Setelah sempat ditunda 2 (dua) minggu, akhirnya Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, sesuai petunjuk dari Kementerian Kesehatan, direncanakan akan dilaksanakan pada awal Februari 2021, dikarenakan terbatasnya stok vaksin.
Dipercepatnya pelaksanaan pencanangan tersebut, didasari petunjuk dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang menyatakan stok vaksin cukup, karena droping vaksin tahap II sudah tiba. Pencanangan ini sebagai pertanda dimulainya vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Puskesmas Baamang II, Jalan Cilik Riwut Baamang Hulu Sampit pada Hari Rabu, 27 Januari 2021. Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kotawaringin Timur, Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Komandan Kodim 1015/Sampit, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kotawaringin Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Sampit, Kepala Pengadilan Negeri Sampit, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kepala dan Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua Pengurus Nahdhatul Ulama, Ketua Majelis Resort Gereja Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa tokoh masyarakat, perwakilan media massa dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur dr. Faisal Novendra Cahyanto, M.Kes. menyampaikan laporan bahwa sasaran vaksinasi Covid-19 tahap I adalah sumber daya manusia bidang kesehatan. Sedangkan untuk tahap selanjutnya adalah petugas pelayanan publik, tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur yang akan dilaksanakan selama 5 hari pada awal Februari 2021.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga melaporkan sasaran vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 327.058 sasaran yang terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas pendukung sebanyak 2.081 sasaran, anggota BPJS penerima bantuan iur (PBI) sebanyak 210.397 sasaran, petugas pelayanan publik (TNI, POLRI, Satpol PP, dan lainnya) sebanyak 25.277 sasaran, masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya sebanyak 25.277 sasaran. Adapun fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebanyak 22 Fasyankes terdiri dari 21 Puskesmas dan 1 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit, dengan vaksinator yang terlatih sebanyak 110 Vaksinator.

Selanjutnya, Bupati Kotawaringin Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia dan jalannya roda perekonomian di Bumi Habaring Hurung Kabupaten Kotawaringin Timur.
Beliau juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan pencanangan vaksinasi Covid-19 ini dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan keamanan dan kehalalan vaksin yang digunakan, serta mensosialisasikan kegiatan vaksinasi Covid-19, karena sudah ada rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan vaksin tersebut halal untuk digunakan.
Beliau juga meminta kepada masyarakat agar tidak takut divaksin karena terlalu banyaknya berita atau informasi hoax bahwa vaksin tidak aman, dan yang sudah menerima vaksin agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Pencanangan ditandai dengan pemukulan gong dan dilanjutkan dengan vaksinasi pada 10 (sepuluh) orang terpilih, antara lain Supian Hadi, S.IKom., ME (Bupati Kotawaringin Timur), Letkol (CZI) Akhmad Supari, SH. (Dandim 1015/Sampit), AKBP. Abdul Haris Jakin, S.IK (Kapolres Kotim), Pintar Simbolon, SH. (Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sampit), Drs. M. Yusuf (Kalakhar BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur), H. Zainuddin, S.Ag. (Kepala Kemenag), H. Mudhofar, SH., MM. (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah), Yuprinadie, MTH. (Ketua Majelis Resort Sampit), dan Ust. Syarifudin (tokoh agama).
Sementara itu, Ketua dan Perwakilan DPRD tidak dapat dilakukan vaksinasi, dikarenakan mempunyai riwayat penyakit yang tidak boleh divaksin. Begitu pula Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Suparmadi, SE., MM. pernah terkena Covid-19 dan Wakil Bupati telah berumur lebih dari 60 tahun.

Setelah dilakukan vaksinasi, beberapa orang diminta memberikan testimoni. Komandan Kodim 1015/Sampit, Letkol (CZI) Akhmad Supari, SH. dan Kapolres Kotim, AKBP. Abdul Haris Jakin, S.IK menyatakan tidak mengalami gangguan atau efek samping setelah divaksinasi. Mereka berdua juga berharap masyarakat tetap menjalankan protokol Kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur juga memberikan testimoni, bahwa awalnya gugup, tetapi setelah disuntik dan menunggu beberapa lama, tidak ada efek samping yang dirasakan.
Acara dilaksanakan dengan memperhatikan protokol Kesehatan, seperti cuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak, walaupun dalam pelaksanaan tidak dapat optimal dikarenakan banyaknya yang hadir dan terbatasnya area yang tersedia. Walaupun demikian, acara tetap berlangsung meriah, tanpa ada kendala.



