Sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Klaten, Hery Martanta bukanlah pegawai biasa. Keahliannya dalam bidang epidemiologi penyakit tidak dimiliki oleh ASN yang lain. ”Kalau di Polri ada intelijen, saya ini intelijen di bidang penyakit,” kata Hery sambil tertawa.
Menurut pria yang kini menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan itu, menjadi ahli epidemiologi bukanlah cita-citanya sejak kecil. Disiplin ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyebab berbagai penyakit serta fakor yang terkait itu, baru menariknya saat di bangku SMA.
Baginya, ilmu epidemiologi mengandung seni. Seni untuk mengamati, mencari dan menganalisis kemunculan sebuah penyakit. Mendalami ilmu epidemiologi, bagi sarjana kesehatan masyarakat lulusan Undip tahun 2000 itu, memiliki tantangan yang tidak ada di disiplin ilmu yang lain. Jika dokter hanya ahli memberi obat dan menebak penyakit, epidemiologi mencari penyebab penyakit. Meskipun tidak memberi obat bagi orang yang sakit, tetapi disiplin ilmunya itu mencegah kemunculan penyakit sejak awal. ”Saat saya memberi penyuluhan, kadang harus melarang orang untuk tidak melakukan sesuatu. Tetapi tidak waton melarang, melainkan berdasarkan ilmu,” jelas alumnus pascasarjana epidemiologi Undip 2010 itu.
Mempelajari ilmu itu menurutnya mengasyikkan, tetapi memerlukan kecermatan dan analisis yang tidak kalah rumit dengan ilmu eksakta. Meski disiplin ilmunya tidak begitu dikenal di masyarakat seperti kedokteran, tetapi Hery mengaku bangga dengan ilmu yang ditekuninya.
Author Profile
Latest entries
Dinas KesehatanMei 4, 2017Awas, Tren Penderita Demam Berdarah dan TB Meningkat
Berita KesehatanMei 3, 2017Pacu Inovasi di Dunia Medis, IndoHCF Gelar Kompetisi
Berita KesehatanApril 28, 2017Antisipasi Terjadi KKM, Pemkot Pangkalpinang Susun Rencana Kontijensi KKM
Edukasi KesehatanApril 27, 2017Bukan Pegawai Biasa, Keahliannya Sebagai Intelijen Dibidang Penyakit


