Menjadi generasi muda yang peduli terhadap kesehatan tidak lahir begitu saja. Dibutuhkan ruang belajar, pengalaman lapangan, dan proses pembentukan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan. Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan Garda Husada Scouts Camp 5, kegiatan pelantikan anggota Saka Bakti Husada (SBH) Bojonggambir Angkatan ke-5 yang berlangsung pada 30 Juni–2 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Bojonggambir di Lapangan Tanjung Baru, Desa Mangkonjaya, bukan sekadar seremoni pelantikan anggota baru. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan pengalaman belajar yang memadukan pendidikan karakter, keterampilan kesehatan, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 40 calon anggota Saka Bakti Husada Bojonggambir yang berasal dari delapan SMA sederajat di Kecamatan Bojonggambir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Kolaborasi Berbagai Pihak untuk Membangun Generasi Peduli Kesehatan
Keberhasilan Garda Husada Scouts Camp 5 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, petugas UPTD Puskesmas Bojonggambir, unsur Kwartir Ranting Bojonggambir, serta panitia dari Saka Bakti Husada Bojonggambir Angkatan ke-4.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda di bidang kesehatan membutuhkan dukungan lintas unsur. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga organisasi kepramukaan dan para anggota senior yang berperan sebagai pendamping sekaligus teladan bagi calon anggota baru.
Hari Pertama: Menanamkan Karakter dan Kepedulian kepada Masyarakat
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya Garda Husada Scouts Camp 5.
Peserta kemudian mengikuti materi kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Yudi sebagai bekal dasar dalam menjalankan peran sebagai anggota Saka Bakti Husada.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi Pertolongan Pertama (P3K) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang disampaikan oleh Deri Haryadi, S.Kep., Ners. Materi ini menjadi bekal penting agar anggota SBH memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Tidak berhenti di ruang pembelajaran, para peserta juga terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan bakti masyarakat berupa edukasi door to door mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar berkomunikasi sekaligus menyampaikan pesan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Hari Kedua: Mengenal Enam Krida dan Resmi Menjadi Anggota
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai enam Krida dalam Saka Bakti Husada sebagai bekal untuk memahami ruang lingkup kegiatan dan pengembangan diri di organisasi tersebut.
Suasana belajar kemudian dipadukan dengan berbagai fun games yang bertujuan mempererat kebersamaan antar peserta.
Puncak kegiatan hari kedua adalah upacara pelantikan, yang menandai pengukuhan resmi para peserta sebagai anggota Saka Bakti Husada Bojonggambir Angkatan ke-5.
Hari Ketiga: Belajar Melalui Tour Krida
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Tour Krida, yaitu penjelajahan ke berbagai pos krida yang ada di Saka Bakti Husada Bojonggambir.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal setiap krida secara lebih dekat melalui pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan sebelum akhirnya mengikuti upacara penutupan.
Bukan Sekadar Pelantikan, tetapi Awal Menjadi Agen Perubahan
Ketua Pelaksana, Robin Haidar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Garda Husada Scouts Camp 5.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada rekan-rekan peserta atas kesiapan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus kepada Kepala Puskesmas dan Pimpinan Saka yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Robin menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk anggota Saka Bakti Husada sebagai agen perubahan yang mampu menjadi pelopor kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap dunia kesehatan. Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Saka Bakti Husada merupakan ruang belajar yang berharga untuk memperoleh pengetahuan kesehatan yang tidak selalu didapatkan di lingkungan sekolah. Karena itu, para anggota baru diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur selama kegiatan berlangsung.
Garda Husada Scouts Camp 5 memperlihatkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, bekerja sama dalam tim, mengikuti pelatihan kesehatan, hingga menjalani prosesi pelantikan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter seorang anggota Saka Bakti Husada.
Kegiatan seperti ini menjadi contoh bahwa pembinaan remaja dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan sekaligus bermakna. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan kesehatan, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kepedulian sosial, kerja sama, dan semangat mengabdi kepada masyarakat.
Semoga Menginspirasi Saka Bakti Husada di Berbagai Daerah

Garda Husada Scouts Camp 5 menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi Saka Bakti Husada di berbagai wilayah untuk terus menghadirkan program-program yang membangun karakter, memperluas pengetahuan kesehatan, serta melahirkan lebih banyak generasi muda yang siap menjadi pelopor kesehatan di lingkungan masing-masing.
Karena perubahan besar sering kali berawal dari sekelompok anak muda yang diberi kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan mengabdi bersama.
Penulis:
Doni Juliana, S.K.M.
Petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Bojonggambir
UPTD Puskesmas Bojonggambir
Bojonggambir, Kec. Bojonggambir,
Kabupaten Tasikmalaya,
Jawa Barat 46475
Author Profile
- Editor Kesmas-ID
Latest entries
PuskesmasJuli 7, 2026Garda Husada Scouts Camp 5: Mencetak Agen Perubahan Kesehatan dari Saka Bakti Husada Bojonggambir
Pengabdian MasyarakatJuni 11, 2026SAPA GIGI LANSIA: Upaya Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unsoed Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri dalam Perawatan Gigi dan Mulut
Event KesehatanJuni 5, 2026Nikotin di Persimpangan: Antara Ilusi Fiskal Negara dan Penyelamatan Masa Depan Generasi Muda Indonesia
KarierJuni 2, 2026Rekrutmen Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Penugasan Khusus Kabupaten Kotawaringin Timur


