak mengurangi kebiasaan terlalu lama duduk atau bermain gawai. Tidak perlu mengubah semua kebiasaan sekaligus. Mulailah dari hal sederhana dan lakukan secara konsisten.
Yang tidak kalah penting, orang tua perlu memberikan contoh. Anak biasanya lebih mudah mengikuti kebiasaan yang mereka lihat dilakukan setiap hari.
Bagaimana dengan P3K?
Selain belajar hidup sehat, anak juga perlu dikenalkan dengan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Anak SD cukup sering melakukan aktivitas fisik ketika bermain, berolahraga, atau mengikuti kegiatan sekolah. Dalam aktivitas tersebut, kejadian seperti terjatuh atau mengalami luka ringan bisa saja terjadi.
P3K merupakan pertolongan sementara kepada seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera sebelum mendapatkan pertolongan lebih lanjut. P3K bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan oleh tenaga kesehatan.
Untuk anak, edukasi P3K sebaiknya disesuaikan dengan usia. Anak tidak perlu diajarkan tindakan medis yang rumit. Mereka bisa mulai belajar tidak panik, segera memanggil guru atau orang dewasa, tidak menyentuh luka dengan tangan kotor, dan tidak memberikan obat kepada teman secara sembarangan.
Misalnya ketika melihat teman terjatuh saat bermain, anak dapat belajar untuk tidak mengerumuni korban dan segera meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa. Kemampuan sederhana untuk tetap tenang dan mencari bantuan merupakan bagian dari kesiapsiagaan.
Peran Orang Tua dalam Membiasakan Anak

Edukasi GERMAS, PHBS, dan P3K di sekolah akan lebih mudah diterapkan jika kebiasaannya juga dilanjutkan di rumah. Orang tua bisa membiasakan anak untuk:
- Mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.
- Membawa atau memilih makanan yang lebih sehat.
- Mengonsumsi sayur dan buah.
- Aktif bergerak setiap hari.
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Menjaga kebersihan lingkungan dan toilet.
- Tidak menggunakan obat sembarangan.
- Segera meminta bantuan orang dewasa ketika terjadi kecelakaan atau cedera.
Tidak perlu memberikan ceramah panjang. Kebiasaan yang dilakukan bersama setiap hari justru bisa lebih mudah dipahami dan ditiru anak.
Sehat Itu Kebiasaan, Siaga Itu Keterampilan

Mengenalkan GERMAS, PHBS, dan P3K kepada anak SD bukan berarti membuat anak takut terhadap penyakit atau kecelakaan. Sebaliknya, anak diajak memahami cara menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika membutuhkan bantuan.
Sekolah menjadi salah satu tempat yang penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Namun, keluarga juga memiliki peran besar karena kebiasaan anak banyak terbentuk dari apa yang mereka lihat dan lakukan di rumah.
Jadi, tidak perlu menunggu anak besar untuk mulai mengajarkan hidup sehat. Cuci tangan sebelum makan, pilih makanan bergizi, aktif bergerak, jaga kebersihan, dan tahu kapan harus meminta bantuan adalah langkah kecil yang bisa dimulai sejak sekarang.
Karena anak yang sehat bukan hanya anak yang jarang sakit, tetapi juga anak yang mulai memahami cara menjaga dirinya dan peduli terhadap orang di sekitarnya.
Sumber:
- https://kemkes.go.id/id/layanan/gerakan-masyarakat-hidup-sehat
- https://ayosehat.kemkes.go.id/phbs
- https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
- https://www.who.int/publications/i/item/9789240116559
- https://www.who.int/health-topics/diarrhoea#tab=tab_1
- https://ayosehat.kemkes.go.id/list-perangkat-ajar/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan
Artikel ini sudah direview oleh:
Bani Srinurbani, S.K.M.
Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang
Puskesmas Cigalontang:
Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 46463
Author Profile
- Amelia Bahuwa adalah seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, psikologi, dan teknologi digital, dengan fokus pada pemanfaatan inovasi untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 31, 2026Kenalkan GERMAS kepada Anak, Tips bagi Orangtua
Berita KesehatanAgustus 28, 2026Sosialisasi GERMAS, Bekali Peserta Didik Hidup Sehat
Edukasi KesehatanAgustus 21, 2026Pentingnya Skrining Kesehatan Mata pada Anak Sekolah: Biar Belajar Makin Nyaman
Berita KesehatanAgustus 20, 2026Skrining Kesehatan Anak Sekolah, Langkah Awal Kenali Risiko Penyakit



