Anemia pada Remaja

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang lebih rendah dari normal. Kondisi ini dapat membuat tubuh tidak memperoleh oksigen secara optimal sehingga seseorang dapat mengalami lemas, mudah lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi.
Remaja, terutama remaja putri, perlu memberikan perhatian lebih terhadap risiko anemia. Selain membutuhkan zat besi untuk mendukung pertumbuhan, remaja putri juga kehilangan darah ketika mengalami menstruasi. Karena itu, kebutuhan zat besi perlu terpenuhi melalui pola makan bergizi dan suplementasi sesuai anjuran.
Edukasi mengenai anemia menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesadaran remaja. Hal tersebut menjadi fokus edukasi kesehatan yang berlangsung di SMPN 2 Singaparna pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Mengapa Remaja Rentan Mengalami Anemia?

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang cepat. Pada fase ini, tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta aktivitas sehari-hari.
Selain itu, remaja putri mengalami menstruasi secara berkala sehingga mereka kehilangan zat besi melalui darah yang keluar. Apabila asupan zat besi tidak mencukupi kebutuhan tubuh, remaja dapat mengalami kekurangan zat besi yang kemudian meningkatkan risiko anemia.
Oleh sebab itu, remaja perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung sumber zat besi. Sumber tersebut dapat berasal dari pangan hewani maupun nabati. Selain itu, remaja perlu mengikuti program pemberian TTD sesuai sasaran dan petunjuk tenaga kesehatan.
Mengenal Tablet Tambah Darah

Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan suplemen yang mengandung zat besi dan, dalam program tertentu, asam folat untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan mendukung pencegahan anemia.
Pemberian TTD kepada remaja putri menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mencegah anemia. Karena itu, remaja perlu mengonsumsi TTD sesuai jadwal dan anjuran program kesehatan.
Selain mengonsumsi TTD, remaja tetap perlu menerapkan pola makan bergizi seimbang. Dengan demikian, suplementasi dapat berjalan bersama dengan pemenuhan zat gizi melalui makanan sehari-hari.
Manfaat Mencegah Anemia Sejak Remaja

Pencegahan anemia sejak remaja memberikan manfaat bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Ketika tubuh mendapatkan zat besi yang cukup, tubuh dapat menjalankan pembentukan hemoglobin dan membawa oksigen ke berbagai jaringan.
Sebaliknya, anemia dapat membuat seseorang mudah lelah dan mengalami penurunan kemampuan melakukan aktivitas. Pada remaja, kondisi tersebut juga dapat mengganggu konsentrasi dan proses belajar.
Karena itu, remaja perlu mengenali gejala anemia dan menerapkan kebiasaan yang mendukung pencegahannya. Jika remaja mengalami keluhan yang menetap, mereka perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Membangun Kebiasaan Aksi Bergizi di Sekolah

Sekolah dapat berperan aktif dalam membangun kebiasaan sehat melalui aksi bergizi. Kegiatan tersebut dapat mencakup konsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktivitas fisik, minum TTD bersama bagi sasaran, serta edukasi kesehatan.
SMPN 2 Singaparna berharap siswa dan guru dapat menerapkan kegiatan tersebut secara rutin, termasuk melaksanakan aksi bergizi satu kali setiap minggu.
Dengan menjalankan kegiatan secara konsisten, sekolah dapat membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat. Selain itu, kegiatan bersama dapat menciptakan lingkungan yang saling mendukung sehingga siswa lebih termotivasi untuk menjaga kesehatan.
Edukasi Kesehatan dalam Kegiatan Keagamaan

Edukasi kesehatan di SMPN 2 Singaparna memiliki sisi menarik karena sekolah mengintegrasikan edukasi tersebut dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain mengikuti tausiah keagamaan, siswa dan guru juga memperoleh edukasi mengenai anemia dan TTD.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat memanfaatkan berbagai kegiatan bersama untuk menyampaikan pesan kesehatan. Dengan demikian, edukasi tidak harus berlangsung secara terpisah, tetapi dapat terintegrasi dengan kegiatan sekolah lainnya.
Pada kegiatan tersebut, Hilmi Muhammad Syahid, S.Pd., selaku Pembina UKS, menyampaikan materi kepada siswa dan guru. Sebanyak 525 siswa dan guru mengikuti edukasi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Peran Sekolah dalam Pencegahan Anemia
Sekolah memiliki posisi strategis untuk membantu mencegah anemia pada remaja. Guru dan pembina UKS dapat memberikan informasi yang benar mengenai anemia, TTD, pola makan bergizi, serta pentingnya aktivitas fisik.
Selanjutnya, sekolah dapat membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan siswa melalui kegiatan rutin. Misalnya, sekolah dapat mengadakan edukasi kesehatan, aktivitas olahraga bersama, serta kegiatan minum TTD bersama bagi sasaran sesuai program.
Selain itu, sekolah dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi dan pendampingan. Dengan kolaborasi tersebut, sekolah dapat membantu siswa memahami pentingnya pencegahan anemia sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bersama Cegah Anemia pada Remaja
Pencegahan anemia membutuhkan keterlibatan remaja, sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan. Karena itu, siswa perlu meningkatkan pengetahuan sekaligus menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten.
Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik, mengikuti pemberian TTD sesuai anjuran, hingga berkonsultasi ketika mengalami keluhan kesehatan, setiap langkah dapat memberikan manfaat.
Pada akhirnya, edukasi anemia dan TTD di SMPN 2 Singaparna diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Sebaliknya, siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut melalui aksi bergizi secara rutin sehingga sekolah dapat membangun lingkungan yang semakin mendukung kesehatan remaja.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Aksi Bergizi: Gerakan Sehat untuk Remaja Masa Kini.
- World Health Organization (WHO). Anaemia.
- World Health Organization (WHO). Daily iron supplementation in adult women and adolescent girls.
Author Profile

Latest entries
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Kampanye Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 1 Singaparna
UncategorizedAgustus 29, 2026Mewujudkan Sekolah Sehat melalui Kawasan Tanpa Rokok