Checklist Skill Mahasiswa Kesmas: Sudah Punya Berapa?

Kategori Mahasiswa Kesmas membahas berbagai hal tentang dunia mahasiswa kesehatan masyarakat, mulai dari kehidupan kuliah, organisasi, skripsi, magang, produktivitas, hingga persiapan karier di era digital health. Cocok untuk mahasiswa aktif, calon mahasiswa, maupun fresh graduate kesehatan masyarakat.


Tahukah kamu? Banyak mahasiswa memiliki IPK tinggi, tetapi belum tentu dikenal oleh dosen, organisasi, recruiter, maupun dunia profesional. Sebaliknya, ada mahasiswa yang memiliki personal branding kuat sehingga lebih mudah mendapatkan kesempatan magang, beasiswa, penelitian, bahkan pekerjaan sebelum lulus. Di era…

Saat mendengar kata hipertensi, sebagian besar orang langsung membayangkan penyakit yang hanya dialami oleh orang tua. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Saat ini, semakin banyak anak muda, termasuk mahasiswa, yang mulai mengalami tekanan darah tinggi. Sayangnya, sebagian besar tidak…

Di era digital, kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan, termasuk bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Salah satu teknologi AI yang paling populer saat ini adalah ChatGPT. Bukan sekadar chatbot, ChatGPT mampu membantu mahasiswa dalam berbagai…

Memulai perkuliahan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tentu membutuhkan tempat tinggal yang nyaman, aman, dan dekat dengan kampus. Tinggal di kost yang strategis dapat menghemat waktu perjalanan sekaligus memudahkan aktivitas kuliah, organisasi, maupun mengerjakan tugas. Kawasan…

Saat menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat, banyak orang berpikir bahwa keterampilan yang paling penting hanyalah kemampuan melakukan penelitian, analisis data, atau memahami ilmu epidemiologi. Padahal, ada satu kemampuan yang sering diremehkan tetapi mampu membuka begitu banyak kesempatan, yaitu skill menulis. Kemampuan…

Menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat bukan hanya tentang menghadiri kuliah, mengerjakan tugas, dan mengejar IPK tinggi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, menguasai teknologi, serta terus belajar mengikuti perkembangan zaman.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, Karang Taruna, dan masyarakat dalam membangun Green Wisata Religi yang bersih, nyaman, hemat air, serta berwawasan lingkungan.

Belajar Public Health tidak harus membuat stres atau merasa kewalahan. Kuncinya adalah memahami konsep secara bertahap, belajar secara konsisten, menghubungkan teori dengan kasus nyata, serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia.

Menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas) bukan berarti peluang karier hanya terbatas di puskesmas, rumah sakit, atau instansi pemerintah. Di era digital, banyak perusahaan, startup kesehatan, NGO, hingga UMKM yang membutuhkan tenaga freelance dengan kemampuan tertentu. Kabar baiknya, sebagian besar skill…

Banyak mahasiswa baru berpikir bahwa kuliah di Kesehatan Masyarakat hanya tentang belajar epidemiologi, biostatistik, atau promosi kesehatan. Padahal, dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik. Lulusan Kesehatan Masyarakat saat ini dituntut mampu berkomunikasi, menganalisis data, membuat program kesehatan, hingga…

Di era media sosial dan kecerdasan buatan (AI), informasi kesehatan tidak lagi hanya disampaikan melalui poster di puskesmas atau penyuluhan tatap muka. Masyarakat kini lebih banyak mencari informasi melalui Google, TikTok, Instagram, YouTube, hingga WhatsApp. Sayangnya, masih banyak informasi kesehatan…