Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenali masalah kesehatan yang mungkin belum mereka sadari. Tim UPTD Puskesmas Sukarame menyelenggarakan kegiatan CKG Anak Sekolah di MIS Gosali Sukamanah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama sekitar empat jam tersebut menyasar seluruh siswa dan siswi kelas 1 sampai kelas 6. Wita Nurjanah, AM.Keb, selaku Penanggung Jawab Program Ausrem, turut menjelaskan manfaat CKG serta berbagai pelayanan kesehatan yang tim berikan dalam kegiatan tersebut.
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah

Sumber Foto: Dokumentasi Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah Puskesmas Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya (19/8/2026).
Para siswa mengikuti berbagai pemeriksaan yang tim puskesmas sediakan dengan antusias. Selain memperoleh pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dekat. Namun, terdapat temuan yang menarik perhatian. Setelah menjalani pemeriksaan, tim menemukan beberapa siswa yang mengalami masalah penglihatan. Sebelumnya, para siswa tersebut tidak menyampaikan kepada guru maupun orang tua bahwa penglihatannya mulai kabur.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan anak secara berkala. Anak belum tentu menyadari perubahan kondisi tubuhnya atau memahami bahwa mereka perlu menyampaikan keluhan tertentu kepada orang dewasa. Dalam konteks kesehatan penglihatan, WHO menjelaskan bahwa gangguan penglihatan yang tidak tertangani dapat mempengaruhi perkembangan dan proses belajar anak. Karena itu, skrining penglihatan pada anak usia sekolah dapat membantu menemukan masalah lebih awal dan mengarahkan anak untuk memperoleh pemeriksaan serta tindak lanjut yang sesuai.
Peran Orang Tua dan Guru Mendampingi Anak

Sumber Foto: Dokumentasi Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah Puskesmas Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya (19/8/2026).
Kegiatan CKG juga mendapat perhatian dari orang tua. Setelah mengetahui adanya pemeriksaan kesehatan di sekolah, sejumlah orang tua hadir untuk mendampingi anak sekaligus berkonsultasi dengan petugas puskesmas. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam proses tindak lanjut untuk menjaga kesehatan anak. Ketika pemeriksaan menemukan masalah kesehatan, keluarga dapat memperoleh informasi mengenai langkah berikutnya sesuai arahan tenaga kesehatan.
Selain itu, komunikasi antara orang tua dan guru juga penting. Guru dapat membantu memperhatikan kondisi siswa selama mengikuti kegiatan belajar, sedangkan orang tua dapat melanjutkan perhatian tersebut di rumah. WHO pada 2025 juga menekankan pentingnya program skrining anak usia sekolah menyediakan mekanisme rujukan dan tindak lanjut ketika petugas menemukan gangguan penglihatan atau pendengaran. Dengan demikian, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi berlanjut pada layanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan anak.
Jangan Tunggu Anak Mengeluh

Sumber Foto: Dokumentasi Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah Puskesmas Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya (19/8/2026).
Temuan dalam kegiatan CKG tersebut memberikan pesan penting bagi orang tua dan guru. Jangan selalu menunggu anak mengeluh sebelum memperhatikan kondisi kesehatannya. Dalam masalah penglihatan, misalnya, anak dapat mengalami kesulitan melihat tanpa menyampaikan keluhan.
Orang tua dan guru dapat memperhatikan perubahan seperti anak kesulitan melihat tulisan di papan atau mengalami kesulitan dalam aktivitas belajar yang membutuhkan penglihatan. Sehingga, jika orang tua dan guru memiliki kekhawatiran, mereka dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Harapan: Perkuat Kerja Sama Sekolah dan Puskesmas

Sumber Foto: Dokumentasi Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah Puskesmas Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya (19/8/2026).
Setelah kegiatan CKG selesai, tindak lanjut menjadi bagian yang tidak kalah penting. Orang tua dan guru perlu memperhatikan siswa yang menunjukkan masalah kesehatan serta mengarahkan mereka untuk menjalani pemeriksaan lanjutan secara rutin sesuai kebutuhan. Selain itu, sekolah perlu terus memperkuat koordinasi dengan puskesmas. Komunikasi yang baik dapat membantu sekolah dan keluarga memahami kondisi kesehatan siswa serta menentukan langkah yang tepat bersama tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, CKG Anak Sekolah bukan hanya kegiatan pemeriksaan dalam satu hari. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengenali masalah kesehatan sejak dini, meningkatkan kepedulian orang tua dan guru, serta mendukung anak agar dapat belajar dan tumbuh dengan lebih optimal.
Harapannya, sekolah, keluarga, dan puskesmas terus bekerja sama secara berkala sehingga mereka dapat menemukan masalah kesehatan siswa lebih awal dan memberikan tindak lanjut yang sesuai.
Simak Artikel Reportase dan Edukasi lainnya dari author pada link berikut ini: Artikel Edukasi dan Reportase Kesehatan Populer.
FAQ
1. Apa itu Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah?
CKG Anak Sekolah merupakan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan siswa dan menemukan masalah yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut.
2. Mengapa pemeriksaan kesehatan penting dilakukan di sekolah?
Sekolah menjadi tempat anak menghabiskan banyak waktu sehingga program skrining dapat membantu menjangkau anak usia sekolah secara lebih luas. WHO menyediakan panduan khusus untuk implementasi skrining penglihatan dan pendengaran di sekolah.
3. Apa yang harus dilakukan jika hasil skrining menunjukkan masalah penglihatan?
Orang tua sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan atau rujukan sesuai kebutuhan.
Artikel ini sudah direview oleh:
Citra Pertiwi Putri, S.KM.
Tenaga Promkes Puskesmas Sukarame
Puskesmas Sukarame:
Jl. Ds. Sukarame, Kec. Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
No. Telp: 0895635979706
Author Profile
- Ayu Siti Munigar, S.Kep., adalah seorang praktisi kesehatan masyarakat, penulis konten kesehatan, dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan berbasis data, edukasi, serta transformasi digital.
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 23, 2026Anak Tak Mengeluh Mata Kabur, Perlukah Cek Mata?
Berita KesehatanAgustus 23, 2026Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kenali Masalah Anak Sekolah Sejak Dini
Edukasi KesehatanAgustus 15, 2026Tinggal Serumah dengan Pasien TB (Tuberkulosis)? Ini yang Harus Dilakukan
Edukasi KesehatanAgustus 15, 2026Batuk Lama, Kapan Harus Waspada TB/TBC (Tuberkulosis)?



