Saat mendengar kata hipertensi, sebagian besar orang langsung membayangkan penyakit yang hanya dialami oleh orang tua. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Saat ini, semakin banyak anak muda, termasuk mahasiswa, yang mulai mengalami tekanan darah tinggi. Sayangnya, sebagian besar tidak menyadarinya karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Kesibukan kuliah, tugas yang menumpuk, organisasi, hingga gaya hidup yang kurang sehat menjadi kombinasi yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, dampaknya tidak hanya dirasakan saat kuliah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan di masa depan.
Lalu, kebiasaan apa saja yang sering dilakukan mahasiswa dan ternyata dapat meningkatkan risiko hipertensi?
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Seseorang umumnya dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan berulang.
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun hingga muncul komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, maupun gangguan ginjal.
Karena itulah, pencegahan sejak usia muda menjadi langkah yang sangat penting.
1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Instan
Mi instan, frozen food, makanan cepat saji, dan camilan kemasan memang menjadi pilihan favorit mahasiswa.
Alasannya sederhana:
- Praktis
- Murah
- Cepat disiapkan
Namun, makanan tersebut umumnya mengandung natrium (garam) yang tinggi.
Asupan natrium berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat.
Jika kebiasaan ini dilakukan hampir setiap hari, risiko hipertensi akan semakin besar.
Tips:
- Batasi konsumsi makanan instan.
- Perbanyak makanan segar.
- Tambahkan buah dan sayuran pada menu harian.
2. Kurang Tidur karena Begadang
Begadang sering dianggap sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa.
Mulai dari mengejar deadline tugas, mengerjakan skripsi, hingga menonton serial favorit.
Padahal, kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur tekanan darah.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan hormon stres yang membuat jantung bekerja lebih keras.
Idealnya, mahasiswa tidur sekitar 7–9 jam setiap malam.
Tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus meningkatkan konsentrasi saat belajar.
3. Jarang Berolahraga
Aktivitas mahasiswa sering kali didominasi oleh duduk.
Mulai dari:
- Kuliah
- Praktikum
- Mengerjakan tugas
- Bermain laptop
- Scroll media sosial
Akibatnya, tubuh menjadi kurang bergerak.
Kurangnya aktivitas fisik membuat pembuluh darah kurang elastis dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Kabar baiknya, olahraga tidak harus selalu berat.
Berjalan kaki selama 30 menit, bersepeda, jogging ringan, atau naik tangga sudah memberikan manfaat yang besar jika dilakukan secara rutin.
4. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Manis dan Berkafein
Es kopi susu, minuman boba, minuman energi, dan soda menjadi teman setia saat mengerjakan tugas.
Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Sementara itu, konsumsi kafein yang berlebihan pada sebagian orang dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu.
Jika dikombinasikan dengan kurang tidur dan stres, efeknya bisa menjadi lebih besar.
Alternatif yang lebih sehat:
- Air putih
- Infused water
- Teh tanpa gula
- Kopi tanpa tambahan gula berlebihan
5. Stres yang Tidak Dikelola dengan Baik
Tekanan akademik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa.
Mulai dari:
- Deadline tugas
- Ujian
- Skripsi
- Organisasi
- Masalah keuangan
- Hubungan sosial
Saat stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol.
Kedua hormon tersebut menyebabkan denyut jantung meningkat sehingga tekanan darah ikut naik.
Jika stres berlangsung terus-menerus, risiko hipertensi juga meningkat.
Cobalah melakukan aktivitas yang membantu mengurangi stres seperti:
- Olahraga
- Meditasi
- Beribadah
- Mendengarkan musik
- Berjalan santai
- Berbicara dengan teman atau keluarga
6. Terlalu Lama Duduk
Mahasiswa bisa duduk selama berjam-jam ketika mengikuti kuliah atau mengerjakan tugas.
Bahkan, ada yang hampir tidak berdiri selama satu hari penuh.
Kebiasaan sedentari seperti ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular, termasuk hipertensi.
Usahakan untuk berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit.
Gerakan sederhana dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah.
7. Jarang Memeriksa Tekanan Darah
Banyak mahasiswa merasa dirinya masih muda sehingga tidak perlu memeriksa tekanan darah.
Padahal, hipertensi dapat terjadi pada siapa saja.
Pemeriksaan tekanan darah secara rutin membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal.
Apalagi jika memiliki faktor risiko seperti:
- Berat badan berlebih
- Riwayat hipertensi dalam keluarga
- Pola makan tinggi garam
- Kurang aktivitas fisik
Kini, pemeriksaan tekanan darah juga mudah dilakukan di puskesmas, klinik, rumah sakit, maupun kegiatan skrining kesehatan di kampus.
Mengapa Mahasiswa Perlu Peduli terhadap Hipertensi?
Hipertensi yang terjadi sejak usia muda dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di masa depan.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal
- Gangguan pembuluh darah
- Penurunan kualitas hidup
Semakin dini kebiasaan sehat diterapkan, semakin besar peluang untuk mencegah berbagai penyakit tersebut.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Kuliah
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan mahasiswa setiap hari:
- Kurangi konsumsi makanan tinggi garam.
- Perbanyak buah dan sayur.
- Tidur 7–9 jam setiap malam.
- Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
- Kelola stres dengan baik.
- Minum air putih yang cukup.
- Batasi minuman manis.
- Hindari merokok.
- Batasi konsumsi alkohol.
- Periksa tekanan darah secara berkala.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibandingkan perubahan besar yang hanya dilakukan sesekali.
Kesimpulan
Hipertensi bukan lagi penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Mahasiswa juga memiliki risiko yang sama apabila menerapkan gaya hidup yang kurang sehat.
Kebiasaan seperti sering mengonsumsi makanan instan, kurang tidur, jarang berolahraga, terlalu lama duduk, konsumsi minuman manis berlebihan, stres yang tidak terkendali, serta tidak pernah memeriksa tekanan darah dapat menjadi pemicu meningkatnya risiko hipertensi.
Kabar baiknya, sebagian besar faktor tersebut dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang sederhana.
Mulailah dari langkah kecil hari ini. Menjaga tekanan darah tetap normal sejak usia muda merupakan investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanJuli 6, 2026Hipertensi Tanpa Gejala: Mengapa Kamu Tetap Harus Waspada?
Mahasiswa KesmasJuli 6, 2026Checklist Skill Mahasiswa Kesmas: Sudah Punya Berapa?
Mahasiswa KesmasJuli 5, 2026Cara Membangun Personal Branding sebagai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
UncategorizedJuli 5, 20267 Kebiasaan Mahasiswa yang Diam-Diam Meningkatkan Risiko Hipertensi



