Kampanye KTR di Lingkungan Sekolah

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya bersama UPTD Puskesmas Tinewati melaksanakan Kampanye Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMPN 1 Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan 50 siswa yang menjadi kader Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, penyelenggara memperkuat peran siswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari asap rokok.
Sejak kegiatan dimulai, peserta mengikuti rangkaian edukasi dan pembinaan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 14.30 WIB. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dan mengikuti kegiatan pendukung yang berkaitan dengan penerapan KTR di sekolah.
Dua Narasumber Berikan Edukasi

Dalam kegiatan tersebut, penyelenggara menghadirkan Heni Handayani, S.KM., M.K.M. dan Asep NS., S.Kep., Ners., M.Kep. sebagai narasumber.
Kedua narasumber menyampaikan materi sesuai dengan bidang kompetensinya. Heni Handayani memberikan edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok dan bahaya perilaku merokok, sedangkan Asep NS. menyampaikan materi mengenai tatalaksana upaya berhenti merokok bagi siswa.
Selain itu, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami peran kader dalam mendukung penerapan KTR di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesiapan siswa untuk ikut menjalankan pesan kesehatan di lingkungan sekolah.
Pelantikan 50 Kader KTR

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut yaitu pelantikan 50 siswa sebagai kader Kawasan Tanpa Rokok. Pelantikan ini menandai keterlibatan siswa secara langsung dalam mendukung upaya sekolah menciptakan lingkungan bebas asap rokok.
Setelah pelantikan, kader KTR diharapkan dapat menjadi penggerak di antara teman sebaya. Selain itu, kader dapat membantu menyampaikan pesan tentang bahaya rokok dan mengajak siswa lain untuk tidak mencoba merokok.
Dengan adanya kader dari kalangan siswa, sekolah memiliki kelompok yang dapat membantu memperkuat pesan KTR melalui pendekatan teman sebaya.
Pemeriksaan Kadar CO dengan Smoke Analyzer

Selain edukasi dan pelantikan kader, kegiatan juga menghadirkan pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) menggunakan smoke analyzer. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta karena memberikan pengalaman langsung dalam mengenali paparan CO yang berkaitan dengan asap rokok.
Selanjutnya, hasil pemeriksaan dapat menjadi bagian dari edukasi kesehatan bagi peserta. Petugas dapat menjelaskan hasil pemeriksaan sesuai konteks dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari paparan asap rokok.
Kegiatan tersebut juga memperkuat pesan bahwa rokok tidak hanya memberikan dampak bagi perokok, tetapi juga dapat memengaruhi orang lain yang berada di sekitarnya. WHO menjelaskan bahwa tidak terdapat tingkat paparan asap rokok pasif yang aman dan paparan tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Memperkuat Peran Siswa dalam KTR
Setelah memperoleh pembinaan, kader KTR diharapkan dapat menjalankan peran secara aktif di lingkungan sekolah. Para kader dapat mengajak teman untuk tidak mencoba rokok sekaligus memberikan dukungan kepada siswa yang ingin berhenti merokok.
Namun, kader perlu menggunakan pendekatan yang positif dan tidak menghakimi. Sebaliknya, kader dapat mengajak teman berdiskusi, menyampaikan informasi kesehatan, serta mengarahkan siswa kepada guru atau tenaga kesehatan apabila membutuhkan bantuan.
Dengan demikian, keterlibatan siswa dapat memperkuat penerapan KTR dari dalam lingkungan sekolah sendiri.
Mewujudkan Sekolah Bebas Asap Rokok
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari asap rokok. Karena itu, seluruh warga sekolah perlu menjaga komitmen terhadap penerapan KTR secara konsisten.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya penguatan KTR sebagai bagian dari upaya melindungi anak dan remaja dari paparan rokok serta asap rokok.
Selanjutnya, sekolah dapat melibatkan kader KTR dalam kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan secara berkelanjutan. Dengan cara tersebut, pesan untuk tidak merokok dapat terus disampaikan kepada siswa.
Kader KTR sebagai Penggerak Perubahan
Pada akhirnya, pelantikan 50 kader KTR menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Para kader diharapkan tidak hanya memahami materi yang mereka terima, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata.
Melalui kerja sama antara sekolah, Dinas Kesehatan, Puskesmas Tinewati, dan siswa, penerapan KTR dapat berjalan lebih kuat. Dengan demikian, SMPN 1 Singaparna diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang semakin sehat, nyaman, dan bebas dari asap rokok.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Darurat Perokok Bocah, Pemerintah Gaspol Aturan Kawasan Tanpa Rokok di Seluruh Indonesia.
- World Health Organization. Tobacco.
- World Health Organization. Protecting People from Tobacco Smoke.
- World Health Organization. Protecting Communities from Second-hand Smoke.
- World Health Organization. WHO Launches Toolkit for Schools to Create a Tobacco and Nicotine-free Environment.
Author Profile

Latest entries
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Kampanye Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 1 Singaparna
UncategorizedAgustus 29, 2026Mewujudkan Sekolah Sehat melalui Kawasan Tanpa Rokok