Sehat Dimulai dari Sekolah, SMAN 2 Singaparna Gelar Cek Kesehatan Gratis

SMAN 2 Singaparna menggelar CKG untuk membantu siswa mengetahui kondisi kesehatan serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar pelajaran di kelas. Di sana, siswa juga belajar bagaimana mengenali dan menjaga kesehatan diri sendiri.

Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Singaparna di SMAN 2 Singaparna. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 siswa dan siswi kelas 7, 8, dan 9.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Para siswa terlihat senang dan antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diberikan.

Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Nenden Ela Yuliani, S.KM. Materi yang dibahas berkaitan dengan hipertensi dan diabetes, dua penyakit tidak menular yang penting untuk mulai dikenali sejak dini.

Skrining Kesehatan

CKG Sekolah, Bukan Sekadar Pemeriksaan

Cek Kesehatan Gratis atau CKG Sekolah merupakan bagian dari upaya kesehatan preventif untuk membantu peserta didik mengetahui kondisi kesehatannya.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa CKG Sekolah ditujukan untuk melakukan identifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi kondisi pra-penyakit, serta menemukan penyakit lebih awal. Pemeriksaan diberikan sesuai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Artinya, pemeriksaan kesehatan bukan berarti siswa yang datang sedang sakit.

Justru sebaliknya, pemeriksaan dilakukan agar kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal. Jika ditemukan sesuatu yang perlu diperhatikan, siswa dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan arahan tenaga kesehatan.

Kemenkes juga menekankan bahwa pelaksanaan CKG di sekolah tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi perlu diikuti dengan tindak lanjut serta pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.

Mengenal Hipertensi Sejak Remaja

Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan adalah mengenai hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi sering dikenal sebagai penyakit yang lebih banyak dialami orang dewasa. Namun, kondisi tekanan darah tinggi juga dapat ditemukan sejak usia lebih muda sehingga penting untuk mulai mengenali faktor risikonya.

Salah satu tantangannya adalah hipertensi sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. WHO menyebut bahwa banyak orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan gejala, sehingga pengukuran tekanan darah menjadi cara penting untuk mengetahui kondisi tersebut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi antara lain pola makan yang tidak sehat, konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, serta faktor keturunan.

Kajian mengenai faktor risiko hipertensi pada remaja di Indonesia juga menemukan hubungan antara kualitas tidur, status gizi, dan riwayat hipertensi keluarga dengan risiko hipertensi pada remaja.

Karena itu, masa sekolah dapat menjadi waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan sederhana seperti aktif bergerak, menjaga pola makan, tidur cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Diabetes Juga Perlu Dikenali

Selain hipertensi, siswa mendapatkan edukasi mengenai diabetes, yaitu kondisi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi.

Diabetes tipe 2 memang lebih sering dikenal pada orang dewasa. Namun, Kementerian Kesehatan pada 2026 menyoroti bahwa diabetes tipe 2 juga mulai ditemukan pada usia yang lebih muda, termasuk remaja. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perubahan gaya hidup.

Pola makan tidak seimbang, terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kemenkes juga menyebut faktor genetik sebagai salah satu faktor yang dapat berperan.

Namun, penting untuk diingat bahwa satu kebiasaan tidak otomatis membuat seseorang terkena diabetes. Risiko kesehatan biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

Itulah mengapa edukasi sejak sekolah menjadi penting. Siswa tidak perlu menunggu sampai dewasa untuk mulai belajar menjaga kesehatan.

Siswa Antusias Mengikuti Pemeriksaan

Selama kegiatan berlangsung, para siswa dan siswi SMAN 2 Singaparna terlihat senang mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Antusiasme tersebut menjadi hal menarik dalam kegiatan karena pemeriksaan kesehatan dapat menjadi pengalaman yang sederhana tetapi bermakna bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih jauh pentingnya menjaga kesehatan.

Bagi sebagian siswa, kegiatan seperti ini mungkin menjadi pengingat bahwa kesehatan perlu diperhatikan bahkan ketika tubuh sedang terasa baik-baik saja.

Sebab, beberapa kondisi kesehatan tidak selalu memberikan tanda yang mudah dikenali.

Melalui pemeriksaan dan edukasi, siswa dapat mulai memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit.

Dari Sekolah, Mulai Kebiasaan Sehat

Kegiatan CKG di SMAN 2 Singaparna juga menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi salah satu tempat yang baik untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat.

Hal sederhana seperti memilih makanan yang lebih sehat, aktif bergerak, mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan gula, menjaga waktu tidur, serta mengetahui kondisi kesehatan sendiri dapat menjadi langkah awal.

Kebiasaan tersebut mungkin terlihat kecil.

Namun, jika dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah, kebiasaan baik dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, pemeriksaan kesehatan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, seseorang dapat memiliki kesempatan untuk melakukan langkah yang tepat.

Pengecekan Gigi

Harapannya, Siswa SMAN 2 Singaparna Tetap Sehat

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di SMAN 2 Singaparna diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa dan siswi yang mengikuti pemeriksaan.

Harapannya, siswa dan siswi SMAN 2 Singaparna dapat terus menjaga kesehatan, memahami pentingnya pola hidup sehat, serta lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya.

Lebih dari sekadar pemeriksaan selama empat jam, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, bahkan sejak duduk di bangku sekolah.

Karena sehat bukan hanya tentang tidak merasa sakit hari ini, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga diri untuk hari-hari berikutnya.


Artikel ini telah direview oleh:
Nenden Ela Yuliani, S.K.M
Programer Promkes Puskesmas Singaparna

Puskesmas Singaparna

Jl Pancawarna No 07 Ds. Singaparna Kec. Singaparna Kab Tasikmalaya, Jawa Barat
No. Telepon : 08211858730

Author Profile

Sofwan Albar
Saya adalah mahasiswa Fisioterapi yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, edukasi, dan komunikasi informasi kesehatan. Saya tertarik mempelajari berbagai isu kesehatan, khususnya kesehatan fisik, aktivitas gerak, pencegahan cedera, dan rehabilitasi. Melalui tulisan dan konten edukatif, saya ingin berbagi informasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Yuk Share Postingan Ini:
Sofwan Albar
Sofwan Albar

Saya adalah mahasiswa Fisioterapi yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, edukasi, dan komunikasi informasi kesehatan. Saya tertarik mempelajari berbagai isu kesehatan, khususnya kesehatan fisik, aktivitas gerak, pencegahan cedera, dan rehabilitasi. Melalui tulisan dan konten edukatif, saya ingin berbagi informasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *