Perbaiki Gizi Ibu dan Balita, Puskesmas Sukaresik Gelar Pembekalan Tim Pelaksana PMT Pangan Lokal

Sukaresik, Selasa 08 September 2026 – Tanjungsari, Kec Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46471 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam mendukung edukasi gizi di masyarakat, UPTD Puskesmas Sukaresik menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Tim Pelaksana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Balita Masalah Gizi pada Selasa, 08 September 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Desa Tanjungsari dan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Pembekalan ini diikuti oleh kader kesehatan/posyandu dan kader PKK yang merupakan perwakilan dari empat desa, yaitu Desa Banjarsari, Desa Sukapancar, Desa Sukaresik, dan Desa Tanjungsari.

Mengapa Pembekalan PMT Berbasis Pangan Lokal Penting bagi Kader?

Pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang mengalami masalah gizi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kader yang terlibat langsung dalam kegiatan kesehatan di masyarakat. Kader kesehatan dan kader posyandu memiliki peran dalam membantu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada ibu hamil dan ibu balita.

Kader kesehatan dan kader posyandu merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Dalam kegiatan posyandu, kader tidak hanya membantu pelaksanaan pelayanan, tetapi juga dapat berperan dalam menyampaikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk edukasi mengenai gizi kepada ibu hamil dan ibu balita. Pemahaman kader mengenai gizi dan pemberian makan bayi dan anak menjadi salah satu hal yang penting karena kader berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya para ibu yang datang ke posyandu.

Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman tersebut dilakukan melalui pembekalan mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita masalah gizi. Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi bagian yang penting dalam pemberian makanan tambahan karena bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi. Dengan pemahaman yang diberikan melalui pembekalan, kader diharapkan dapat membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Selain itu, edukasi yang diberikan kader kepada ibu hamil dan ibu balita diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan posyandu berlangsung. Informasi yang diperoleh masyarakat dapat menjadi pengetahuan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memberikan makanan kepada bayi dan anak sesuai dengan kelompok umurnya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pembekalan menjadi salah satu langkah yang penting untuk mendukung edukasi gizi di masyarakat. Kader yang memiliki pemahaman yang baik diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada sasaran serta membantu menghubungkan masyarakat dengan pelayanan dan informasi kesehatan yang tersedia di tingkat puskesmas dan desa.

Siapa Saja yang Mengikuti Kegiatan Ini?

Peserta kegiatan terdiri dari kader kesehatan/posyandu dan kader PKK yang berasal dari empat desa, yaitu Desa Banjarsari, Desa Sukapancar, Desa Sukaresik, dan Desa Tanjungsari.

Setiap desa mengirimkan lima orang perwakilan yang terdiri dari empat orang kader dan satu orang TP PKK Desa. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh para Bidan Desa dari masing-masing empat desa tersebut.

Kehadiran perwakilan dari setiap desa diharapkan dapat mendukung penyebaran informasi yang diperoleh selama pembekalan sehingga pengetahuan mengenai PMT berbasis pangan lokal dan pemberian makan bayi dan anak dapat diterapkan dan disampaikan kembali kepada masyarakat di masing-masing wilayah.

Siapa Narasumber yang Memberikan Pembekalan?

Kegiatan pembekalan menghadirkan dua narasumber dari UPTD Puskesmas Sukaresik, yaitu Ega Galuh Prabawangi, M.Gz dan Indah Nurmalasari, S.Gz. Keduanya merupakan Nutrisionis di UPTD Puskesmas Sukaresik.

Sebagai tenaga yang memiliki peran dalam bidang gizi, kedua narasumber memberikan pembekalan kepada peserta mengenai PMT berbasis pangan lokal bagi ibu KEK dan balita masalah gizi.

Penyampaian materi diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Pengetahuan tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi kader dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.

Apa Saja Materi yang Disampaikan kepada Peserta?

Materi utama dalam kegiatan ini adalah Pembekalan Tim Pelaksana PMT Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu KEK dan Balita Masalah Gizi. Selain mendapatkan pemahaman mengenai PMT, peserta juga mendapatkan materi yang berkaitan dengan pemberian makan bayi dan anak sesuai dengan kelompok umur. Pemahaman mengenai pemberian makan sesuai usia menjadi bagian penting dalam edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita.

Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan dapat memahami informasi mengenai pemberian makan bayi dan anak sehingga nantinya mampu menjelaskan kembali kepada sasaran dengan cara yang mudah dipahami. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peran kader ketika memberikan edukasi kepada ibu balita yang datang ke posyandu. Dengan demikian, kader tidak hanya membantu dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, tetapi juga dapat berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat.

Peserta Antusias Mengikuti Pembekalan

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, berjalan dengan suasana yang interaktif. Para peserta terlihat antusias dan bersemangat mengikuti pembekalan yang diberikan oleh narasumber. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan kepada narasumber mengenai materi yang disampaikan. Interaksi antara peserta dan narasumber berlangsung dengan suasana yang cair dan komunikatif.

Adanya sesi tanya jawab memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber. Peserta juga dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan selama pembekalan. Suasana yang interaktif tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut, sementara narasumber memberikan penjelasan sesuai dengan materi pembekalan.

Apa Harapan Setelah Kegiatan Pembekalan Ini?

Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan peserta dalam memberikan edukasi gizi kepada ibu balita yang berkunjung ke posyandu dapat semakin meningkat. Kader diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai gizi dengan baik sehingga dapat membantu ibu balita memperoleh pemahaman yang tepat.

Selain itu, peserta diharapkan mampu menjelaskan kepada sasaran, khususnya ibu hamil dan ibu balita, mengenai pemberian makan bayi dan anak sesuai dengan kelompok umur.

Pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan diharapkan dapat diterapkan oleh para kader dalam kegiatan di masing-masing desa. Dengan meningkatnya kemampuan kader dalam memberikan edukasi, informasi mengenai gizi dan pemberian makan bayi dan anak diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Kegiatan pembekalan yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Sukaresik ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan kader PKK dalam mendukung edukasi gizi di masyarakat. Melalui peran aktif kader di posyandu dan lingkungan masing-masing, informasi mengenai pemberian makan yang sesuai bagi bayi dan anak dapat terus disampaikan kepada sasaran secara berkelanjutan.

Author Profile

Annisa Deasy Wulandari
Yuk Share Postingan Ini:
Annisa Deasy Wulandari
Annisa Deasy Wulandari
Articles: 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *