Difteri adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, yang dapat menyebabkan radang tenggorokan dan komplikasi serius lainnya. Gejala difteri biasanya muncul 2—5 hari setelah terpapar bakteri, meliputi; terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu di tenggorokan dan amandel; demam dan menggigil; sakit tenggorokan dan suara serak; sulit bernapas atau bernapas dengan cepat; pembengkakan kelenjar limfe di leher; serta lemas dan kelelahan. Menghadapi ancaman penyakit difteri perlu dilakukan mengingat kasus penyakit ini mampu menyebabkan kematian.

Berdasarkan data epidemiologi tahun 2011—2016 Indonesia menempati urutan ke-2 setelah India untuk kasus penyakit difteri tertinggi dengan jumlah sebanyak 3.353 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat 110 orang mengalami kematian, dan hampir 90% dari mereka tidak memiliki riwayat imunisasi yang lengkap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa secara global di tahun 2016 terdapat 7.097 kasus, dengan Indonesia sebagai penyumbang terbanyak sebesar 342 kasus.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan vaksinasi DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis). Di Indonesia imunisasi DTP dilakukan dengan 5 dosis, yaitu dosis pertama diberikan pada anak usia 2 bulan, dosis kedua diberikan pada anak usia 3 bulan, dosis ketiga diberikan pada anak usia 4 bulan, dosis keempat diberikan pada anak usis 18 bulan, dan dosis kelima diberikan pada anak usia 5 tahun. Kemudian akan diberikan booster setiap 10 tahun setelah dosis terakhir.
Selain pencegahan dengan vaksin, dapat dilakukan dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, seperti menutup mulut saat batuk atau bersin, cuci tangan secara teratur, dan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran ke orang lain.
Difteri adalah penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi bagi setiap orang. Edukasi kepada orang tua penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman bahwa anak-anak perlu mendapatkan imunisasi yang lengkap. Dengan demikian, masyarakat dapat melindungi diri dan keluarganya dari ancaman penyakit difteri.
Sumber:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Diphtheria. Diakses di: https://www.cdc.gov/diphtheria/index.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan Situasi Kesehatan: Penyakit Difteri di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses di: http://www.kemkes.go.id
World Health Organization (WHO). (2021). Diphtheria. Diakses di: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diphtheria
Artikel ini telah di review oleh:
Gin Gin Agus Ginandjar, S.KM
Tenaga PROMKES Puskesmas Sukaresik
UPTD Puskesmas Sukaresik Jalan Raya Ciawi-Panumbangan RT 001 RW 002 Email: puskesmas.sukaresik40@gmail.com Sukaratu Sukaresik Tasikmalaya-Kode Pos 46159 Telp. 081312639144



